Sebenernya bukan kita yang males atau kita yang manja, tapi maps yang dikasih orang tua kita itu udah gak relate untuk bekal hidup di masa sekarang.
Orang tua dulu sering banget ngomong sekolah yang pinter, nanti kuliah, jadi sarjana, kerjaannya enak, jadi orang kaya.
Tidak segampang itu.
Dulu mungkin relate banget karena jaman orang tua kita hidup yang kuliah tuh masih jarang banget. Jadi dengan bekal sarjana itu ya bisa aja udah direkrut sama perusahaan-perusahaan besar, punya jabatan yang enak, dan hidupnya ya lebih makmur.
Tapi coba kalian lihat kenyataannya sekarang.
Sekarang sarjana aja gak cukup. Harus punya koneksi dan relasi kalau gak punya kedua itu, harus punya skill yang bagus.
Dulu waktu masih sekolah kita mungkin punya banyak potensi. Tapi orang tua gak punya dana untuk support itu.
Jadinya ya mentok aja. Sekarang giliran kita udah dewasa kita mau upgrade skill udah sibuk untuk bertahan hidup.
seharian sedih, karna merasa tertinggal, terus kata-kata ini lewat ❤️
Allah menunda, tapi ga menolak (doamu). dan penundaan yang kamu rasakan sekarang, juga dirasakan oleh Nabi Zakariya, dirasakan oleh Nabi Yakub, dirasakan juga oleh Maryam, dirasakan juga oleh Nabi Ibrahim..
jadi, selamat bergabung di barisan orang-orang terbaik sepanjang masa yang sabar atas penundaannya.
Adek-adek gajah di PLG Sebanga juga masih kurang beruntung dan butuh perhatian guys 🥹
Tahun 2025 silam sempet ramai karna keadaan hutan mereka HABIS. Dari 5.700hektar, sisa hanya 1 (satu) hektar aja. Karna yg lainnya DIUBAH menjadi perkebunan sawit.
Memang sudah pernqh ada visit dari kemenhan, ada beberapa perubahan juga karna ramainya pemberitaan, dari mulai PLG yg mulai ramai pengunjung, dan perbaikan fasilitas konversai PLG Sebanga.
Tapi mereka masih butuh bantuan, karna lahan yg mereka punya masih terbatas, mereka masih harus hidup berdampingan dengan kebun sawit..
SELAMAT JALAN, INDRO...🥀💔
Kabar duka datang dari Taman Nasional Tesso Nilo, Riau. Indro, gajah Sumatera jinak berusia sekitar 45 tahun yang selama bertahun-tahun menjadi andalan tim Flying Squad, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif.
Meski tim medis telah mengerahkan berbagai upaya, termasuk terapi infus dan tindakan resusitasi, nyawa Indro tak berhasil diselamatkan.
Indro bukan sekadar seekor gajah. Ia adalah penjaga hutan yang setia, membantu meredam konflik antara gajah liar dan manusia, sekaligus menjadi simbol perjuangan konservasi di Indonesia.
Kepergian Indro adalah kehilangan besar bagi Tesso Nilo dan bagi upaya pelestarian gajah Sumatera yang populasinya terus menghadapi berbagai ancaman.
Selamat jalan, Indro. Jasamu untuk hutan dan satwa Indonesia tak akan terlupakan. 🐘💔
Salah satu hal yg membuat saya surprise ketika menerjemahkan Franz Junghuhn adalah karena ternyata badak itu daya jelajahnya sampe ke puncak2 gunung!
Saya tuliskan di sini beberapa kutipan Junghuhn ketemu badak/jejak badak di Gede-Pangrango.
Back in 2024, Arto and Harapi froze when an armored millipede slowly crossed their path. 🐛✨
Cautious eyes, tiny steps back, and endless curiosity. 🌿 #orangutan
Dari obrolan ini januari 2020. Kami berdua jadi teman ngobrol seumur hidup selamanya
Seorang guru honorer yang waktu itu cuma digaji 480 ribu. Dengan kesadaran penuh dan serius ingin bertemu di kotanya di ciamis.
7 bulan menabung dari kerja sampingan. Bulan Juli kami bertemu untuk pertama kali. Bukan dia yang pertama kali menemui saya. Tapi Bapaknya yg pertama kali ketemu saya di Pool Budiman wkwkwk
Sampai rumah dia, beneran disambut hampir keluarga inti istri saya waktu itu. Padahal itu ketemu pertama kali 😅
Waktu itu guru honorer mendapat BSU sebesar 1.8 jt. Gak pikir panjang lagi, besoknya saya beliin cincin emas 2 gram buat persiapan ngelamar istri saya Desember 2020.
1 tahun kemudian setelah semua seserahan siap, biaya pernikahan siap, dapat restu dari orang tua. Kami resmi menikah dan jadi temen ngobrol seumur hidup.
Jodoh bisa datang dari mana saja, kapan saja. Kalau memang sudah tepat waktunya pasti akan segera dipertemukan belahan jiwa kalian meskipun dengan cara yg bahkan kitanya sendiri gak ada niatan buat nyari pasangan dari sosial media. ❤️
#NasihatPernikahan
Sebelum melamar doi, saya izin dulu ke orang tua. Mereka ngasih nasihat, kurang lebih gini.
