MAHFUD MD: SAYA TERKECOH!
BERITA MENGATAKAN PELIMPAHAN PERKARA DARI POLISI KE KEJAKSAAN, P21.
TERNYATA BUKAN!
PELIMPAHAN HANYA BISA APABILA TERSANGKA (FEBRIE) TELAH DIPERIKSA POLISI!
TAPI TERNYATA INI PENGALIHAN PENYIDIKAN DARI POLISI KE KEJAKSAAN!
TERSANGKA (FEBRIE) BELUM PERNAH DIPERIKSA POLISI!
INI MELANGGAR HUKUM ACARA PIDANA!
BREAKING NEWS
Bertambah, pihak yang terlibat korupsi MBG bertambah dari 41 menjadi 47 pelaku
Kata kata terakhir Febrie Adriansyah sebelum dia Resign menjadi Jampidsus Kejaksaan Agung
Selamat kpd POLRI yg tlh menjebol tembok penyembunyian harta2 yang diduga hasil korupsi di sebuah kafe dan beberapa titik lainnya. Selamat kpd KEJAGUNG yang terus memburu koruptor di BGN dan MBG. Silahkan berlomba utk saling bongkar korupsi. Itu bagus utk pemberantasan korupsi.
BREAKING NEWS
Eks Dirut PTPN XI dan Dirut Pt Multinas Indonesi ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek modernisasi gula assembagoes yang merugikan negara Rp 645 Miliyar
Jaksa minta tentara ngamanin rumah.
Soalnya rumahnya mau digeledah polisi.
Polisi mau geledah karena jaksanya diduga cuci duit.
Cuci duit lewat kafe yang dia punya.
Buat bersihin duit hasil korupsi batu bara.
Korupsi batu bara bikin PLN susah dapet supply.
Akhirnya pemadaman bergilir senegara.
Kalau jaksa ketangkep, polisi harus nyerahin kasusnya ke kejaksaan.
Siapa yang bakal nuntut Jaksa kalau Jaksanya yang ngelakuin korupsi?
Ini udah kaya plot film action drama gak sih guys?
Mei 2024: Densus 88 dikuntit balik di kafe Cipete → personel Polri "diamankan" TNI.
Agustus 2025: Polda coba geledah rumah Jampidsus → diblokir TNI, gagal.
Juli 2026: Polda geledah kafe linked ke Jampidsus → rumah langsung dikepung TNI bersenjata laras panjang.
Tiga kali berulang. Satu pola.
Namanya kalau bukan pola perlindungan, apa?
Polda Metro bilang:
"Siapapun yang halangi penyidikan bisa dijerat Pasal 21 UU Tipikor."
Di saat yang sama, puluhan TNI bersenjata laras panjang mengepung rumah target penyidikan,dan jalan di depannya diportal.
Pasal 21 UU Tipikor itu berlaku buat siapa saja,kecuali kalau lo pake seragam loreng?
Beberapa kasus besar yg penyidikannya dipimpin oleh Febrie Adriansyah sbg Jampidsus:
- Korupsi Tata Niaga Timah PT Timah Tbk
- Korupsi PT Asuransi Jiwasraya & PT Asabri
- Korupsi BTS 4G Bakti Kominfo
- Kasus Emas ilegal Budi Said (Antam)
- Skandal Impor Gula Kemendag
- Korupsi Jalur Kereta Api Besitang-Langsa
- Gratifikasi Jaksa Pinangki
Kira2 kasus mana yg membuat tersangkanya dendam sehingga gantian pengen jeblosin Febrie ke penjara ya?!
sumberasli:threadharrysetiawanj
HOHO BLUNDERRR LAGI INIII WKWK
Secara tidak langsung, mereka menormalisasi praktik KKN. Kata "MEMPERMUDAH" itu udah jelas banget. Mempermudah keluarga pejabat dalam pengurusan VISA.
Artinya? Yapp ini ada penyalahgunaan wewenang. BUKAN BERARTI LO KELUARGA PEJABAT TERUS BISA DIBEDAIN PROSES PENGURUSAN VISANYA AMA YANG SIPIL.
SEKALI LAGI, ANAK PEJABAT GA ADA URGENSI DALAM KUNJUNGAN DINAS YA KHUWONTOLL... 😾😾🫵🫵
kecelakaan tunggal robby pantjoro dan andra ST di solo jam 01.30 , dapet info bahwa andra ST baik baik saja sedangkan bang robby tidak sadarkan diri semoga cepat sadarkan diri ya bang obby 🥹
🚨🔴⚪️ Illan Meslier to Arsenal, here we go! Medical already done and deal sealed with former Leeds United goalkeeper.
