Hasil riset Zainal Arifin Mochtar dari UGM menyimpulkan bhw karena Prabowo tidak PD dengan kemenangannya, maka dia memperkuat tentara, polisi, dan partai. Tentara dan Polisi adalah Ototnya, Partai adalah Otaknya, dan MBG adalah Ongkosnya. Itulah yang disebut O3, yaitu Otot, Otak, dan Ongkos. Masuk akal jika pengelola MBG sebagian besar adalah Tentara, Polisi, dan Parpol. Dan pemerintah daerah jadi korbannya. Banyak daerah nggak bisa bayar gaji ASN dan P3K. Wah...menarik juga hasil risetnya.
🏛️ TRITURA 1966 vs 2026, Apa yang Berubah?
1966: TRITURA lahir di tengah krisis ekonomi dan politik. Mahasiswa turun ke jalan membawa 3 tuntutan:
1️⃣ Bubarkan PKI
2️⃣ Rombak Kabinet Dwikora
3️⃣ Turunkan Harga
2026: 6 dekade kemudian, Mahasiswa Trisakti menghidupkan kembali semangat itu lewat mural "TRITURA JILID BARU" di kawasan Grogol.
3 tuntutan yang mereka suarakan:
🐭 Berantas Inkompetensi
📉 Pulihkan Ekonomi
🇮🇩 Kembalikan Supremasi Sipil
Mural dipilih sebagai medium ketika ruang berekspresi dinilai semakin sempit dan suara publik dianggap semakin sulit didengar.
✊ Apakah TRITURA 2026 akan menjadi sekadar mural, atau awal dari perubahan yang lebih besar?
#TRITURA #BEMUI #RefleksiBangsa #MahasiswaBergerak #MuralArt #Trisakti #SuaraMahasiswa
YOU'RE BACK! 🔥
TRISAKTI 💙
🔥✊ Ada jejak yang tak lahir untuk dipajang, melainkan untuk membangunkan nurani.
Ia hadir bukan karena benci pada negeri, tetapi karena cinta yang tak rela melihat keadilan memudar.
Saat suara rakyat terasa makin jauh, sejarah selalu menemukan jalannya untuk berbicara. 🇮🇩
🎨 Coretan ini mungkin akan pudar. Nurani yang melahirkannya tak akan pernah hilang. Sebab harapan tak bisa dipenjara. ✊
📖 Bangsa ini tak dibangun oleh mereka yang memilih diam.
🔖Sejarah selalu mengingat mereka yang berani berpikir, mempertanyakan, dan tetap setia pada keadilan. 🇮🇩🔥✊
KTP gue hilang 3 minggu lalu.
Gue udah pasrah bakal antri panjang, bolak-balik kantor, minta surat ini itu.
Temen gue bilang, "Siap-siap aja. Itu prosesnya lama."
Ternyata gue selesai dalam 1 hari.
Tanpa calo. Tanpa titip siapapun.
Dan ada satu hal yang 90% orang gak tau soal ini.
@Jakartalk izin nambahin bang
ketiga: (video ini diambil tadi siang) di aceh tamiang, rumah dan sekolah masih banyak yang hancur, tp sppg dan kopdes merah putih udah berdiri kokoh.
Ibu Desi sama Ibu Yuyun ini polos sekaliiiii.
Ngomong di depan kamera kalau dibayar 100 ribu.
Terus ke media nasional pula.
Ini koordinatornya gak briefing dulu gimana ngadepin media???
😂🤣😂🤣
𝗗𝗘𝗟𝗜𝗥𝗜𝗨𝗠 |
𝐶𝑎𝑡𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛𝑎𝑙 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑠𝑒𝑏𝑢𝑎ℎ 𝑧𝑎𝑚𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑡𝑖𝑘𝑎 𝑝𝑟𝑜𝑦𝑒𝑘² 𝑎𝑏𝑠𝑢𝑟𝑑 𝑏𝑒𝑟𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡 𝑑𝑎𝑟𝑖𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑎𝑛𝑦𝑎𝑎𝑛, & 𝑘𝑒𝑘𝑢𝑎𝑠𝑎𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑏𝑖𝑐𝑎𝑟𝑎 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑑𝑎𝑟𝑖𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑟, 𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑑𝑖𝑎𝑙𝑜𝑔 𝑏𝑎𝑟𝑢 𝑑𝑖𝑐𝑎𝑟𝑖 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑒𝑝𝑢𝑘 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑚𝑢𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑒𝑛𝑔ℎ𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔.
