Jadi, ada kabar sedih dari Kalimantan Selatan. Ternyata ada situs bersejarah keren banget di sana, yaitu ratusan lukisan dinding gua yg umurnya udah 2.000 tahun. Lukisan ini jadi saksi bisu kehidupan leluhur kita zaman dulu.
Sayangnya, sekarang keberadaan situs ini lagi terancam gara2 ekspansi kebun sawit di sekitarnya. Masalahnya, akar pohon sawit, perubahan suhu di dalam gua, sampai sisa pupuk kimia bikin lukisan kuno ini perlahan rusak dan memudar.
Mumpung postingan MBG masih anget.
Saya mau sharing dikit tentang pelaksanaan MBG di tempatku bekerja.
Sekolah kami sudah beberapa minggu ini AKHIRNYA kebagian MBG juga. Pada mulanya sekolah menolak. Tapi kata dinas, sekolah tidak boleh menolak; yang boleh menolak adalah orang tua siswa. Dan jadilah divoting berapa yang mau menerima MBG, dan diberikan jumlah omprengan sesuai dengan yang mau menerima. Jadilah sekolah kami menjadi penerima MBG.
Sebagai latar sedikit, sekolah kami itu rata2 menengah ke atas. Yang sekolah aja ada yang pake Hyundai Kona. Liburan ke luar negari. Kalau lulus kuliahnya kedokteran, PETRA, atawa ke luar negeri. Saya di sana mengampu persiapan SAT bagi mereka yang mau ke LN (sambil tipis2 ngajarin mereka investasi saham pakai simulator).
Sekolah ternyata memang "agak" dipaksa untuk menerima MBG. Jika menolak, ada kemungkinan BOS-nya juga akan ditarik karena dianggap sudah mampu. Dan saya mendengar hal yang sama juga dialami beberapa sekolah lain yang muridnya banyak menengah ke atas.
Untungnya SPPG-nya lumayan. Minimal dari beberapa minggu ini saya amati menunya lumayan. Ayam teriyaki, ayam pop corn; buahnya jeruk potong, semangka, melon, dll. Kalaupun ada kekurangan, hanya masalah porsi. Tahu sendiri anak2 usia SMA, terutama yang cowok2, porsi makannya kayak apa.
Dari pengalaman ini saya melihat bahwa sebenarnya BGN itu hanya ngejar angka. Berapa jumlah siswa yang menerima MBG, berapa sekolah, dll. Mereka tidak peduli apakah itu tepat sasaran atau tidak. Lah, sekolah kami yang murid2nya lebih dari mampu juga diberi MBG. Dengan "sedikit" paksaan lagi, kalau menolak akan ditarik dana bantuan pemerintah.
Anak2 mungkin senang2 saja dikasih makan gratis. Tapi yang mengeluh adalah ibu kantin yang omsetnya mulai turun.
Dan siapa yang paling dirugikan? Tentu saja mereka yang bisa jadi tidak menerima gaji karena anggaran negara mulai seret diserap oleh MBG: para PPPK, guru dan nakes. Bahwa setiap bulir beras MBG kepada yang tidak berhak bernilai tetes darah mereka yang mengabdi sebagai pegawai dan terancam tak digaji.
cpns guru trakhir 2019, pppk dipecat, tp mbg ttp jalan, pd akhirnya sekolah cuma buat makan gratis, siapa yang ngajar??
di sekolah negeri aja 30-50% gurunya pppk, honorer 10-20%, sisanya PNS 40-50% (ini termasuk yg mepet batas usia pensiun).
bikin kebijakan mbok ya napak tnah
Gebrakan dari Desa Berjo, setelah membuat program semua bisa sarjana, semua bisa sejahtera, dan semua bisa sehat. Kini, mereka bagi2 THR ke semua warganya.
Inspiratif! 🤩
Gajah makan 150kg sehari tapi gak merusak dan hutan tetap lestari,
Sedangkan manusia hanya makan 3 piring sehari tapi hutan rusak, gunung dan bukit rata dan pulau pun hancur.
Gak cukup sampai disitu, gajah nya pun masih di sakiti, di buru, di bunuh dan di ambil gading.
Sejahat itu manusia 😭
Tinggal sepekan jelang Ramadhan… 😭😭
Di bawah atap rumah, dengan deru air dan gesekan sekop dengan lantai semen menjadi irama harian di kawasan Meunasah Raya, Pidie Jaya.
