Ada tiktokers namanya satria, yang rela ngundurin diri dari polisi demi pacarnya, salsa, yang tuna rungu🥹 dia lebih milih keluar timbang salsa dijelek-jelekin mulu ama temen-temennya🥹 semoga masnya dilancarkan rezekinya yaa biar bisa bahagiain salsa selamanya ❤❤❤
ada yang komen “apresiasi aja lah. seenggaknya dia udah sukarela ngelakuin hal yang bukan tugas dia”
lah ya justru itu kesalahan fatalnya. ngelakuin hal yang bukan tugas/scope keahlian dia.
@vier4x4 Sebagai leader, gua bilangnya "Biar saya aja yang handle",
Sebagai bawahan, gua bilangnya, "Izin saya jelasin dikit ya pak."
Sebagai teman selevel, gua bilangnya, "Sebelum kerja di sini lo pernah sekolah?"
🤍 disindir sama cewe barunya mantanku karena aku main ke rumah mantanku itu, padahal aku kesana karena disuruh mamahnya. sebenernya dia iri aja ga si karena ga bisa deket sama camernya 😆
semoga kita semua dijauhkan dari mantan yang masih suka asal ngepost foto bareng atau info pribadi kita ke medsosnya tanpa consent
dan besar kepala dengan seolah menunjukkan "aku mantannya yang masih deket sama mamahnya" paling anti sama modelan begini, be wise untuk kalian yang punya mantan atau sudah jadi mantan. jangan sampe begini ya 👍🏻
semoga kita semua dijauhkan dari mantan yang masih suka asal ngepost foto bareng atau info pribadi kita ke medsosnya tanpa consent
dan besar kepala dengan seolah menunjukkan "aku mantannya yang masih deket sama mamahnya" paling anti sama modelan begini, be wise untuk kalian yang punya mantan atau sudah jadi mantan. jangan sampe begini ya 👍🏻
Dan Ulama Pakar Hadits sekaligus Musnid ad-Dunya (Pakar Sanad Dunia) Abad ke-20 adalah Syekh Muhammad Yasin al-Fadani (Padang).
Bukan albani, jadi hati2 misal pede ngambil hadits darinya karena dishahihkan albani, padahal kenyataannya penuh kontradiksi (dibalik2an).
Supaya tahu itu mana shahih mana dhaif perlu belajar sebagai berikut:
- Ilmu Musthalah Hadits
- Ilmu Jahr wa Ta'dil
- Memahami Sanad dan Matan
- Asbabul Wurud
- Mempelajari Kutubut Tis'ah
"Itu tandanya kamu belum profesional, Mas!"
Saya pernah cerita ke dosen, kalo pernah di posisi hidup berantakan. Organisasi gak maksimal dan akademik turun nilainya. Rasanya kayak pengen nyerah.
Dan saya pun diberi nasihat kurang lebih begini:
"Kamu belum profesional, saat menyalahkan mata kuliah atau waktu yg sedikit. Yg salah itu bukan tugas kuliahnya atau organisasinya, tapi kamu mas, yg gagal memenej itu semuanya.
"Jangan jadikan gak suka atau sulit sebagai alasan. Itu adalah menu yg harus kamu habiskan. Kegagalan itu karena kamu sendiri belum bulat tekadnya untuk menyelesaikan tanggung jawab. Itu belum profesional namanya."
"Mas, tau tidak, saat memutuskan untuk kuliah atau ikut organisasi. Itu artinya sudah membuat kontrak. Coba itu yg perlu dipikirkan dulu. Cari masalahnya apa, cari solusi sampai ketemu. Harus punya alasan untuk tetap berusaha."
Ada masalah? Cari jalan keluar. Lagi demot? Istirahat bentar. Dan segera cari alesan buat tetep melakukan. Kadang banyak orang yg males/demot/capek, tapi mereka gak ada opsi lain selain tetep kerja.
gue suka banget kalimat ini:
“Orang yang gak terbiasa komunikasi sehat, tiap masukan kerasa kayak sindiran.
Orang yang kurang tanggung jawab, tiap kritik kerasa kayak disudutkan.”
Ego itu harus dikontrol, bukan diturutin.
Karena kalau ego yang selalu pegang kendali, semua hal bakal diputer jadi soal harga diri.
Dikit-dikit ngerasa diserang, dikit-dikit pengen ngebela diri, padahal belum tentu orang lain punya niat seburuk itu.
Ego bikin kita susah denger, susah nerima, dan akhirnya susah berkembang.
Padahal gak semua masukan itu jatuhin kadang itu cara orang lain biar kita bisa jadi versi yang lebih baik.
Kalau ego terus diturutin, yang ada kita bakal stuck di situ-situ aja.
Gak belajar, gak berubah, cuma makin pinter ngehindar dan nyalahin keadaan.
Bismillahirrahmanirrahim.
Hari ini, izinkan saya Ririe, mewakili Ibam dan anak-anak kami, menyampaikan Surat Terbuka kepada Pemimpin tertinggi negeri, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.
Dengan segala kerendahan hati, kami memohon perlindungan hukum dari ketidakadilan yang kami hadapi. Agar kebenaran tidak dikalahkan oleh hal-hal di luar fakta persidangan. Agar keadilan benar-benar ditegakkan sebagaimana mestinya.
Kami percaya, negara tidak boleh membiarkan warganya merasa sendirian dalam menghadapi ketidakadilan.
Semoga surat ini sampai dan diterima dengan baik oleh Bapak Presiden. Demi keadilan berdiri setegak-tegaknya di negeri ini. Demi hilangnya rasa takut dari mereka-mereka yang dengan jujur dan tulus hendak membantu negara dengan keahlian mereka.
Terima kasih, Bapak Presiden @prabowo 🙏🏻
pas kuliah sering banget dosen ngomong "jangan sampai melihat peristiwa sejarah pakai lensa dan standar masa kini"
dulu mah saking seringnya denger, sampe mikir siapa juga yang gitu buset. sekarang baru agak paham kenapa itu diulang-ulang terus.
Mau semua straight rajin screening dan test, jumlah kasus barunya tetep akan jauh lebih kecil dibanding kelompok MSM.
Alasan sederhana: MSM ini punya prevalensi HIV yang konsisten lebih tinggi karena faktor risiko biologis dan pola perilakunya. Ini alasan mereka dikategorikan kelompok beresiko yang rentan terinfeksi.