He picked it up and examined it closely before glancing toward the front of the room. The professor was already gone, leaving behind only an open attendance book near the door.
⠀
Figura foto itu kembali disimpan. Sebagai gantinya, Tamara mengangkat sebuah mangkuk kaca bening. Di dalamnya mengapung helaian kelopak bunga lily. "Apa hubungannya benda ini dengan Horace Slughorn?" Tanyanya.
( OOC: Jawab melalui https://t.co/3E7pW2doBY )
⠀
⠀
"Seandainya Profesor Slughorn masih mengajar di Hogwarts hingga hari ini," tanyanya sambil melirik satu per satu wajah di hadapannya, "menurut kalian, apa kalian layak menerima undangan Slug Club? Mengapa?"
( OOC: Jawab melalui https://t.co/3E7pW2dWrw )
⠀
⠀
"Slughorn memiliki kebiasaan mengumpulkan murid yang menurutnya berbakat, unik, atau menjanjikan. Banyak orang kala itu membangun stigma bahwa klub ini adalah perkumpulan murid favoritnya." Bahunya terangkat sekilas. "Padahal ia hanya sangat tertarik pada potensi."
⠀
⠀
Benda berikutnya yang terangkat adalah sebuah figura foto bergerak, perlahan ia edarkan ke sekeliling agar seluruh mata dapat melihatnya. Beberapa wajah di dalam tampak saling berbincang dan melambaikan tangan. "Kalau yang ini mungkin lebih terkenal." Ujarnya. "Slug Club."
⠀
⠀
"Bingo. Potion Making Kit." Kotak itu dibuka sebentar untuk memperlihatkan isinya sebelum dikembalikan ke meja. "Slughorn dikenal sebagai penyihir yang sangat mahir meramu. Bahkan setelah tidak lagi aktif mengajar, ia tetap membawa perlengkapan ramuan kemanapun ia pergi."
⠀