Hanya berjarak sepekan sebelum fajar pertama Ramadan 1447 H menyingsing, warga tidak sedang sibuk menyiapkan mukena atau merencanakan menu sahur, melainkan bergelut dengan lumpur pekat sisa banjir bandang.
Dalam sebuah unggahan viral yang menyayat hati, terlihat seorang pria dengan seluruh pakaian terlumuri tanah cokelat, bahu-membahu menyingkirkan endapan lumpur yang masuk ke dalam rumah. Tak ada keluhan yang terucap, melainkan “Semangat💪”.
Perlombaan melawan waktu bagi warga terdampak banjir di Aceh, pekan ini adalah waktunya mereka harus memastikan tempat tinggal dan rumah ibadah (meunasah) bersih dari kotoran sebelum bulan puasa dimulai.
Solidaritas di tengah musibah meski raga nampak lelah, semangat kolektif warga justru menguat.
Video tersebut memicu gelombang simpati di media sosial. Para penyintas banjir berharap uluran tangan dari pemerintah maupun relawan dapat mempercepat proses pemulihan infrastruktur air bersih yang sangat vital untuk keperluan berwudu dan memasak saat Ramadhan nanti.
Di balik tumpukan lumpur ini, ada harapan besar bahwa kesabaran mereka dalam menghadapi ujian bencana akan berbuah keberkahan saat bulan suci tiba. Bagi mereka, membersihkan rumah bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan persiapan batin untuk menyambut bulan yang penuh ampunan dalam keadaan suci.
Semangat menyambut bulan suci!
Sc: infobandaacehs
BREAKING:
Pemerintahan Prabowo Digugat karena Dinilai Abaikan Dampak Krisis Iklim
Di tengah bencana yang kian sering dan parah akibat krisis iklim, pemerintah justru menerbitkan kebijakan yang berpotensi memperburuk situasi. Kementerian ESDM telah mengesahkan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2026–2060, yang memperpanjang penggunaan batubara dan gas, membuka risiko deforestasi besar-besaran, serta mengandalkan "solusi palsu" seperti co-firing biomassa & CCUS.
Apa yang terungkap di persidangan? Ini rangkumannya 👇
HALLO GUBERNUR NTT!
Sekolah ini bukan sekolah bayangan, SMPN 48 Sa Ate Gaikiu adalah satuan pendidikan resmi dengan NPSN 70048862 yang terdaftar di Kemendikdasmen.
Namun, status Negeri belum menjamin mereka mendapatkan atap yang kokoh atau bangku yang layak.
Sumber : via ; tiktok/Niam Aris.
@Kemdikdasmen@HumasNtt
VIRALKAN : SEORANG IBU IBU LANSIA MARAH MARAH DI BAGIAN PELAYANAN HUKUM DKI DAN BAGIAN ADMINISTRASI PEMERINTAHAN KARNA TANAHNYA SUDAH S3KIAN TAHUN DIAMBIL PEMERINTAHAN DKI TAPI TIDAK ADA PENYELESAIAN PEMBAYARAN . SETIAP DATANG DIHAMBAT UNTUK KETEMU BIRO HUKUM DKI.
SEEKOR CELENG BISA JAUH LEBIH PEKA TERHADAP BENCANA EKOLOGIS, KETIMBANG SEJUTA PEJABAT NEGARA.
Celeng lari sebelum longsor.
Warga teriak sebelum longsor.
Ilmuwan mengingatkan sebelum longsor.
Pejabat negara ?
Gubernur Parcok ?
Menunggu longsor,
lalu menuding hujan.
.
.
Such a f*ckhead !!!
Modus janji plasma sawit berujung pada penguasaan lahan untuk tambang batu bara. Meski warga memegang SHM, BPN Kalsel membatalkan 717 sertifikat tersebut pada 2019 dengan dasar klaim perusahaan dan SKT dokumen yang secara hierarki hukum lebih rendah dibanding SHM.
Baca di sini: https://t.co/WJ2cEDfX1c
~TR #KalimantanSelatan #KonflikAgraria
Gajah mati di rumahnya sendiri. Di hutan yang rimba dahulu, kini terbuka cerah bak kebun. Nyatanya memang kebun, ya kelapa sawit.
Kemarin gajah di Riau mati mengenaskan tanpa kepala. Beberapa waktu lalu ada juga yang mati di sekitar kebun sawit. Beberapa juga dianggap hama oleh warga di sekitar perkebunan.
Meskipun ada rumah bernama hutan lindung dan taman nasional (tesso nilo dan bukit barisan). Tapi ia terus kehilangan rumahnya.