________________________
Ketika proyek² "megalomania" yg menyedot uang rakyat dari brankas APBN dijalankan, mulai dari MBG, KDMP, hingga rencana pembentukan 150 Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) per tahun dgn target total 514 batalyon di seluruh kabupaten/ kota ;
𝗗𝗜𝗔𝗟𝗢𝗚 𝗧𝗔𝗞 𝗧𝗘𝗥𝗗𝗘𝗡𝗚𝗔𝗥.
Namun, ketika kritik publik memekakkan telinga & mengusik ego penguasa, pun beberapa "𝙗𝙤𝙤𝙩𝙡𝙞𝙘𝙠𝙚𝙧" kekuasaan diusir mahasiswa dari panggung propaganda yg mereka bangun sendiri, tiba² kata "dialog" seolah - olah menjadi sedemikian penting.
Ironisnya, jika Bundaran HI dianggap bukan tempat yg tepat bagi massa aksi mahasiswa, maka dapur MBG dan KDMP juga bukan tempat bagi TNI pun POLRI utk menjalankan tupoksi utamanya.
𝗟𝗮𝗹𝘂, 𝘂𝘁𝗸 𝗮𝗽𝗮 𝗿𝗮𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗕𝗮𝘁𝗮𝗹𝘆𝗼𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗶𝘁𝗼𝗿𝗶𝗮𝗹 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗶𝘁𝘂 𝗱𝗶𝗯𝗲𝗻𝘁𝘂𝗸 ?
Padahal,
Indonesia bukan hamparan daratan yg dikelilingi lautan, melainkan hamparan laut yg ditaburi pulau².
Maka, logika pertahanannya bertumpu pada laut & udara, bukan pada obsesi memperbanyak struktur teritorial di "𝗱𝗮𝗿𝗮𝘁"-an.
Sebab ancaman strategis Indonesia tak datang dari sawah, kebun sawit, dapur, atau ruang kelas, melainkan dari tantangan menjaga kedaulatan wilayah laut & ruang udara yg jauh lebih luas dari "𝗱𝗮𝗿𝗮𝘁"-an.
Tidak semua yg bisa dibangun, perlu dibangun, & tidak semua yg dilegalkan UU otomatis jd prioritas yg di-"tuhan"-kan.
.
.
.
#cenasuwok
Bocoran Bloomberg soal lingkaran Prabowo:
- Akar masalahnya bukan kebijakan tapi cara Prabowo dan orang-orang dekatnya ambil keputusan, asal-asalan
- Penasihatnya berebut pengaruh sendiri-sendiri, kasih saran yang malah saling bertentangan dan dangkal
- Prabowo digambarkan impulsif main tembak keputusan tanpa mau pusingin detail
- Kalau dikritik, jawabannya cuma: "Aku bukan begok" bahkan ke keluarganya sendiri
- Benci rapat panjang, benci debat kebijakan udah dia akuin sendiri di depan umum
- Hasilnya kebijakan jadi serampangan, komunikasi berantakan, pasar ikut goyang
- Selama gaya kerja di puncak ini enggak berubah, jangan harap ada perbaikan beneran mau reshuffle menteri berkali-kali pun sama aja
- Contoh nyata: aturan ekspor batu bara berubah-ubah kayak anak kecil ganti baju diumumkan, ditarik, diumumkan lagi, akhirnya enggak jalan juga karena emang enggak masuk akal secara bisnis
Jujur bingung banget
Negara mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Rupiah menguat, pasar merespons positif, koruptor mulai ditangkap, reshuffle disiapkan. Tapi masih ada yang ngotot demo 12 Juni.
Jadi sebenarnya yang dicari solusi atau memang ingin bikin gaduh?
Nah ini contoh twit buzzer ya ges, biasanya harganya 1 twit begini 3000-5000 rupiah.
Kalau ditawarin begini, jangan mau ya. Masa bayarannya kalah sama pertamax 1 liter
Lebaran kemarin dia bawa istri dan 2 anak mudik. Pesawat jam 6 pagi.
Berangkat dari rumah jam 3 subuh. Anak-anak setengah tidur di taksi.
Sampai bandara. Check-in. Duduk. Tunggu.
1 jam delay. 2 jam delay. 5 JAM DELAY.
