“bukan saya takut, bukan saya nurut kepada anda, tapi bagi saya teman-teman saya lebih berharga. karna saya tau BAGI ANDA NYAWA TEMAN-TEMAN SAYA TIDAK ADA ARTINYA”
FATHIMAH AZZAHRA OMG THE GIRL YOU ARE 😭🤍
kak fatimah adlh salah satu potret perempuan hebat yg vokal dlm menyuarakan aspirasi. she reminds us that women have every right to speak up. smart, courageous & truly inspiring in her own way. panjang umur perempuan yg melawan. panjang umur perjuangan. stay safe utk semua kawan.
🚨 UPDATE DEMO BEM UI 🚨
Massa mulai memadati lokasi aksi dan menyuarakan tuntutan “Tolak MBG!” serta menilai pemerintahan Prabowo-Gibran telah gagal.
🔥 Suara mahasiswa mulai menggema di Bundaran HI.
Perbandingan Budidaya Ayam Petelur dan Ternak Lele 🐓🐬
✅ Pilih AYAM PETELUR jika:
- Ingin pendapatan harian stabil
- Punya lahan dan lingkungan mendukung
- Tidak masalah dengan bau & perawatan rutin
✅ Pilih LELE jika:
- Modal terbatas tapi ingin balik modal cepat
- Lahan sempit
- Ingin usaha sampingan
- Perawatan lebih mudah
Ayam petelur: kecil tapi konsisten
Lele: besar per panen tapi tidak rutin
Relawan Berjalan Kaki Untuk Menyalurkan Bantuan
Asar Humanity, salah satu simpul relawan, berjalan kaki mendistribusikan bantuan ke wilayah-wilayah Gayo. Ekspedisi ini berupaya umenyalurkan bantuan ke wilayah-wilayah yang masih sulit dijangkau.
Mohon doanya untuk para relawan 🤲
Saya harus akui, jantung saya berdetak kencang, ingatan saya kembali menyergap tajam saat melihat berita bencana di Sumatera pekan ini.
Dulu, hampir dua dekade lalu, saya ada di sana. Bukan sebagai pengacara, melainkan penerbang sipil yang dipanggil negara, berdesakan di lambung pesawat tua. Ya, pesawat TNI AU uzur.
Kami terbang gila-gilaan, hampir tidak kenal pagi, siang, atau malam. Seringkali, kami sudah harus take off dari Halim sebelum subuh. Tujuannya: Banda Aceh.
Kami bawa Hercules C-130 yang sudah sepuh itu. Pesawat itu, Bapak-Ibu sekalian, adalah potret jujur bangsa ini: tua, berisik, kurang terawat, tapi untungnya sangat andal dan pekerja keras.
Di dalam perutnya yang gelap, kami duduk di jaring samping. Telinga berdengung raungan Allison T56.
Jika Anda mau tau, bau di dalam kabin itu adalah campuran unik: solar, minyak mesin yang bocor halus, keringat relawan yang tidak mandi tiga hari, dan aroma timpahan mi instan basi.
Intensitasnya? Luar biasa. Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) mendadak menjadi terminal paling sibuk di dunia. Ada Hercules TNI, ada C-17 Amerika, ada Ilyushin dari Rusia, semua berebut slot. Air Traffic Controller (ATC) kita seperti pesulap. Semua ingin cepat, semua jadi pahlawan tanpa berharap bintang.
Ironinya adalah pada sistem logistik kita.
Di satu sisi, kita punya Hercules TNI yang bertempur mati-matian, mengangkut puluhan ton barang. Di sisi lain, muncul pahlawan yang datang dari sektor yang paling tidak kita duga: Maskapai Sipil.
Ya, maskapai-maskapai besar seperti Lion Air dan Batavia Air ikut menyumbangkan free lift dari Jakarta. Mereka menggunakan pesawat komersial, kursi dilepas, diisi karung beras. Mereka bergerak karena kemanusiaan, mendahului banyak surat izin dan nota dinas yang mungkin masih diketik di kantor-kantor pusat.
Dan pahlawan sejati di udara adalah Susi Air. @susipudjiastuti Saat pesawat-pesawat besar TNI dan asing fokus ke Banda Aceh, Meulaboh dan Simeulue masih jadi titik buta. Landasan hancur, Susi dengan dua pesawat kecil Cessna Caravan-nya mengangkut obat-obatan dan susu bayi. Susi dan crew pilot asingnya terbang nekat, masuk ke landasan perintis. Mereka adalah antitesis dari birokrasi yang kaku. Contoh nyata bagaimana rule of law itu sejenak harus tunduk pada rule of need. Kebutuhan lebih dulu, baru administrasi.
