Sepuluh pohon mahoni gede ditebang abis dini hari, batangnya dicor semen, ditutupin tanaman kecil biar gak ketahuan.
Modus rapi, niatnya jelas: ngilangin penghalang videotron reklame. Ini bukan alpa, ini by design.
Yang bikin miris, ini kejadian di tengah moratorium tebang pohon yang udah jelas ada Perda-nya.
Artinya siapa pun pelakunya paham risiko, tapi tetep nekat,kalkulasi untung videotron lebih gede dari resiko sanksi.
Klasik: ruang hijau kalah sama kalkulasi bisnis kalau pengawasan lemah.
Wali Kota Bandung udah sidak, ngancem segel dan pidanakan pihak yang diduga terlibat.
Bagus, tapi jangan berhenti di ancaman verbal doang.
Publik butuh: proses hukum jalan, sanksi tegas biar gak jadi preseden "tebang dulu, urus izin belakangan".
DLHK & Satpol PP Kota Bandung wajib kawal sampai tuntas, bukan cuma viral 1 hari terus senyap.
Kota tanpa pohon itu bukan kota modern, itu kota yang lupa napas.
Ketika nonton The Odyssey, saya nangis dua kali.
Istri saya paham banget ketika sampai adegan "itu" karena sifatnya sangat personal buat saya.
Memang nonton film itu pengalaman pribadi buat masing-masing.
Oh ya dan diakhiri dengan tepuk tangan seisi studio IMAX.
Mau ikut sedikit berbagi pandangan:
Eka Kurniawan disejajarkan dengan pelaku kekerasan seksual seperti Sitok Srengenge atau Panji Sukma adalah kesalahan kategoris yang fatal.
Novel-novelnya justru menggambarkan tema tersebut sebagai kritik terhadap realitas sejarah Indonesia yang brutal, seperti penjajahan, patriarki, dan trauma kolektif, bukan sebagai endorsement. Eka sendiri menyatakan kekerasan seksual adalah kekejaman terburuk dan menulis berdasarkan realitas itu untuk menyorotinya.
Kritik soal โperspektif laki-lakiโ hanyalah persoalan sudut pandang naratif dalam karya sastra yang sah didiskusikan, bukan bukti kejahatan pribadi.
Mencampur penulis yang mengeksplorasi tema gelap secara fiksi dengan pelaku kejahatan nyata hanya melemahkan argumen boikot dan mengaburkan batas antara kritik tekstual dengan tuduhan kriminal.
Boikot karena pelaku kejahatan nyata itu satu hal. Tapi, menghindari penulis, seperti Eka Kurniawan, karena karya dianggap โterlalu male perspectiveโ atau mengandung tema gelap itu hal lain, dan seharusnya tidak disamakan.
Living abroad benar-benar mengubah perspektif & cara berpikir gue.
Ternyata, kita bisa mulai APAPUN dari nol tanpa melihat usia.
Standard sosial di Indonesia jadi terlihat toxic. Tentang, usia sekian harus lulus S1, usia sekian harus kerja, menikah, punya anak, yadda-yadda.
Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. ๐งต
Alhamdulillah dan terima kasih sebelum Senin tiba Film ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ sudah 1.000.000++ penonton ๐๐๐ฅ
Senin besok bagaimana?
Tambah naik lagi teman-teman ๐
Yuk langsung ramaikan bersama keluarga di Bioskop. Beli tiketnya sekarang dan dapatkan promo Beli 1 Gratis 1 Tiket ๐
#SeninHargaNaik #FilmSeninHargaNaik
#FilmLebaran #Keluarga
Alhamdulillah dan terima kasih banyak untuk 776.148 penonton yang sudah ikut deg-degan nunggu komentar Bu Retno pas nyobain cromboloni buatan Tasya ๐ค๐
Jangan sampai ketinggalan momen penuh kebahagian dan keharuan bersama sahabat dan keluarga nonton film ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐, SEDANG TAYANG di Bioskop. Beli tiketnya sekarang dan dapatkan promo Beli 1 Gratis 1 Tiket ๐
#SeninHargaNaik #FilmSeninHargaNaik
#FilmLebaran
Tau kenapa desain ruang publik kita seringkali amburadul? Ya krn pejabatnya taunya langsung DED & RAB, dikerjakan dlm waktu kurang dari 2 bulan dgn upah "ya gitu deh".
Gak ada proses konsep masterplan & design development. ๐คฃ