Skor PISA sudah ada. Pernyataan penting dari report-nya: "Siswa yang menggunakan AI chatbot untuk tugas-tugas spesifik seperti merangkum teks memperoleh skor yang lebih rendah di sains, secara rata-rata, dibandingkan mereka yang tidak menggunakannya.
Baca selengkapnya di https://t.co/EgpvWUkUSL
Hasil PISA (Program International Student Asessment) siswa Indonesia 2025 sudah keluar:
Matematika: 364 (Turun, 2022: 366)
Membaca: 365 (naik, 2022: 359)
Sains: 389 (naik, 2022: 383)
Membaca dan sains, naik tipis karena apa? matematika turun sedikit. Kenapa?
Kurikulumnya? Kualitas belajarnya? Gurunya? Apakah efek dari IFP/ TV interaktif? ๐คญ (Awas ya, pertanyaan terakhir becanda)
Waktu dan tempat saya persilahkan.
Bagus Mulyadi melontarkan kritik keras terkait pola penanganan karhutla gambut di Indonesia yang terus berulang setiap tahun.
Menurutnya, kemajuan sains saat ini sudah mampu memprediksi potensi titik kebakaran hingga puluhan hari sebelumnya.
ISTADZnya bilang
"JAMAAH HARUS KUAT dan SABAR walau dalamBkeadaan MISKIN dan KEKURANGAN, jangan MENGELUH harus bisa MENAHAN LAPAR"
sementara yg CERAMAH pakai MOBIL MEWAH
๐คฃ๐คฃ๐คฃุงุดูููููู ุงุดูููู
1.8 T bisa distribusi buku dari sabang sampai merauke bolak-balik sambil sprint. Bisa menyelamatkan ribuan naskah di Balai Pustaka, tanpa harus harap-harap cemas naskahnya bakal habis dimakan rayap. Aduh, mestinya yang mikirin ginian kan tugas pimirintihโฆ ah tapiโฆ ah tapiโฆ tiap hari rasanya minum air putih kaya minum karbol saking beratnya kerdja-kerdja keboedajaan iniโบ๏ธ๐๐ผ
Yusril Ihza Mahendra membuka ceritanya dengan sebuah pengakuan, bahwa ia lebih suka menyetir mobil sendiri.
ke mana-mana, baik di Jakarta maupun saat berada di daerah, ia jarang menyerahkan kemudi kepada orang lain.
namun, sebuah perjalanan pada tahun 1991 membawanya ke pengalaman hukum yang tak akan ia lupakan.
Berbanding berbalik dengan cerita salah satu kepala anak cabang bank C*MB di sebuah kota yang sekarang sudah resign.
Beliau cerita ke saya,"Selama di bank mas, saya gak pernah memberi nafkah anak dan istri saya dari hasil gaji bank saya. Itu untuk saya sendiri. Soalnya dalam hati kecil ragu, bank saya ini kan bank konvensional, jadi tentu bersinggungan dengan riba. Dan saya gak mau kalau keluarga saya makan riba!"
Saya tanya,"Trus untuk nafkah keluarga pakai apa pak?"
Beliau jawab,"Saya sudah bukakan toko mebel untuk istri dan anak-anak saya mas. Di situlah nafkah untuk mereka."
Setelah keraguan itu memuncak, saya resign. Dan beliau sekarang buka pondok pesantren ๐ฅบ
Masyaallah
Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Yang Mulia Ibu Megawati Soekarnoputri, menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya Ayatollah Seyed Ali Khamenei kepada Pemerintah Republik Islam Iran melalui Kedutaan Besar Iran di Jakarta. Pesan tersebut disiarkan oleh Chanel One Televisi Iran dengan subtitle bahasa Persia.
- ChatGPT: anak manis yang ingin semua orang senang.
- Claude: dosen serius yang lupa kelas sudah selesai.
- Gemini: pustakawan pintar yang terlalu berhati-hati.
Lima cara berpikir:
- Berpikir kritis mencegah kita mudah percaya.
- Berpikir analitis membantu kita mengurai masalah.
- Berpikir sistemik membuat kita melihat dampak.
- Berpikir reflektif mengubah pengalaman menjadi pelajaran.
- Berpikir lateral membuka jalan yang tidak terpikirkan.
Masalah yang berbeda memerlukan cara berpikir yang berbeda.
https://t.co/eU9oZ3w8CU
Buku โKapitalisme Hijau: Fetisisasi Gaya Hidup Hijau dalam Masyarakat Neoliberalโ karya Nurani Sitanggang sudah punya desain sampul. Ilustratornya Andi Bhatara. Ia akan hadir pada bulan Juni via @rumahsukma.
