Korban bullying itu pilihannya cuma dua, melawan atau pelan2 hancur sendiri.
Kedengarannya kasar, tapi emang realitanya gitu.
Aku punya tetangga, anaknya jadi korban bullying.
Awalnya dia cuma kelihatan pendiam, sering melamun. Lama2 kondisinya makin gak stabil, sampai pernah tiba2 bawa sajam tanpa sadar.
Untungnya sekarang dia mulai membaik karena rutin ke psikiater.
Tapi yang bikin miris, pelakunya gak kena teguran apa2.
Padahal keluarga udah lapor ke pihak sekolah.
Jadi kita sering bilang "lapor aja, jangan diam" Tapi kalau sistemnya diam juga, anak yang jadi korban akhirnya merasa ngadu juga gak merubah apa2 yang berubah cuma dirinya sendiri.
Makanya banyak yang milih diam, terus masuk ke depresi.
Yang lain milih melawan karena gak tahan lagi,
Bukan karena mereka jahat atau lemah.
Tapi karena gak ada jalur aman yang bener2 membela mereka.
@kompascom Begal mana yg datang ke korbannya tanpa ancaman nyata yg membahayakan nyawa?
Dengan mulut manis sopan santun meminta.
Oh aku tau. Begal itu datang menjelang hari pemilihan.
@keluhkesahkonoh Ini mah bukan patriarki, tapi sampah. Hasil didikan sampah pas kecil dulu.
Trus makin tua bukannya mikir, malah dienakin, makin nyampah.
Jangan bilang pendapatannya ga cukup pula buat biayain sekeluarga?
@AjibDaus@LambeSahamjja Saya PNS, kesehatan, di RS vertikal tipe A.
Tes PNS cuma tertulis, 2x, udah.
Dibanding waktu saya jd pegawai di RS swasta, anak perusahaan BUMN: tertulis, wawancara, psikotes, cek kesehatan, trus harus presentasi kasus & inovasi depan wadir buat diangkat jadi pegawai tetap...
“Beginilah kerjanya Polisi. Sekali saja tak pernah mereka bekerja dengan becus. Tak sanggup membekuk penjahat sebenarnya, kau cari sembarang orang untuk dijadikan kambing hitam. Basi!” jawab Anton lantang.
@raflimeriah IMO itu karna kebanyakan nabung ampe kecekek cuma demi gaya hidupnya yg gk sesuai budget itu. Itulah kenapa pas kebeli, disayang sayang. Sebenernya sah² ajasi. Toh gak ngerugiin siapapun kan? kecuali sepatunya di lap ke muka lu? Nahhh baru deh lu gampar
@txtdrjkt Halah 💩
Kita begal, kita lawan begalnya aja bisa² kita yg dijadiin tersangka. Barang yg dibegal dijadiin barbuk, buat nebus kudu bayar.
Suka nyari tumbal tuker kepala.
Tiba² di tikungan ada polkisi modus razia.
Tiap ada polkisi bukannya aman malah deg²an takut duit melayang
Presiden Tua Bangka dan Operasi Intelijen
Di tengah chaos kebijakan Indonesia pasca Pilpres 2024, sosok Prabowo Subianto, yang kini menjabat sebagai presiden, menjadi target utama amarah rakyat karena kebijakannya yang dinilai bertentangan dengan semangat reformasi. Pada usia 73 tahun, Prabowo memimpin negara dengan latar belakang militernya sebagai pelanggar HAM, serta dengan kontroversi yang tidak pernah surut.
Pertemuan Prabowo dengan pemred-pemred melalui wawancara di Hambalang pada 6 April 2025, yang disiarkan oleh beberapa media, salah satunya Narasi Newsroom, menjadi titik balik yang kembali memicu keresahan publik. Dalam wawancara tersebut, Prabowo tampak kehilangan arah, seolah-olah ia kekurangan informasi penting, bahkan untuk isu sekrusial RUU TNI yang sedang mengguncang stabilitas sosial.
Publik pun mulai bertanya-tanya, bagaimana bisa seorang presiden, yang seharusnya memiliki akses tidak terbatas ke informasi negara, bisa tampil begitu tidak siap? Keresahan ini diperparah oleh fakta bahwa telepon seluler Prabowo selalu dipegang oleh ajudannya, Teddy Indra Wijaya, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kabinet.
Spekulasi liar pun bermunculan, apakah Prabowo sedang menjadi target operasi intelijen yang dirancang untuk "mengunci mati" dan melemahkan posisinya sebagai presiden?
Di balik semua ini, ada benang merah yang mengarah pada dinamika politik yang jauh lebih dalam, melibatkan Joko Widodo Jokowi, rival Prabowo dalam dua Pilpres sebelumnya, yang kini diyakini memiliki pengaruh besar atas kemenangan Prabowo pada Pilpres 2024. Teddy dulunya adalah orang kepercayaan Jokowi yang kini berada di lingkaran terdekat Prabowo, sehingga memunculkan dugaan bahwa ada operasi intelijen yang sengaja menjadikan Prabowo sebagai boneka politik, sementara agenda Jokowi dan oligarki di belakangnya terus berjalan.