Saya ingat, interaksi kami dengan crew Susi itu terasa sangat kontras. Di dekat Hercules yang penuh serdadu, mereka berdiri di samping Caravan kecil, mengenakan kaos, mengangkut sendiri kardus-kardus tanpa forklift mewah. Salah satu pilot asingnya pernah menyindir, "Saya pikir tugas saya hanya lobster, ternyata saya juga delivery harapan kemanusiaan." Tawa kami pecah. Tawa terdengar pahit tapi kejujurannya nyata hanya berharap pahala.
Saat ini, kita kembali menghadapi bencana di Sumatera. Apa yang berubah? Infrastruktur mungkin lebih baik. Teknologi komunikasi pasti lebih canggih. Namun, saya khawatir, jiwa gotong royong yang non-bureaucratic itu justru semakin menipis. yang jelas saya tidak dipanggil lagi menerbangkan pesawat, mungkin pilotnya sudah banyak. Mungkin juga karena memang tak ada landasan yang bisa didaratin fix wing. Mungkin juga kita makin terbiasa menunggu instruksi pusat, menunggu dana cair, menunggu SOP selesai dicetak.
Padahal, semangat yang dibutuhkan saat bencana adalah semangat Susi Air: bergerak cepat, tidak bertanya izin, dan langsung menuju titik yang paling terluka. Semangat yang harusnya diwarisi oleh setiap aparatur sipil dan militer.
Sudah saatnya kita belajar dari Hercules tua dan Cessna kecil.
Aset terbaik bangsa ini bukanlah pesawat baru atau regulasi yang tebal, melainkan keberanian mengambil risiko dan keikhlasan untuk bergerak tanpa menunggu tepuk tangan.
Jika tidak, setiap bencana hanya akan jadi pengulangan tragedi birokrasi yang mematikan.
#ethadisaputra #majalahforumkeadilan #tsunamiaceh #operasikemanusiaan #hercules #susiair #dahlaniskan #hukumdanlogistik #militersipil #bencanaindonesia
S.O.S
19 lokasi di Aceh yang masih membutuhkan bantuan via helikopter, beserta koordinat target drop logistik, dan plot area untuk PENDARATAN HELI (biar bantuan gak dilempar-lempar).
Update per 4 Desember 2025 by tim HAkA (Hutan Alam dan Lingkungan Aceh)
Tahun 1973, hutan masih menutup 76 persen wilayah Kalimantan.
Seperti Sumatra, hanya dalam 50 tahun, Kalimantan telah kehilangan hampir separuh hutannya. Menyusul Sulawesi, Halmahera, dan Papua.
Sumber: https://t.co/uTBQw9O6dm
Ya Allah,
ampuni kelalaian kami.
kami abai menjaga titipan-Mu.
kami menukar rimbun dengan rupiah.
kami mengganti akar dengan aspal.
kami lupa setiap pohon adalah penahan deras air dan murkanya.
Ya Allah
ringankan duka saudara kami di tanah sumatera.
selamatkan yang masih hilang.
sehatkan yang terluka.
kuatkan yang berduka.
cukupkan logistik.
lapangkan jalan para relawan.
tenangkan langit.
pulihkan Bumi yang retak.
Ya Allah
titipkan rasa gentar pada dada para pemimpin kami.
buka mata mereka pada hitungan yang jujur.
Betapa bencana melahap anggaran dan nyawa yang
lebih mahal dari uang receh masuk dari pembantaian hutan.
teguhkan aturan yang melindungi sungai, bukit, dan hutan.
tutup celah perusakan.
jauhkan hati dari suap dan tipu daya.
berikan keberanian untuk berkata cukup.
berikan keteguhan untuk menindak tegas.
Ya Allah
ajari kami kembali menanam.
menguatkan akar di halaman sendiri.
menjaga tepi sungai.
memulihkan lereng.
mendidik anak anak agar mencintai pohon rimbun.
jadikan kebijakan yang lahir esok hari berpihak pada bumi.
jadikan kami rakyat yang jujur,
pemimpin yang amanah,
negeri yang selamat
Ya Allah
izinkan hutan tumbuh kembali
dan hati kami tumbuh bersama rimbunnya
Aamiin.