"2026 BUKAN RESESI. INI SELEKSI: KAMU BERTAHAN... ATAU HILANG."
*1. CASH = NAFAS*
bukan soal terlihat kaya.
kalau nggak likuid, kamu tumbang duluan.
*2. 1 INCOME = RISIKO*
satu sumber = satu titik runtuh.
punya cadangan itu wajib, bukan opsi.
*3. SKILL = SENJATA*
bukan yang paling pintar yang selamat,
tapi yang paling laku di pasar.
*4. GAYA HIDUP = BEBAN*
banyak orang kalah bukan karena krisis,
tapi karena nggak bisa turun standar.
*5. ADAPTASI = KUNCI*
uang pindah ke yang cepat berubah,
bukan yang cari aman.
In terms of public transit development, for 2 decades Jakarta don't miss
Governors may came from different parties & political backgrounds, even have some very heated "incidents" here & there, but in general for this aspect they have been good
The Mandate of Heaven continues
Pidato Hari Buruh 2026.
Kiri (Singapore): PM Lawrence Wong bilang "Saat AI mendisrupsi seluruh industri, pemerintah mungkin tidak bisa melindungi setiap pekerjaan, tapi kami akan melindungi setiap pekerja. Singapore akan scale up company training committees (CTCs) di setiap sektor dan perusahaan"
Kanan (Wakanda): Banner acara May Day dibikin pake AI gede2 wkwkw. Nasib buruh kreatif gimana? wait bentar dulu... yang penting "MBG bermanfaat atau tidak?" dan "tarif aplikator ojol turun!"
Sekarang pria udah banyak yang pada cerdas, berani speak up ngelawan cewe-cewe bingung yang pake standar sosmed.
Apalagi yang suka pake quotes socmed "if he wants, he would" 😂
Jauh-jauh deh pria dari cewe bingung yang bahkan gatau apa yang mereka cari dan mau.
Ini rahasia sisi gelap marketing yang benar-benar tidak pernah gagal.
Sederhana tapi sangat efektif:
1. Jual ke cewek → Kecantikan
2. Jual ke cowok → Nafsu
3. Jual ke orang tua → Ketenangan
4. Jual ke anak-anak → Mimpi
5. Jual ke orang kaya → Keamanan
6. Jual ke orang miskin → Harapan
7. Jual ke orang lanjut usia → Masa Muda
8. Jual ke anak muda → Status
9. Jual ke yang kesepian → Rasa Diterima
10. Jual ke yang sakit → Keajaiban
11. Jual ke yang sehat → Ketakutan
12. Jual ke yang pintar → Jalan Pintas
13. Jual ke yang bodoh → Validasi
14. Jual ke yang beriman → Kepastian
15. Jual ke yang skeptis → Pemberontakan
16. Jual ke semua orang → Waktu
Ini cara paling mudah untuk dapat cuan. Pilih salah satu saja. Dijamin tidak akan salah.
gimana?
Udah mulai nemu ada orang yang marah-marah atau kesal karena Beli emas di pucuk?
Temenku semalam udah mulai ngoceh gara2 beli (nabung emas) di BSI posisi sekarang udah minus
-14% dari modal
Dia beli karena kemakan omongan marketing : “nabung pak, kondisi perang gini harga emas naik terus”
WHAT????😳
orang2 tuh sadar gak sih kalo di western europe bisa enforce work life balance di regulasi ketenagakerjaannya karena mereka tuh developed and rich country?
lah kita?
singapore aja gila2an orang2nya kalo kerja, strict and efficient
lah kita?
ini perkara komplain staff KAP yg wfh kabur2an dan no response doang ngebelainnya udah berasa kaya warga negara swedia aja kalian deh
POV: Saat AI mulai kehilangan "nurani"
Semengerikan itu ketika chatGPT berubah menjadi seorang iblis😱
Jujur ini ngeri sih.. kasat mata memang sudah terlihat dampak buruknya baik didunia nyata ataupun timeline di beberapa social media.. berharap sih udah pada bijak menyikapi hal ini..
IG/levelupmediaaa
Guys kata Tom Lembong di podcast Malaka dan ini salah satu yang paling jujur yang gw dengar dari mantan pejabat Indonesia soal kondisi sekarang.
Dia bilang kebijakan luar negeri Indonesia sekarang paling berantakan sejak 1965.
Bukan sejak 1998. B
ukan sejak reformasi. Tapi sejak 1965.
Dan dia kasih contoh konkret yang bikin gw tidak bisa bantah.
Beberapa minggu lalu Indonesia bergabung ke Board of Peace yang diketuai Amerika dan Israel.
Seminggu setelah itu Amerika dan Israel menyerang Iran.
Sekarang Indonesia ngemis ke Iran minta kapal tanker kita boleh lewat Hormuz.
Dan Iran dalam kondisi marah besar habis diserang mau simpati ke kita?
Itu konsekuensi langsung dari kebijakan luar negeri yang tidak berprinsip.
Soal energi ini yang paling bikin gw ngeri.
Stok BBM dan LPG nasional kita hanya ekuivalen dengan 20 sampai 25 hari konsumsi.
Itu saja.
Kalau Hormuz tidak buka dalam 25 hari puluhan kota di Indonesia bisa kehabisan bensin dan gas.
Ibu ibu tidak bisa masak.
Logistik lumpuh.
Bukan skenario jauh.
Itu risiko yang menurut Tom Lembong sangat nyata dan sangat dekat.
Bandingkan dengan Jepang yang stoknya 250 hari. China yang stoknya 1,3 miliar barel.
Mereka sudah siap dari jauh jauh hari.
Kita masih 20 hari dan tidak ada rencana darurat yang jelas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari semua yang dia bilang.
Tahun lalu harga minyak dunia lagi murah.
Surplus 2 juta barel per hari.
Itu saat yang sempurna untuk borong dan nambah cadangan nasional.
Tapi tidak dilakukan.
Uangnya dialihkan ke program program lain yang multiplier effect-nya kecil yang kita sudah tau semua itu yaps EMBEGE
Soal tarif Trump Indonesia panik duluan. Buru buru negosiasi. Dapat kesepakatan tarif 19%. Eh satu hari kemudian Mahkamah Agung Amerika batalkan tarif itu karena ilegal. Negara yang tidak panik sekarang cukup bayar 10%. Kita yang paling semangat negosiasi malah kena 19%.
Tom Lembong bilang ini pelajaran lama yang terus diulang. Kalau kita tinggalkan prinsip demi keuntungan jangka pendek hasilnya selalu buruk. Selalu.
Dan kata dia satu satunya hal yang bisa dilakukan masyarakat sekarang hemat. Kencangkan ikat pinggang. Nabung. Dan mulai pikirin alternatif kalau LPG benar benar langka.
Karena pemerintah sendiri belum punya solusinya.