Kapan Harus Memakai Machine Learning (ML) DAN Kapan Harus Memakai Simulasi (Rumus) Fisika?
Banyak programmer salah pilih: mahal!
Tulisan ini ditulis secara sederhana sebagai sebuah pengantar
[Utas]
@txtdrprogrammer@HIMAFI_ITB@physicsitb
melihat twitt BigAlpha ini, saya jadi teringat cuplikan chart dari Bloomberg Finance tentang Perbandingan performa Rupiah kita;
sejak kemenangan Pak Prabz
Dibandingkan dengan 2 benchmark indeks di emerging Market (EM) .
Terlihat jelas, Rupiah mengalamai pelemahan/depresiasi
jika dibandingkan lebih luas, dengan beberapa negara EM lainnya mungkin mengalamai pelemahan mata uang juga tetapi hanya sekitar -2%
dibandingkan dengan negara EM lainnya di wilayah Asia tenggara, drop palingan sekitar -5% .
Sedangkan Rupiah kita?
-15 %
MINESS LIMA BELAS PERSEN !!!
This is not a โglobal EM sell-offโ story. The rest of emerging markets (and even SEA neighbors) held up much better.
Ada 'SPESIFIC FACTORS" yang bikin kita jadi selemah ini. yups, Indonesia-specific factors are driving the extra weakness.
kalian perhatikan itu? ada DEADCROSS sejak awal 2025?
tembus -2% dan terus melemah.
KALIAN TAHU apa yang terjadi di sana?
yups, Prabz' Makan Bergizi Gratis (MBG)
(Free Nutritious Meal Program) began rolling out in January 2025 ...
Jadi jelas, suka ga suka, Rupiah selemah ini karena ada pengaruhnya dari MBG ini juga.
(IZZINNNN menyampaikan fact)
This timing is very clear on the chart and matches real-world events: massive fiscal spending (hundreds of trillions Rp budgeted for MBG) mengingkatkan rasa cemas para investors terkait budget deficit, inflation, subsidies, dan semua dispilin fisla lainnya.
Sadar gak? hingga saat ini, Rupiah beneren belum pulih/recovered. Sepanjang 2025 kita cuman gerak di area weak range (-8% to -13%) , then broke lower again toward the end (hitting the -15% mark beberapa hari lalu) ...
nasib , oh nasib.
jadi gimana?
Saya cuman mau jelasin tentang PERFORMA MATA UANG RUPIAH kita dengan data dari Bloomberg yah !
bukan mau jelekin MBG.
๐ค
Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi.
Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas".
Saya tolak, ngga mau bohong & zalim.
Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka.
Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua.
Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan.
Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan:
Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri.
Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong.
Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran.
Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak.
Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.โ
Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran.
Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar.
Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia.
Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe.
Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif.
Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah.
Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan.
Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir.
Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan.
Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan...
Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan.
Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini.
Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini.
Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara.
Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.
Major story spoilers for the upcoming James Bond game 007: First Light are reportedly circulating online, following a leak that originated from the Indonesian Ratings Board. https://t.co/y9vDZBKKjO
1.000.000++ PENONTOOOON! ๐๐
Udah masuk ke dunia Na Willa dan membuat hati mereka bahagia โฅ๏ธ
Tanpa kalian, dunia Na Willa tidak akan terasa begitu berwarna dan menyenangkan. Terima kasih untuk setiap cerita, ulasan, dan rasa yang kalian bagikan untuk Na Willa ๐ง๐ป
Sekarang giliran kamu ajak orang tersayang, jadi orang paling #BahagiaBarengNaWilla di bioskop! ๐ฟ
They really skipped "maafkanlah dosa para pemimpin kami" and went for "jadikanlah pemimpin kami pemimpin yang jujur, adil, dll..." on the prayers today ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