inilah wajah wajah WNI yang menggugat MBG ke MK:
- Miftahul Arifin — Ketua Taman Belajar Nusantara
- Umran Usman — Divisi Hukum dan Advokasi Taman Belajar Nusantara
- Dzakwan Fadhil Putra Kusuma — mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
- Muhammad Jundi Fathi Rizky — mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
- Rikza Anung Andita — mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
- Sae'd — seorang guru honorer
Pernah terbayang di benak kalian Pram menulis cerita misteri semi horror? Atau setannya cuma hook supaya ceritanya dibaca? Simak ceritanya!
Mbah Ronggo dan Setan-setannya oleh Pramoedya Ananta Toer, Majalah Star Weekly No. 541, 12 Mei 1956.
"saya diserang krn memberi makanan bergizi krn dianggap pemborosan"
"tapi ribuan trilliun duit hilang dari Indonesia tidak ada yg protes, tidak ada investigasi"
negok kiri nengok kanan nunduk awokawok
Jujur bosen sama diskursus ini, tapi kalo kalian nyari penulis fiksi yang political stancenya jelas kiri, anti-otoritarian, tidak misoginis (sepertinya), berpihak ke kelompok tertindas, dan nyastra, kusaranin baca beliau:
POTRET KEADILAN MINGGU INI!!!
Terduga pemilik emas 74 KG: Bebas berkeliaran
Terduga pembuat meme: Dijemput paksa, ditekan, dan kemungkinan ditahan
Mungkinkah di Republik yang katanya hukum itu adil, selembar gambar meme dianggap jauh lebih berbahaya dan mengancam negara dibanding kejahatan TPPU yang bernilai ratusan miliar itu.
Keadilan di negeri ini tidak lagi sekadar runtuh, Wak. Ia sudah mati di ujung tanduk!
Tengok saja ironi ini wak
⏳️ Kawan mereka digeledah, ditemukan tumpukan harta haram, tapi masih bisa tersenyum bebas. Bahkan proses penggeledahannya dikawal ketat oleh aparat militer.
⏳️Sementara kawan kita, yang hanya membuat meme satire, diperlakukan layaknya teroris kelas kakap. Dijemput paksa, ditekan mentalnya, hak-hak dasarnya dirampas, bahkan sampai detik ini kita kesulitan dapat kabar
Wahai fren² awak sekalian, pasang telinga dan buka mata kalian lebar-lebar. Hari ini, jika kita memilih diam melihat kawan kita ditekan dan dikriminalisasi, percayalah... esok atau lusa, giliran mulut kita yang akan dilakban rapat-rapat!
Jika semua orang ditiup rasa takut dan memilih bungkam, lalu di mana lagi letak esensi NEGARA DEMOKRASI yang selama ini mereka dongengkan di pidato-pidati kekuasaannya?
Awak mengajak kalian semua untuk merapatkan barisan, naikkan volume suara kita, dan penuhi linimasa untuk melawan pembungkaman ini!
#BebaskanKawanKami ✊🔥🔥
Sering saya bertanya-tanya, kenapa Pramoedya A T dianggap berbahaya bagi penguasa? PAT dipenjara 3 penguasa yang berbeda: 1. dipenjara oleh kolonial Belanda, 2. Pemerintahan Sukarno, 3. Pemerintatah Soeharto.
Di masa kolonial ia di penjara tahun 1947-1949 krn dituduh terlibat dalam perlawanan, terkait pada novel berjudul sepuluh kepala NICA.
Di masa Sukarno dipenjara karena membela kaum tionghoa yang mengalami diskriminasi, sehubungan dengan buku Hoakiau di Indonesia
Di masa Soeharto dipenjara 14 tahun, dalam penjara ia menulis tetraloginya.
Mengapa tulisan PAT sedemikian ditakuti?
Alasannya ada di tiap pesan novel atau karya tulisannya, PAT selalu setia menulis tentang kisah penindasan yang dilakukan penguasa. Apa yg ditulis adalah kritikan thd kekuasaan. Namu, tidak hanya penindasan, yg ditulis PAT lebih dari itu, yaitu sebuah perlawanan, menang atau kalah tak jadi soal, yg penting sudah melawan kekuasaan yg menindas. Tampaknya penguasa tak ingin tahu apa yg ditulis PAT, seperti pada novel Arus Balik dan Gadis Pantai :
"Aku belum pernah jadi Islam, aku tak kenal dewa-dewanya. Tapi aku pernah melawan Peranggi, biarpun sudah kalah sebelum bertarung, Dan aku akan tetap melawan."
-Arus Balik- Hal. 243
“Mbok, kau mau lawan kejahatan ini dengan tanganmu, tapi kau tak mampu. Maka itu kau lawan dengan lidahmu. Kaupun tak mampu. Kemudian kau cuma lawan dengan hatimu. Setidak-tidaknya kau melawan.”
-Gadis Pantai-
Sikap terus melawan ini lah yg tak diinginkan oleh tiap penguasa manapun.
DAY 1 MBG di sekolah.
Siswa gak mau ambil. Akhirnya dibuang semua. Seperti biasa.
Kemarin ada rencana mengalihkan MBG hanya ke sekolah 3T, tapi karena “investor” dapur SPPG protes termasuk SPPG-nya Polri dan TNI ya gak mungkin terlaksana.
Sudah terlalu banyak yang nyemplung sehingga banyak yang merasa dirugikan jika dihentikan.
Meskipun mereka sudah untung banyak.
APBN yang tekor. Yasalam