penjelasan bahlil soal krisis batu bara PLN dan kenapa ada pemadam listrik bergilir di sejumlah daerah:
- Kebutuhan PLN 154 juta ton, baru terkontrak 134 juta ton kurang 20 juta ton
- PLN butuh batu bara kalori medium, tapi stoknya makin menipis
- Harga DMO dipatok $70, padahal harga pasar sudah $10-12 lebih tinggi perusahaan tambang rugi kalau jual ke PLN
- Presiden turun tangan, bentuk tim khusus (PLN, Irjen, Dirjen Minerba, BPKP)
- Rapat sampai 5,5 jam cuma buat benerin simpang siur data
jadi kenapa ada mati lampu baru baru ini PLN kekurangan batubara untuk listrik
padahal kita penghasil batubara terbesar di dunia
Dan masih banyak yang membela dengan playing victim... Bukan memperbaiki diri tapi mencari celah kesalahan untuk dipermasalahkan, sebagai alasan untuk tidak mendengarkan. Allah balas.
Kenapa setiap kritik dibalas pembungkaman, dan setiap masukan ditanggapi dengan emosi? Karena yang diberi saran memiliki ego yang lebih besar dibandingkan otak yang lebih pintar.
Disuruh santun di sebuah negara yang meledek rakyatnya adalah sebenar-benarnya anomali
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Qodari, menjawab tuntutan BEM UI hari ini:
"Kenapa jangan berhenti? Ada ibu hamil. Emang hamilnya bisa berhenti? Ada ibu menyusui. Emang bayinya disuruh berhenti menyusu?"
Pertanyaan bagus, Pak.
Sekarang izinkan rakyat yang balik tanya:
๐ JanuariโSeptember 2025: ribuan anak keracunan massal dari MBG, tercatat Kemenkes dan dilaporkan publik
๐ ICW: 102 yayasan pengelola MBG di 38 provinsi terafiliasi politisi, aparat, dan militer. Bukan dipilih berdasarkan kompetensi gizi
๐ Biaya bangun dapur SPPG: antara Rp600 juta sampai Rp2,5 miliar per unit, tanpa standar harga yang jelas , ICW sebut ini indikasi mark-up
๐ Transparency International Indonesia sudah peringatkan sejak Juni 2025: MBG "dikepung risiko korupsi sistemik"
๐ Juni 2026: tiga pejabat BGN : Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, Lodewyk Pusung , ditahan Kejaksaan Agung atas dugaan korupsi tata kelola MBG
Anggaran program ini: Rp335 triliun APBN 2026.
Jadi bukan mahasiswa yang mau menghentikan ibu hamil menyusu, Pak.
Yang diminta dihentikan adalah program senilai Rp335 triliun yang terbukti keracunan massal, dikelola yayasan afiliasi partai, dan sudah memenjarakan tiga pejabatnya sendiri.
Atau semua itu belum cukup untuk disebut masalah?
Nangis lagi ๐
Bosan lihatnya.. mblenegh
Kebanyakan drama & akting.
Pengin lihat tangisan yg bukan drama saat dicokok Kejagung nanti.
Smoga disegerakan..
Amin ๐๐ป
@dimarsasongko98@monsterkaraoke_ Yang salah itu ya pemerintah daerah penyangga Jakarta, yang cuma mau enaknya sendiri. Diminta kerja sama tapi gak mau nyumbang dana.
Minggu, 7 Juni 2026. Presiden Prabowo di Sekolah Rakyat Tabanan, Bali:
"Saya sering diejek sampai sekarang. Kalau kita diejek, balas dengan sopan santun."
Di minggu yang sama:
a. Saiful Mujani, Guru Besar UIN, diperiksa polisi 5,5 jam, dicecar 37 pertanyaan
b. Feri Amsari, pakar hukum tata negara, diperiksa polisi 4 jam
c. Dua ibu di Lombok dipanggil polisi karena posting MBG ada belatung
d. IRT di Bima dipanggil polisi karena kritik menu MBG tidak layak
Balas dengan sopan santun.
Tapi yang mengkritik tetap dipanggil polisi.
Pak Presiden, nasihat itu berlaku dua arah , atau cuma untuk yang diejek, bukan yang mengejek?
Jangan tanggung2 sekalian kalo bisa tahun ini 2x lipat keluar negerinya. Super strategis kan? Kalo super strategis, jangan pulang2 semua negara didatengin dulu, baru pulang.
Om @habiburokhman , lo bilang bilang kritik Dino "tidak berbasis fakta" , terus lo sendiri ngasih contoh Trump yang rajin ke LN buat justify Prabowo.
Oke, mari kita cek faktanya:
Trump dalam setahun pertama jabatan ke-2, pergi ke LN 8 kali.
Prabowo? 53 kali dalam 20 bulan : sekitar 4-5x lebih sering dari presiden negara adidaya yang lo jadiin contoh sendiri.
Jadi siapa yang "tidak berbasis fakta"?
Soal etika mantan pejabat ngkritik penerusnya , Dino itu PhD LSE, diplomat karir, mantan Dubes RI untuk AS, bukan politisi.
Kritik berbasis data dari orang yang hidupnya di dunia diplomasi itu justru paling relevan.
Yang nggak etis itu kalau ada anggota DPR nutupin fakta pake argumen "nggak sopan."๐คฎ
https://t.co/UNpMZ7WfBp
Wajah orang yang dimarahi itu tidak bisa bohong. Lihat paspampres yang bawa payung lalu dipelototi Teddy itu, ekspresinya gak bisa bohong.
Entah kenapa dia bawa payung, entah pula kenapa Teddy melotot begitu. Tapi ekspresinya jujur.
Teddy kan merasa berkuasa, jadi wajar dong melotot ke bawahan?
Masalahnya, "kuasa" Teddy itu nebeng. Bukan miliknya sendiri, tapi "pinjaman" dari jabatan presiden yang cuma lima tahun (itupun maksimal dua periode).
ASN dan orang lama di sana bisa sabar menunggu Teddy lengah (jika mau nakal), atau presiden sudah lengser. Mereka sadar betul Teddy numpang lewat, sementara mereka tetap di sana setelah Presiden (siapa pun) purna jabatan.
Itu sebabnya mereka bertahan. Dan saya yakin bukan demi Teddy juga, tapi untuk sistem yang tetap jalan sesudah dia tidak ada.
"Bocah tengik. Norak amat jadi orang. Untung aja cuma lima tahun doang." Mungkin begitu batin mereka.