i thought that i had everybody on my side, but i went and blew it all sky high, and now she won't even spare her passing glance, all because i ripped my pants
Konsep “demo tapi mendukung” saja sudah aneh.
“Tapi kan, Bang, ada demo dukung Palestina?”
Jadi gini, dek.
Gerakan dukungan itu tetap masuk akal kalau arahnya membela pihak yang tertindas atau menekan pihak yang punya kuasa.
Demo dukung Palestina, misalnya, bukan membela kekuasaan.
Itu bentuk solidaritas kepada korban dan tekanan moral kepada negara/lembaga internasional.
Nah, ketika ada yang turun ke jalan untuk membela pemerintah yang sedang berkuasa, apalagi di saat pemerintah itu sedang dikritik...
monyet bodoh yang baru lahir saja tahu kalau itu bukan gerakan murni, tapi bagian dari upaya mengamankan narasi kekuasaan.
always, weaponized incompetence lanang direspon lucu-lucuan.
men said ga pernah nuntut apa-apa ketika perempuan kritik something, yes bcs most of the time udah dilayani duluan.
Seneng banget gua, dunia Jurnalistik Indonesia dah MUlai kembali ke era dulu. Ga cuma dapat rilis, copy-paste-publish lagi.
Yuk kembalikan era Jurnalis investigasi lagi,
Lokasinya ada, koordinatnya ada, foto dan video ada.
Tinggal datang ke kantor BGN minta data SPPG tersebut.
Selain boycott brand zionis, sy pribadi juga suka boycott brand yang ngendorse influencer problematik
Terakhir stop beli sabun mama lemon sama mie momogi premium yang ada gambar muka chef arnold penipu brengsek kontol anjing buzzer rezim tai anjing ga sudi gw liat muka lo di dapur gw
Makian ini juga berlaku buat brandnya yang tone deaf dan ga riset sama sekali
Boycott brand lokal itu ga kalah impactful