Keren banget sih ini Penabur Interculturual School, berani mengeluarkan murid yg merupakan pelaku bullying dengan prosedur yg tepat. Background anak ini gak kaleng-kaleng loh, dia yg salah tapi ke sekolah dia yg dijaga tentara 🤣🤣🤣 Masih di area sekolah aja malah main game.
Kabarnya sekolah elite lainnya juga MENOLAK menerima anak ini karena bekas pelaku bullying. Semoga hal-hal seperti ini dinormalisasi!
GILA YA MBG!
Ini MBG di Bogor untuk anak TK pake susu ini‼️
Anggaran segede itu bisa2nya untuk susu malah di pake buat beli minuman kemasan yang ga jelas dan sampe ada tulisan "rasa susu" 🤯🤬
Cek kandungan nya: AIR 86%!
Gimana mau Menuju Indonesia Emas 2045 ini woi?!
Ruang kelas dan ruang laboratorium SMP NEGERI 5 Praya Timur dibongkar demi kopdes merah putih.
Masih percaya presiden @prabowo peduli dengan pendidikan di negeri ini.
GILA!!!!! DEMO UDAH SEKEOS INI MEDIA LOKAL PADA BUNGKAMM!!?!!! HARUS BANGET NIH GUE BARU TAHU KEMARIN DI NEGARA GUE ADA DEMO GEDE KEOS TAPI TAHUNYA DARI MEDIA TETANGGA. di bungkam oleh media lokal ,di beritakan oleh global
Makasih buat 58% deh. Keramat banget tuh angka. Serem banget, sekompak itu lho media lokal dibungkam. Apa itu setan gunung Kawi??? 58% kita lewattt
Nasib WNI
Beli pertalite ;
- mobil tunjukan barcode
- motor tunjukan STNK
Negara berburu pajak dr rakyat jelata....!!
Koruptor dan oligarki tertawa bahagia....!!
Indonesian authorities used online disinformation campaigns to brand activists and journalists as "foreign agents" and silence dissent, sometimes leading to physical threats, Amnesty International said. https://t.co/sFoBm6AbMx
Anda benar pak, kita pikir2 orang kayak kita ini bayar pajak kendaraan, pajak PBB, pajak bila makan di resto, pajak cukai rokok, masak masih kurang? kemudian uang dibuat bancaan, lak jancokan kan iku.
Andi F. Noya menyuarakan isi hatinya. Ia marah dengan Pemerintah. Sebab, pemerintah tidak mencarikan pekerjaan untuknya, namun ketika sudah dapat kerja, tiba-tiba pajaknya begitu besar. Dan, apesnya lagi, pajak dari keringat rakyat ini banyak yang dikorupsi.
Para guru honorer mengaku kecewa dan merasa kurang dihargai atas dedikasi mereka. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak adil, mengingat peran penting guru dalam mencerdaskan generasi bangsa.