Dialah yang mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku
- Abu Bakar Ash-Shiddiq-
Jadikan cintaku Ya Allah
Berhenti di titik ketaatan
Meloncati rasa suka dan tak suka
Karena aku tahu,
mentaatiMu dlm hal yg tak ku sukai adalah kepayahan, perjuangan,
dan gelimang pahala
Karena seringkali ketidaksukaanku,
hanyalah bagian dr ketidaktahuanku
-Salim A Fillah-
Nikita Willy: Cara besyukur paling mudah itu gimana teh? walaupun ketika misalnya menurut kita hidupnya tuh lagi sangat-sangat kacau gitu tuh, gimana caranya biar tetap bisa bersyukur?
Fahra Qoonita: Cara paling tepat untuk bersyukur adalah menjalankan kehidupan kita saat ini dengan ketaatan, apapun itu.
Ketika comparing kita jadi ngerasa eh kayanya gue gagal, kayanya gue tertinggal, kayanya gue udah berkerja keras tapi ngga bisa mencapai ini dan itu.
Tapi Allah tuh ngingetin kita, nih buat kita ya kalau kesel itu suka comparing di Quran Surat An-Najm Ayat 39, 40 sampai 41.
Kata Allah nanti manusia hanya akan mendapatkan apa yang dia usahakan, dan apa yang dia usahakan akan dikembalikan kepada dia.
Mari berterima kasih pada orang-orang yang mengajarkan kita cara baru melihat kehidupan.
Orang-orang yang jika bertemu dengan mereka, tak hanya bertambah bahan obrolan dan panjangnya tongkrongan.
Tapi insight tentang hidup yang membuat semua pikiran kita yang salah terlukiskan. Yang tumpul tertajamkan.
Kamu punya teman seperti itu?
Lagi banyak pikiran tentang hidup di hari-hari ini, tiba-tiba ingat Rasul bersabda...
"Beribadah pada masa kekacauan seperti berhijrah kepadaku."
Berhijrah padamu ya, wahai Rasul? Hati jadi gerimis membayangkannya.
Izinkan kami meneladanimu; beribadah dengan keteguhan dan kesadaran. Dan keyakinan, bahwa semua kesulitan ini akan menghijrahkan kami pada hari-hari yang indah di depan.
Moga ini meringkas apa yang terjadi di Baitul Maqdis saat ini:
119 syuhada di Gaza dalam sebulan ini, terbesar dalam setahun terakhir, 30% wanita dan anak-anak.
Ada ± 330 pemukim ilegal masuk ke Al Aqsha setiap harinya. Pelarangan Azan sudah masuk RUU yang disetujui penjajah.
Tadi pagi berkesempatan khutbah Idul Adha. Terpikir ingin menyampaikan sesuatu yang beda meskipun temanya sama-sama tentang keteladanan Nabi Ibrahim.
Hingga kemudian mencoba elaborasi sirah beliau lebih general, dan bertemulah dengan 3R: Risalah, Rekam Jejak, dan Regenerasi.
Saat berkemah, semalaman saya tidak bisa tidur karena mencari nyamuk yang terus usil. Sudah pula alasnya gelap, warna tendanya pun kehitaman.
Maka subhanallah, sosok kecil bernama nyamuk itu bisa membuat manusia tak tidur pulas, dan ia beraksi begitu lihai dalam ruang gulita.
Semakin dewasa, makna ayat ini makinlah bening,
"Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku."
Satu ibadah terlama adalah prasangka baik pada Allah; tetap jalan dan tetap bertahan jalani semua. Sukanya jadi syukur. Dukanya jadi sabar.
Tadabbur Al Kahfi di Jum'at ini, tertuju pada firman Allah, "...Dan negeri-negeri itu Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim..." (Al Kahfi 59)
Dulu di pelajaran akidah, pasti guru kita akan mengenalkan makna zalim sebagai "menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya."
"...dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada tertulis. Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun..."
Kita adalah sebuah buku, dan kelak semua yang kita kerjakan akan hadir; kau baca lagi, kau lihat lagi. Karya puluhan tahun itu, apakah akan membuat kita malu?
Selain Umar bin Khattab, sahabat Nabi yang quotenya paling banyak di kitab-kitab adalah sang Ali bin Abi Thalib dengan insights beliau yang dalam.
Salah satunya ini, "Jangan melakukan kebaikan karena riya’, dan jangan meninggalkannya karena malu.”
Tentang hidup yang presisi.
Tapi tak boleh berhenti pada cara berpikir itu saja. Sebab seringkali kita tak percaya diri pun karena kita kurang belajar.
Itulah mengapa aku suka kutipan ini, "kalahkan ketakutan dengan persiapan." Jalani amal kita, tapi terus kembangkan dengan persiapan lebih matang.
Kau tahu? Tidak semua doa di Al Qur'an bisa kita gunakan ulang. Ini salah satu yang paling khusus; doa Nabi Sulaiman saat beliau meminta kerajaan yang tiada tandingnya.
"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku."
Dan saatnya doa itu mewujud dalam lisan kita; "Ya Allah, terimalah amal kami, sesungguhnya Engkau Mahamendengar lagi Mahatahu.
Dan ampunilah kami, sungguh Engkau Mahapengampun dan Mahapenyayang."
Ya Allah. Ramadhan... kami akan sangat merindukanmu.
Di awal ada asa,
Di akhir ada rasa.
Sudahkah kamu ada di fase, mendengar sahutan takbir Idul Fitri itu membuatmu berbahagia sekaligus bersedih?
Bahagia karena raya, sedih karena sadar belum maksimal amal kita.
Moga Allah temukan kita dengan Ramadhan selanjutnya.
Ramadan adalah waktu terbaik untuk memohon Maghfirah. Berdoalah di malam-malamnya agar Allah tidak hanya memaafkan, tetapi juga menghapus habis bekas dosa kita, agar kelak tidak menjadi aib di akhirat.
Ibnu Qudamah pernah berkata, ada 3 amalan yg saking dahsyat bobotnya, Timbangan Amal (Mizan) di akhirat pun hampir tak sanggup menampungnya.
1. Amalan orang yang sabar
2. Amalan orang yang Memaafkan ketika dia tersakiti
3. Orang yang beramal di bulan Ramadan & amalannya diterima