Contract also signed after medical done in London on Tuesday.
Meslier said yes to #AFC project, as @gunnerblog reported.
🚨 BREAKING : Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) telah mengajukan keluhan resmi ke FIFA terkait kepemimpinan wasit asal Prancis, François Letexier dan tim VAR dalam kekalahan 3-2 mereka vs Argentina tadi malam.
EFA menuntut investigasi karena menganggap beberapa keputusan krusial (seperti gol yang dianulir via VAR) memengaruhi hasil pertandingan, serta meminta wasit dan timnya dikeluarkan dari sisa pertandingan Piala Dunia 2026.
📝 @diarioas
JUST IN
Puluhan anggota parlemen Eropa sedang menggalang dukungan utk meluncurkan penyelidikan di Parlemen Eropa terhadap bos FIFA Gianni Infantino atas keterlibatannya dlm keputusan yg mengizinkan penyerang AS Folarin Balogun utk bermain meskipun sebelumnya telah menerima kartu merah.
Anggota parlemen Parlemen Eropa Barry Andrews, Lara Wolters, dan Niels Fuglsang mengatakan keputusan FIFA tersebut untuk mengubah aturan tentang skorsing kartu merah di tengah turnamen adalah sebuah aib dan bentuk penyimpangan keadilan.
Para anggota parlemen meminta asosiasi sepak bola nasional dari negara-negara Uni Eropa untuk mendesak Komite Etik FIFA agar menyelidiki Infantino, serta memeriksa apakah tekanan dari pemerintahan Trump menjadi faktor dalam pencabutan skorsing tersebut, di samping "potensi pelanggaran netralitas politik lainnya" seperti penganugerahan Penghargaan Perdamaian FIFA kepada Trump.
Para anggota parlemen tersebut mengatakan bahwa sejauh ini sudah ada 35 rekan sejawat yang menandatangani surat tersebut.
"Sekali lagi, kita melihat Infantino dan FIFA menyerah pada tuntutan pemerintahan Trump," bunyi pernyataan tersebut.
"Keindahan dari olahraga adalah karena ia didasarkan pada aturan yang tidak memihak dan transparan. Ketika Infantino membiarkan tekanan politik menentukan siapa yang boleh bermain, rasa keadilan ini seketika hilang begitu saja."
Via: AP
Fernando Guerrero, video assistant referee di Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar. Wasit asal Meksiko itu bertugas sebagai support VAR dalam 11 pertandingan di Qatar 2022.
"Wasit dan VAR keliru krn menganulir gol Mesir. Tidak ada pelanggaran terhadap pemain Argentina dan bahkan jika mereka menganggapnya sebagai pelanggaran, hal itu seharusnya tidak ditinjau sebagai bagian dari APP (Attacking Possession Phase), sebab Argentina memiliki banyak waktu, ruang, dan para pemain bertahan mereka berada dalam posisi yang tepat."
"Tim Argentina memiliki tiga kesempatan untuk merebut kembali bola namun gagal melakukannya."
"Oleh karena itu, keputusan tersebut sepenuhnya bertentangan dengan protokol VAR, yang menyatakan bahwa perangkat pertandingan hanya boleh mengintervensi ketika ada rangkaian serangan yang jelas dan tim yang kehilangan penguasaan bola tidak memiliki peluang realistis untuk merebutnya kembali."
"VAR dan wasit melakukan kesalahan, yang merugikan Mesir dan pada akhirnya berkontribusi pada tersingkirnya mereka."
POV The Athletic, memang ada kontak kaki ke kaki & tarikan baju. Tp intensitas kontak kaya gini dinilai terlalu minim untuk dikategorikan sbg pelanggaran fatal yg kudu diintervensi VAR call back. Ditambah jarak & waktu yg cukup lama. Bahkan defend Argentina sudah balik.
Jadi PR-nya soal threshold/ambang batas keterlibatan VAR sampe mana. Karena sebelum gol Enzo, foul ke Salah ga dicek. Dimana foul tersebut memang minor. Poin threshold ini memang masih jadi subjektifitas wasit.
Dan karena The Athletic yg mengulas, narasi berat ke Argentina tidak muncul. Lebih substantif ke performa wasit karena analisnya juga eks ofisial EPL.