Balai Pustaka dulu (distribusi buku sampai ke desa-desa) vs Balai Pustaka kini (sibuk nyari dan ikutan bazar apa pun yang penting bisa buat bertahan hidup. pernah sehari dapet 30ribu). Definisi jadi perintis bukan pewaris๐๐๐ป
Romo Magnis telah menulis lebih dari 800 artikel dan puluhan buku legendaris. Dari bahasan tentang etika politik, pemikiran Karl Marx, hingga filsafat ketuhanan, tulisan beliau selalu berhasil mengajak kita berpikir lebih dalam dan kritis.
Perjalanan panjang Romo Magnis adalah bukti cinta yang nyata bagi ilmu pengetahuan dan keberagaman di tanah air.
Lapak ini aku jumpai di Ljubljana, Slovenia. Saat pertama kali ngeliat, lumayan kaget. Soalnya lapak bukunya tanpa penjagaan. Hanya disediakan sebuah kotak tempat pembeli memasukan uang sesuai harga bukunya.
Penasaran dan iseng ngecek kalau posisi Slovenia ini ternyata konsisten berada di kelompok atas-menengah dalam jumlah buku yang dibaca pertahunnya. Dibandingkan Portugal atau bahkan Italia, Slovenia masih berada lebih tinggi.
Tapi kalau dibandingkan Finlandia, Swedia, Jerman atau Belanda ya posisinya di bawah sedikit. Tapi, Eurobarometer pernah melakukan survei jika warga Slovenia punya kebiasaan membaca yang stabil disebabkan akses ke buku dan perpustakannya relatif merata.
Di lapak ini banyak juga ditemukan majalah Nat-Geo. Harganya pun murah cuma EUR 1 atau sekitar IDR 17.000 (dulu, di 2018 saat saya ke sana). Tapi, karena perjalanannya ke mana-mana bawa ransel lumayan ribet bawanya. Alhasil, kemarin itu cuma lirik-lirik sebentar saja lapaknya.
Kira-kira, kalau konsep yang sama diberlakukan di Indonesia, bagaimana?
Gue baru tahu kalo sering "memendam emosi" ternyata berhubungan dengan "meninggal lebih cepat" setelah baca jurnal ini
๐๐ฝ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ต ๐ถ๐ป๐ถ ๐ฎ๐ฟ๐๐ถ๐ป๐๐ฎ ๐ธ๐ถ๐๐ฎ ๐ต๐ฎ๐ฟ๐๐ ๐บ๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ต-๐บ๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ต ๐๐ฒ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐๐ถ ๐ฑ๐ฟ. ๐ง๐ถ๐ฟ๐๐ฎ?
Yuk kita bahas penelitiannya!
Jadi ada penelitian di Journal of Psychosomatic Research (2013) melacak 729 orang Amerika selama 12 tahun.
Pada awal studi tahun 1996, semua peserta diukur tingkat emotion suppression-nya.
Pengukurannya sederhana, misalnya
-Seberapa sering kita sengaja nahan ekspresi emosi?
-Saat marah, apakah tetap disimpan?
-Saat cemas, apakah kita pura-pura santai depan orang lain?
Terus 12 tahun kemudian, penelitinya cek siapa yang sudah meninggal dan dari penyakit apa.
Hasilnya ternyata menunjukkan bahwa ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐น๐ฒ๐ฏ๐ถ๐ต ๐๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ป๐ด "๐บ๐ฒ๐บ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฎ๐บ ๐ฒ๐บ๐ผ๐๐ถ" ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ต๐๐ฏ๐๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐บ๐ฎ๐๐ถ๐ฎ๐ป ๐ฎ๐ธ๐ถ๐ฏ๐ฎ๐ ๐ธ๐ฎ๐ป๐ธ๐ฒ๐ฟ ๐๐ฒ๐ฏ๐ฒ๐๐ฎ๐ฟ 70% ๐น๐ฒ๐ฏ๐ถ๐ต ๐๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ถ.
Mekanismenya adalah saat kita menekan emosi, sistem saraf otonom bekerja lebih keras, sehingga tekanan darah bisa jadi lebih tinggi. Selain itu ada disregulasi neuroendokrin, yang menghubungkan antara kondis psikologi ke penyakit fisik, salah satunya adalah kanker.
๐๐ฒ๐๐ถ๐บ๐ฝ๐๐น๐ฎ๐ป
"Memendam emosi" ternyata berhubungan dengan peningkatan risiko kematian.
Kemampuan untuk mengidentifikasi, memproses, dan mengekspresikan emosi, termasuk amarah, ternyata juga dapat berhubungan dengan kondisi fisik jangka panjang, termasuk risiko kematian.
Semoga bermanfaat!