guys,
- tali BH keliatan itu normal
- pakai pembalut itu normal
- bawa pembalut di tas itu normal
- noda darah haid di celana itu bisa kejadian dan normal
- beli pembalut di kasir itu normal
- bulu badan tumbuh itu normal
- punya stretch marks itu normal
- jerawatan itu normal
- nggak selalu tampil cantik/rapi itu normal
- nangis karena hal kecil itu normal
- bilang “aku lagi capek” itu normal
being a woman is literally just having a body. please let women exist without making everything embarrassing.
Bgst ini yg ngedit 😂... Rupanya di tengah kesibukan World Cup.. Messi ditemani presiden FIFA menyempatkan berkunjung ke rumah Bapak Jokowi meminta dukungan buat Argentina
Tren parenting masa kini yg bikin gw gedeg sebagai orangtua. Grup WA orang tua!!
Ya walaupun anak gw masih SD, tapi anak itu musti belajar tanggung jawab sejak kecil. Jujur gw merasa aneh dan risih kalo pengumuman untuk kepentingan sekolah itu cuman di grup orang tua. Jadi yg dihimbau orangtuanya, bukan anaknya.
Kan bisa ya pas di sekolah anaknya dikasih tahu. Urusan dia lupa ga ngerjain , ya itu salah dia dan di situlah saatnya dia belajar yg namanya tanggung jawab dan konsekuensi.
Masa jadwal ulangan aja anak gw ga tau. Setiap ditanya, “kamu tau ga besok kamu ada ulangan ini?”
“Gak tau, belum dibilang sih”
😩😣☹️
Cara aku deep talk ke pasangan, untuk cari tau traumanya, tanpa maksa atau nyenggol egonya adalah..
Misal pas lagi santai depan TV,
“Bekas luka di tangan kamu itu kenapa?”
Dia bakal mulai cerita.. “Oh iya, dulu waktu kecil aku jatuh, bla bla bla..” lalu ceritanya bisa ngalir ke mana-mana.
Atau misalnya aku pengen tau kenapa dia boros banget, daripada langsung nyecer, “Kok kamu beli barang itu terus sih?” itu malah bikin dia defensif.
Aku mulai dengan percakapan,
“Ada gak barang impian yang kamu pengen banget dari kecil? Udah kesampaian belum?”
Dari situ biasanya dia akan cerita sendiri,
“Dulu aku pengen banget ini itu, tapi belum bisa beli. Baru kebeli pas…”
Nah, dari cerita-cerita kecil begitu, kita jadi bisa lebih paham alasan di balik kebiasaan, kesukaan, bahkan luka lama yang mungkin selama ini gak pernah dia ungkapkan.
Deep talk itu gak dimulai dari maksa cerita, tapi dimulai dari obrolan ringan, tanya dengan santai, klo dia mau jawab ya bagus, klo enggak juga gpp, klo dia mau cerita, tolong dengerin tanpa menghakimi.
Klo mau tau soal ketakutan, trauma, atau pengalaman masa kecilnya, bisa mulai dari pertanyaan yang santai juga, misalnya:
“Waktu kecil kamu paling bandel ngapain?”
“Atau ortu kamu dulu galak gak?”
Lalu bikin dia merasa aman, dengan cara kamu bisa sharing sedikit tentang masa kecilmu misalnya, “Oh gitu… aku dulu waktu kecil juga…”
Jadi suasananya bukan kayak wawancara, tapi kayak saling buka diri pelan-pelan. Biasanya justru dari situ timbul rasa percaya, dan dia juga merasa aman buat cerita, karena tau dia dingertiin. Hubungan jadi makin dalam setelahnya.
Tanpa mengurangi rasa hormat, perkataan Pak Jusuf Kalla di forum Akademis sama sekali tidak mewakili wajah/ajaran Kekristenan yang sesungguhnya.
1 Yohanes 3:15
“Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.”
Lukas 6:27
“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; (28) mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.”
Sekali lagi Perkataan Pak Jusuf Kalla sama sekali tidak mewakilkan ajaran Yesus yang sebenarnya.
Kenapa lo procrastinate padahal tau deadline besok?
Kenapa lo tetep buka Instagram padahal udah bilang "5 menit lagi"?
Kenapa lo bisa naksir orang yang jelas-jelas salah buat lo?
Seorang profesor Stanford udah ngejawab semua ini di kuliah gratisnya yang ditonton 15 juta kali.
Cobain deh tes PERSONAL COLOR.
"Tapi, tesnya mahal."
Kan, ada AI ✨
Bisa kamu pake buat panduan dasar memilih warna fashion.
Kayak aku mikirnya karena kulitku gelap,
aku cocok dengan warna terang.
TERNYATA ENGGAK LOH.
Setelah ngobrol bareng chatGPT,
aku cocoknya tipe warna DEEP AUTUMN.
Pantesan selama ini kalau pake warna terang, aneh banget di aku. Muka terkesan pucat/dingin. Tapi, kalau pake warna DEEP AUTUMN, justru bikin tone wajahku lebih "ngangkat".
Akhirnya sekarang kalau beli baju,
bukan cari warna yang lucu.
Tapi, cari warna yang cocok.
Dan tentunya aku suka 😊
Sampe hari ini masih belum faham sama konsep lapor pajak.
Kita yang kerja, lembur, dikejar deadline, digibahin temen sekantor, umpel-umpelan dikereta, kita yang bayar, kita juga yang disuruh laporan.
Harusnya kan kita yang dikasih laporan dikemanain aja itu duit pajaknya.
Terima kasih untuk para korban yang berani speak up. Pasti nggak mudah.
Semakin banyak yang bersuara, semakin jelas, ini adalah perilaku yang dibiarkan, diketahui, bahkan dinormalisasi oleh orang terdekat.
Seakan korban bisa diperlakukan tidak pantas—dan itu sungguh menyakitkan.