Ini bukan cuplikan film pertenatangan kelas dan eksploitasi kelas bawah oleh super wealth people macam hunger games atau squid game
Ini pemandangan real di negara yang presidennya pernah ngomong rakyatnya sebenarnya gak pingin kaya ๐
Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
Dalam interview pertamanya saat mulai menangani LFC, Jurgen Klopp mengucapkan kalimat seperti dalam gambar di bawah
Dan saat Klopp pamitan, kalimat itu diabadikan, di salah satu sudut di AXA Training Centre. Dan layak jika ditempatkan di AXA, sebagai pengingat, prinsip, ideologi bagi pemain yang hampir setiap hari berada di sana.
Sebagaimana tujuan Shankly menyematkan This Is Anfield sign di atas tunnel Anfield.
Klopp berhasil nanem prinsip itu dalam diri para hampir semua pemain yang dia datangkan.
Tidak melulu pemain dengan kontribusi atau skill luar biasa. Bahkan pemain yang statusnya squad player pun, saat sudah ninggalin klub, seperti tetap mendapat soft spot, di hati supporter.
Bukan tanpa alasan, tapi karena komitmen tiap dikasih kesempatan main.
Origi, Takumi, Tsimikas, Endo, yang ga banyak tingkah, Thiago yg emang skillful tapi intim dengan cedera. Nunez dengan chaos nya. Atau bahkan Ozan Kabak, yang cuma berstatus pinjaman,
Karakter, komitmen
Besok, akan ada 2 lagi pemain pembelian sukses di era Klopp, yang jadi core nya tim, yang akan berpamitan.
Keduanya, seperti manifestasi nyata dari kalimat Klopp tersebut.
Mo Salah yang didatangkan dari Roma dengan bandrol cukup mahal waktu itu, sempat diragukan publik sepakbola, khususnya Inggris.
Andy Robertson, pembelian "murah" klub waktu itu, dianggap cuma akan jadi squad player.
Lihat deretan prestasi yang dibuat oleh 2 pemain ini saat meninggalkan klub. Masing masing juga menjadi pemegang rekor pribadi untuk metrik tertentu di kancah sepakbola Inggris.
Kalian siap? Bakal mewek gak besok?
Ditinggal Mo & Robbo, saat klub sedang sakit parah begini?