Orang2 FB marketplace kocak bgt cokk 🤣🤣
CODan sama buyer yg nego gapake otak, seller malah ngerjain balik ngarahin COD ke Mess TNI jam 3 pagi. Bukannya dpt barang, malah disuruh push-up sama TNI🤣
Rangkuman perseteruan Fabrizio Romano dan Florian Plettenberg terkait saga transfer Yan Diomande:
1. Fabrizio Romano lebih dulu mengumumkan: Yan Diomande ke Real Madrid: HERE WE GO!
Fabrizio mengklaim bahwa kesepakatan antara Real Madrid dan RB Leipzig telah tercapai untuk biaya transfer di atas €100 juta. Diomande kemudian disebut akan terbang ke Madrid untuk menjalani tes medis dan menandatangani kontrak hingga Juni 2031.
Dengan istilah andalannya, “Here We Go”, maka publik berasumsi bahwa transfer tersebut sudah done deal.
Dibalik kesuksesan Valentino Rossi sebagai GOAT di dunia motorsport, sebenarnya ada satu kemenangan dari event besar yang diraihnya tapi jarang dibahas, dan bahkan ia sendiri kapok buat ikut lagi.
Event tersebut adalah Suzuka 8 Hours.
Valentino Rossi di masa mudanya terobsesi dengan dunia otomotif Jepang dan dunia motorsport di sana. Bahkan ia sendiri memasang nickname "Rossifumi" karena mengidolakan rider asal Jepang, Norifumi Abe.
Ada satu ajang yang menarik perhatian Vale muda, Suzuka 8 Hours. Vale pun meminta sendiri ke Honda kesempatan tampil di Suzuka 8 Hours, saat negosiasi kontraknya dengan Honda.
Semua sudah disiapkan untuk Suzuka 8 Hours 2000, Vale turun dengan Honda VTR1000SPW, dan berpasangan dengan rider top di kategorinya, Colin Edwards, yang jadi pemenang di 1996 dan nantinya menjadi juara dunia di WSBK.
Ketika race dimulai, cerita pahit bermula. Vale muda masih kaget. Begitu Edwards kasih gap aman, giliran dia turun malah crash. Motor sempat diperbaiki, sialnya Edwards ikutan crash yang berakhir DNF.
"Be careful what you wish for" benar-benar menimpa Valentino Rossi muda. Masalahnya kesepakatan yang berawal dari "minta jatah" berubah jadi sebuah tuntutan, yang bikin dia mau gak mau wajib menang jika ingin lepas dari kesepakatan tersebut.
Di era itu bukan hal yang langka jika ada rider yang dikontrak oleh suatu pabrikan untuk turun dinas di Suzuka 8 Hours, karena event tersebut memang dianggap sangat penting bagi pabrikan sendiri. Tapi untuk kasus ini Vale muda yang minta.
Pada tahun 2001 Vale fokus dengan satu target, wajib menang. Persiapannya sudah lebih matang, dan Edwards sendiri pernah cerita betapa desperate-nya Vale saat itu buat bisa menang.
Race dimulai, drama persaingan juga terasa karena mereka harus melawan rival dari sesama Honda, Tadayuki Okada dan Alex Barros.
Untungnya rejeki berpihak ke mereka. Okada dan Barros sempat crash di awal race, dan blunder di pit stop terakhir. Rossi dan Edwards berhasil memanfaatkannya untuk raih kemenangan.
Namun kemenangan itu meninggalkan bekas. Rossi mengaku butuh berbulan-bulan untuk benar-benar pulih dari beban fisik balapan tersebut, dan merasa kapok untuk turun lagi di sana.
Perjalanan Vale di Suzuka 8 Hours juga membuatnya jadi bestie sama Colin Edwards, yang pernah meng-carry dia sebagai rider yang lebih berpengalaman saat itu. Uniknya beberapa tahun kemudian mereka menjadi rekan setim di Yamaha pada musim 2005-2007.
Sebuah cerita kesuksesan yang pemenangnya jarang ngebahas gara-gara udah kapok ikutan 😅
BREAKING: MARC MARQUEZ MELAKUKAN MANUVER IDOLANYA, VALENTINO ROSSI, YANG TERJADI DI ASSEN 2015 SAAT MELAWAN DIRINYA!
Tribute kepada sang idola 😎
#MotoGP#DutchGP
Selamat Pagi teman-teman semua. Kita awali Pagi ini dengan menonton penalti Bruno vs Manchester City. Katanya teknik penalti ini yang paling ikonik sepanjang sejarah.