"Kalo mau nikahin anak orang, bayangkan sosok orang tuanya, ketika membimbing, melindungi, memberi contoh ke anaknya."
"Setelah ijab qabul, tanggung jawab orang tuanya akan dialihkan ke kamu, sebagai kepala keluarga baru. Konsekuensinya harus bisa jadi teladan, gak boleh menyakiti, dan menggantikan peran ayahnya"
"Gak bisa lagi, seenaknya sendiri. Bukan berperan sebagai temen, tapi sebagai suami. Kalo mau marah atau nyakitin, inget lagi gimana orang tuanya nitipin ke kamu."
Sebagai bapak bapak yang punya dua anak perempuan.
Ngurusin anak tuh menyenangkan sekali, sungguh.
Stress release sekali buat gue.
Mbak di rumah pernah tiba tiba bilang, "Pak saya ga enak kalo bapak yang mandiin makanin anak anak pagi pagi"
Lah gue emang senenggggg, gimana dong wkwkwkwk.
Ini menarik banget buat dibahas krn seringnya kejadian pada usia remaja/muda.
Kok bisa tulang yg kena tumor ganas bisa ngehasilin penampilan duri2 tajem kek gini?
Terus tanda gejalanya gmn? Bisa ketahuan lebih awal ga supaya segera ditangani sebelum jd begini?
Aku jelasin pake bhs bayi. Simak & bookmark utas ini ya!
Ngerii 🤦 Astaghfirullah..
Tadi malam saya liat video salah seorang dokter, beliau kedatangan pasien laki-laki usia sekitar 23 tahun yang teriak-teriak kesakitan sembari memegangi bagian belakangnya.
“Tolong dok, sakit sekali, ada yang keluar dari bagian belakang saya..”
Dikira dokter ini pasien kena ambeien, ternyata b0ti yang dapat ‘hadiah’ tipis-tipis. Si B0ti ini kena prolaps ani, atau keluarnya usus besar dari dalam dubur karena penguncinya sudah dol akibat terlalu sering melakukan hal-hal yang seharusnya ngga dilakukan. Ngertilah ya.
Para wanita yang kena ambeien pasca melahirkan saja udah tersiksa sekali, apalagi ini keluar usus menonjol, berdarah-darah. Subhanallaah..
Pertanyaannya, masih mau jadi b0ti?
Sc FB : Rbayuaji
🚨18+
kronologi kasus chat grup mahasiswa FH UI yang disusun ulang secara sederhana dan netral:
1). Pada 11 April 2026 malam, akun X bernama @sampahfhui mengunggah thread berisi tangkapan layar percakapan dari sebuah grup WhatsApp mahasiswa FH UI. Isi obrolan tersebut berupa komentar vulgar sehari-hari, objektifikasi tubuh perempuan, lelucon cabul terhadap foto Instagram mahasiswi, serta penggunaan frasa seperti “diam berarti consent” dan “asas perkosa”. Thread itu dengan cepat menjadi viral dan ditonton jutaan kali.
2). Diduga Anggota grup tersebut bukan mahasiswa biasa. Banyak di antaranya menjabat sebagai pimpinan organisasi kemahasiswaan, ketua angkatan, serta calon panitia ospek. Beberapa nama yang muncul dalam screenshot antara lain VH, IK, DY, RM, SP, dan beberapa lainnya.
3). Keesokan harinya, 12 April 2026, Fakultas Hukum UI menerima laporan resmi mengenai dugaan pelanggaran kode etik mahasiswa yang juga berpotensi mengandung unsur tindak pidana terkait pelecehan seksual.
4). Pada hari yang sama, Dekan FH UI Parulian Paidi Aritonang mengeluarkan pernyataan resmi. Fakultas mengecam keras konten yang merendahkan martabat manusia dan bertentangan dengan nilai etika akademik. Mereka menyatakan sedang melakukan penelusuran dan verifikasi secara serius serta menyeluruh, sambil meminta publik menahan diri dari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
5). Berbagai organisasi internal seperti BEM FH UI dan badan semi otonom lainnya juga mengeluarkan pernyataan sikap yang mengutuk perilaku tersebut dan mendukung proses penanganan.
6). Hingga 13 April 2026, kasus ini masih dalam tahap investigasi internal Fakultas Hukum UI. Belum ada pengumuman nama resmi yang terbukti terlibat maupun sanksi yang dijatuhkan. Publik terus menanti langkah konkret dari pihak kampus.
🌱saya kira kasus ini menjadi pengingat yang cukup keras bahwa, di sebuah fakultas yang seharusnya menjadi tempat lahirnya pemahaman hukum dan etika yang tinggi, masih saja ditemukan sikap yang meremehkan batas-batas penghormatan terhadap sesama.
🌱harapan kami, proses yang sedang berjalan tidak hanya membersihkan nama baik institusi, tetapi juga menjadi pelajaran nyata agar budaya semacam ini tidak lagi dianggap sebagai “guyonan biasa” di kalangan mahasiswa.
cc : @lowongandosenx / @dosenkesmas / @habiburokhman / @taufikbasari / @oncemkl