@MCAOps Alhamdulillah bertambah lagi saudara kita di pedalaman, semoga Allah SWT memberikan ke istiqomahan kepada mereka semua. Aamiin Yaa Rabbal’alamiin
Perjuangan ini tidak mungkin berjalan sendiri. Kami mengajak sahabat dai untuk mengambil bagian dalam perjuangan ini, melalui rekening resmi Posdai : 7333033307 an Yayasan Pos Dai Indonesia
#dakwahpedalaman#peduliorangbaik#sahabatkebaikan#indonesia
Para da'i itu terus melakukan perbaikan masyarakat karena menyadari bahwa masih banyak saudara-saudara mereka yang perlu bimbingan dalam berislam, terutama mereka yang berada di wilayah pedalaman, terpencil, miskin sumberdaya, minoritas muslim, dll.
#posdai#sedekahsubuh#berbagi
Diam nya negara-negara, tanpa aksi artinya memberi karpet merah ke penjajah untuk berulah menumpahkan dara warga sipil gaza.
Kalau kecaman? Kecaman buat diri kalian karena gak berlaku bagi penjajah.
Perpisahan pilu orang tua dengan anak-anak mereka setelah serangan udara "Israel" menghancurkan rumah mereka di dekat Persimpangan Keamanan Publik di Kota Gaza utara.
@qudsnen@sahabatalaqsha
Terdengar suara ledakan rudal, tepat saat seorang anak lelaki bernama Baraa selesai menghafal Al-Qur'an. Tawa, air mata, dan pelukan bercampur jadi satu dengan ledakan, ancaman pengusiran paksa dan evakuasi, serta deru pesawat tempur di udara.
Lebih dari 14 anggota keluarga Al-Sultan tewas dalam pembantaian yang dilakukan oleh penjajah Zionis di kawasan Al-Tawam, Gaza Utara, Jumat (12-9-2025) pagi.
@QudsNen@sahabatalaqsha
Israel menjatuhkan rudal langsung ke tenda-tenda yang dipenuhi warga sipil yang terlantar di Gaza.
Ini adalah pemusnahan yang disengaja, di saat dunia dialihkan pada peristiwa pembunuhan Charlie Kirk, seorang LGBT dan pendukung Genosida Israel di Gaza.
Seorang anak bernama Imad Mush'ab Abu Freih (2) telah kehilangan lebih dari setengah berat badannya akibat gizi buruk parah dan kekurangan protein sehingga tubuhnya yang kecil saat ini terlihat seperti kerangka.
Dokter memperingatkan bahwa kondisinya kritis.
Puluhan warga sipil syahid dan terluka akibat pengeboman "Israel" terhadap blok-blok permukiman di kamp pengungsi Al-Shati, sebelah barat Kota Gaza, kemarin (11-9-2025).
Laporan mengonfirmasikan bahwa seluruh keluarga terkubur hidup-hidup di bawah reruntuhan.
Setelah "Israel" memaksa penduduk Kota Gaza mengungsi, warga Palestina mengucapkan selamat tinggal pada rumah mereka, tidak yakin ke mana lagi harus pergi.