Yang diadapat? Snack box dan air mineral.
Tiket Rp1,2 juta × 4 orang = Rp4,8 JUTA. Delay 5 jam. Kompensasi: BISKUIT.
dia kesal. Tapi diam. Karena GAK TAU haknya.
Sampai seorang bapak di sebelahnya bilang: "Pak, Bapak tau gak? Kita bisa dapat REFUND FULL."
1/
Kasus Chromebook bukan sekadar perkara laptop.
Ini adalah cerita tentang bagaimana pendidikan nasional bisa diseret oleh arogansi kekuasaan, konflik kepentingan, tata kelola yang rusak, dan kultus teknologi.
Saya menyaksikan sebagian proses itu dari dekat.
Nicolae Ceaușescu - Pemimpin yang terlalu lama hidup di dunia palsu
Selama bertahun-tahun, Nicolae Ceaușescu percaya rakyat mencintainya. Karena semua orang di sekelilingnya terus bilang begitu. Sampai suatu hari, rakyat mencemoohnya langsung di depan kamera.
Ini adalah kisah tragis tentang bagaimana seorang pemimpin bisa benar-benar buta terhadap realita rakyatnya sendiri karena terlalu lama hidup dalam gelembung pujian dan kebohongan.
Awalnya adalah Harapan
Pada tahun 1960-an hingga 70-an, Nicolae Ceaușescu sebenarnya sempat populer. Ia dipuji dunia Barat karena terlihat lebih independen dari Uni Soviet, dan rakyat Romania awalnya percaya bahwa ia akan membawa perubahan besar. Namun, seiring berjalannya waktu, kekuasaan mengubahnya menjadi sosok yang terobsesi pada loyalitas dan pencitraan.
Dunia dalam Sandiwara
Lama-kelamaan, Romania berubah menjadi panggung sandiwara raksasa. Media hanya menjadi alat propaganda yang memajang wajahnya di mana-mana, dan istrinya, Elena, dipuja-puja sebagai ilmuwan besar meski gelarnya hasil manipulasi politik.
Di tingkat pemerintahan, terjadi fenomena yang berbahaya:
- Ketakutan Berkata Jujur: Karena polisi rahasia (Securitate) sangat brutal, tidak ada pejabat yang berani membawa kabar buruk.
- Realita Palsu: Ceaușescu hanya melihat versi Romania yang indah-indah saja dari para penjilatnya, sementara rakyat sebenarnya sedang menderita luar biasa.
Penderitaan di Balik Layar TV
Pada 1980-an, ekonomi Romania hancur karena obsesi Ceaușescu melunasi utang luar negeri. Caranya sangat brutal, bahan pangan diekspor besar-besaran sementara rakyat harus antre roti, listrik dibatasi, dan pemanas rumah dikurangi. Ironisnya, di televisi nasional, berita selalu menunjukkan produksi yang meningkat dan rakyat yang bahagia . Ceaușescu hidup di dunia di mana semua orang selalu bilang, “Rakyat mencintaimu” padahal kebencian sudah memuncak di mana-mana.
Momen Ilusi Itu Pecah: “Alo... Alo...”
Puncaknya terjadi pada 21 Desember 1989. Dalam sebuah pidato besar yang dirancang untuk menunjukkan dukungan rakyat, sesuatu yang tak terduga terjadi, massa mulai mencemoohnya.
Rekaman sejarah menunjukkan momen yang sangat sureal, Ceaușescu terlihat bingung dan terus berkata, "Alo... Alo..." ke arah mikrofon. Ia mengira pengeras suaranya yang rusak, padahal yang sedang hancur adalah ilusi yang selama ini melindunginya. Untuk pertama kalinya, sang diktator sadar bahwa rakyat sebenarnya membencinya.
Kejatuhan yang Kilat
Setelah momen di balkon tersebut, segalanya runtuh dalam hitungan hari. Demonstrasi meluas, militer goyah, dan Ceaușescu bersama istrinya mencoba kabur dengan helikopter namun tertangkap. Pada Hari Natal 1989, sosok yang selama puluhan tahun dianggap tak tersentuh itu akhirnya dieksekusi setelah pengadilan militer yang singkat.
Kisah ini menjadi pengingat sejarah tentang betapa mematikannya sebuah “echo chamber” atau ruang gema kekuasaan yang hanya berisi pujian tanpa kebenaran.