-Sebuah Esai Konspirasi-
Penemuan Kerangka Manusia dalam Mobil Polisi Terparkir di Aspol Gresik
Sebuah penemuan mengejutkan terjadi di Asrama Polisi Polsek Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur. Kerangka manusia ditemukan di dalam sebuah mobil yang sudah lama terparkir di area asrama tersebut. Penemuan ini sontak menggegerkan anggota kepolisian setempat dan masyarakat sekitar.
Peristiwa ini terungkap pada Senin, 10 Maret 2025 sekitar pukul 13.50 WIB. Mobil yang menjadi tempat ditemukannya kerangka manusia itu adalah sedan Honda Civic milik seorang anggota Polri. Kendaraan tersebut telah mangkrak selama bertahun-tahun sebelum akhirnya diperiksa oleh seorang petugas harian lepas (PHL) yang diminta oleh pemilik mobil.
Kasus ini kini tengah dalam penyelidikan oleh kepolisian. Tim dari Labfor Polda Jatim dan Bid Dokkes Polres Gresik telah diterjunkan ke lokasi guna mengungkap identitas korban serta penyebab kematiannya. Penemuan ini menimbulkan banyak pertanyaan, mengingat kendaraan tersebut sudah lama terparkir di area asrama polisi tanpa ada yang menyadari keberadaan jenazah di dalamnya.
Berikut lima fakta terkait penemuan kerangka manusia di dalam mobil polisi di Asrama Polsek Ujungpangkah:
1. Ditemukan dalam Mobil yang Sudah Lama Terparkir
Kerangka manusia itu ditemukan di dalam sedan Honda Civic yang telah lama tidak digunakan. Mobil tersebut diketahui milik Aipda Yudi Setiawan, seorang anggota Polri yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Ujungpangkah.
2. Ditemukan oleh Petugas Harian Lepas (PHL)
Penemuan ini bermula saat Aipda Yudi Setiawan meminta seorang petugas harian lepas (PHL) bernama Gita Nurani untuk mengecek kendaraannya. Yudi menghubungi Gita melalui telepon dan memintanya membuka mobil tersebut dengan alasan akan ada seseorang yang mengambil aki dari kendaraan itu.
"Saudari saksi Gita Nurani dihubungi melalui telepon oleh saudara Yudi Setiawan, meminta Saudari Gita untuk membuka Kendaraan R4 jenis Sedan Honda Civic miliknya yang diparkir di Asrama Polsek Ujungpangkah yang sudah lama mangkrak," kata Kapolsek Ujungpangkah Iptu Suwito dalam keterangannya, Rabu, 12 Maret 2025.
3. Kerangka Ditemukan di Jok Depan
Saat Gita membuka pintu mobil, ia dikejutkan dengan penemuan tulang belulang manusia di jok depan sebelah kiri. "Saksi Gita mendapati kerangka manusia berada di jok kiri. Atas kejadian tersebut dia melaporkan ke Polsek Ujungpangkah," ucap Suwito.
4. Mobil Sudah Lima Tahun Terparkir
Menurut keterangan sementara, mobil sedan tersebut sudah sekitar lima tahun terparkir di Asrama Polisi Polsek Ujungpangkah. Selama waktu tersebut, tidak ada yang menyadari keberadaan jenazah di dalamnya hingga akhirnya ditemukan oleh Gita.
5. Penyelidikan Masih Berlangsung
Setelah penemuan kerangka manusia ini, kepolisian segera bertindak dengan memasang garis polisi dan menghubungi Polres Gresik. Tim Labfor Polda Jatim serta Bid Dokkes Polres Gresik telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Fokus utama penyelidikan saat ini adalah mengidentifikasi korban serta mencari tahu penyebab kematiannya.
Kasus ini masih terus dikembangkan oleh pihak kepolisian guna mengungkap misteri di balik penemuan kerangka manusia dalam mobil polisi yang telah lama terparkir di Asrama Polsek Ujungpangkah.
Sumber: metrotvnews
@Heraloebss Herannya Segitu hancurnya ini institusi masih ada yg mau daftar jd polisi, bahkan berbondong2, bahkan bayar ratusan juta, dijalan tarunannya bangga bener pake baju ketat
Gw coba jelasin zalimnya BPJS kesehatan dg bahasa bayi:
Anggap pemerintah mau bikin rumah subsidi buat rakyat. Udah ada aturan budget rumahnya. Kerjasama dg swasta. Tapi:
1. Harga unit dari 2016-2023 ngga naik. Padahal harga material naik semua. Konsekuensinya:
@dantepamungkas Intinya BPJS itu merasa dirinya paling benar, tapi tidak berani berhadapan langsung dengan masyarakat peserta BPJS.. fasilitas kesehatan yang disuruh baku hantam sama pesertanya.. dia yang menentukan salah benarnya..