JERITAN TANPA SUARA ORANGUTAN
Seekor Orangutan bergelantungan di pohon-pohon kering tengah malam pada Jumat (25/9) di perbatasan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Ramban dan PT.MJSP. HTR Ramban berada di Dusun Ramban, Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotawaringin Timur.
Beruntung tim WRU SKSDA 2 dan Orangutan Foundation International (OFI) melakukan penyelamatan di lokasi keberadaan orangutan berupa vegetasi sawit yang masih terbakar.
Orangutan yang diberi nama “Sindi” berjenis kelamin betina, berumur sekitar 20 tahun dengan berat 32 kilogram.
Selanjutnya Sindi dibawa ke Pangkalan Bun dan saat ini berada di Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ).
Ke depan Sindi akan dikembalikan di alam Lamandau tepatnya di Site Sungai Teringin SM Lamandau.
📹: bksda_kalteng
In case udah ga lewat di algoritma kalian:
1. Hari ke-9 ratusan orang hilang & blm ditemukan, di tragedi kapal Virgo
2. Hari ke-37 korban gempa NTT di tenda pengungsian, kabar terakhir 94 meninggal di pengungsian karna minim fasilitas
3. Karhutla Kalimantan masih blm selesai
4. Anggaran alat kesehatan TBC di thn 2027 dipangkas jadi 0 rupiah
5. Keracunan MBG bertambah, SPPG yg ditutup buka lagi
Kalauada update lainnya boleh ditambahkan
Mau lebih brutal? Ketik: older_than:2y has:attachment
Semua email lebih dari 2 tahun yang ada attachment.
Lo butuh email dari 2022? Probably not. Mass delete.
Gmail cleanup - yang paling efektif.
Buka Gmail, ketik di search: has:attachment larger:10M
Ini semua email dengan attachment gede. PDF e-book. Video dari client. Foto liburan 2019.
Delete yang gak penting. Gue dapet 4GB dari sini doang.
Telah nyata kerusakan di darat dan di laut karena ulah tangan manusia. (QS 30:41)
Catatan reflektif tentang bencana…
Rangkaian badai, tanah longsor, banjir bandang, gunung meletus, hingga satwa yang kelaparan belakangan ini jangan hanya kita pandang sebagai musibah alam, tetapi wajib dipandang sebagai cermin diri.
Badai, hujan lebat, gunung meletus, adalah peristiwa alam yang telah berlangsung jutaan tahun. Namun, kita memperparah dan mengubahnya menjadi bencana ketika kita memperlakukan alam tanpa etika. Tata ruang dilanggar, hutan ditebang habis, pesisir dicemari, habitat satwa dihancurkan.
Ingat kan di masa kampanye lalu kita pernah sama-sama membahas tentang pentingnya tobat ekologis, yaitu mengakui dosa kolektif kita pada bumi, lalu mengubah cara kita hidup dan cara negara mengelola kuasa?
Kita perlu mengakui bahwa kerusakan ini adalah hasil pilihan kolektif, mulai dari kebijakan yang lemah, mengabaikan analisis risiko, pengawasan yang longgar, serta ketidakpedulian ketika aturan dilanggar demi keuntungan jangka pendek yang hanya dinikmati sebagian orang.
Hari ini kita harus jujur bahwa kita terpaksa hidup berdampingan dengan bencana. Terlalu sulit untuk mencegah semuanya. Iklim sudah berubah, bentang alam sudah banyak dilukai. Namun, kita masih bisa mengurangi risikonya, sembari terus berusaha memperbaiki kerusakan alam.
Caranya, dengan tata kelola yang transparan, penegakan hukum yang tegas, gaya hidup yang lebih ramah bumi, keberanian berkata “tidak” pada proyek yang merusak, serta mendidik dan membiasakan mitigasi bencana secara serius bagi seluruh masyarakat.
Ini mungkin unpopular opinion: bumi tidak peduli pada kita, dan bumi tidak butuh kita peduli padanya. Bumi akan terus berputar, dengan atau tanpa manusia. Yang sedang terancam punah bukanlah planetnya, tapi keberlangsungan hidup kita sendiri. Maka kitalah yang butuh peduli pada bumi.
Tobat ekologis, sebuah pengingat dari Paus Fransiskus, adalah upaya yang harus kita jalankan untuk mengembalikan batas. Batas serakah, batas abai, batas melanggar aturan. Demi bumi yang lebih layak dihuni untuk anak dan cucu kita semua. •••
@tanyarlfes Hindia Belanda (Indonesia) adalah satu-satunya koloni Belanda yang menggunakan gambar budaya lokal pada mata uangnya. Di koloni lain seperti Suriname dan Karibia Belanda, desain mata uang mereka umumnya menampilkan simbol kerajaan Belanda, tokoh Eropa. (Gulden seri Wayang)
Millions of Indonesians are currently sharing this blue picture saying “Emergency Warning.” What is happening in Indonesia?
🧵A THREAD🧵
In less than 72 hours ...
Demokrasi Indonesia kembali berada di persimpangan krusial. Nasibnya ditentukan hari-hari ini oleh Ibu/Bapak wakil rakyat di DPR yang masing-masing dari mereka memegang titipan suara ratusan ribu rakyat Indonesia. Ibu/Bapak ketua partai memanggul kesempatan dan tanggung jawab yang sama pula saat ini.
Kita sampaikan harapan kuat kepada mereka semua agar berpikiran jernih dan berketetapan hati mengembalikan konstitusi dan demokrasi Indonesia kepada relnya, sesuai cita-cita reformasi. Semoga setiap mereka menjadi bagian yang dicatat dengan baik dalam sejarah perjalanan bangsa.