@IndoSpurs Jangan bilang mimpi, Spurs harusnya emang degradasi sih min. Sbg fans spurs lebih baik gitu. Bijak aja. Rebuild lagi. Daripada buang buang uang haha. Ini tim cara mainnya udah ga layak di Premier League. Kalo tetap mainnya gitu dan ga ada ngeyelnya yah tinggal farewell aja di PL
@TheLilywhitesID Sebagai fans Spurs, jujur ga marah. Hehe kalo cara mainnya gini mending degradasi aja. Dan rebuild lagi ini tim drpd buang buang uang 💰
Divonis mati dalam 7 bulan karena kanker stadium 4, tapi jutawan muda ini justru menyebut penyakitnya sebagai "hadiah terindah dari Tuhan". Lalu dia jual semua mobil Ferrari dan hartanya demi bangun desa untuk orang miskin di Afrika.
Namanya Ali Banat, pengusaha sukses asal Sydney, Australia. Di puncak kesuksesan dengan kehidupan glamor, tahun 2015 dia divonis kanker ganas stadium 4. Dokter beri waktu hanya 7 bulan.
Alih-alih putus asa, Ali justru bilang kanker ini adalah hadiah dari Tuhan untuk menyelamatkan akhiratnya. Dia langsung jual habis semua mobil Ferrari, aset bisnis, dan hartanya. Semua dana digunakan untuk mendirikan MATW Project.
Dia terbang ke Togo di Afrika, membangun desa mandiri lengkap dengan sumur air bersih, sekolah, rumah sakit, masjid, dan fasilitas untuk ribuan penduduk miskin. Meski tubuhnya melemah, Ali memimpin langsung proyek itu.
Dia diberi umur lebih panjang dari vonis dokter, hampir 3 tahun, sebelum wafat pada 29 Mei 2018 di bulan Ramadhan.
Sekarang tahun 2026, MATW Project yang dia rintis masih terus berjalan dan sudah menyentuh jutaan orang di lebih dari 30 negara.
Gue pribadi sangat terharu sama kisah ini. Di zaman orang kejar kemewahan, ada sosok seperti Ali yang rela lepaskan semuanya demi sesama. Dia mengajarkan bahwa harta sejati adalah yang kita infakkan, bukan yang kita tumpuk.
Divonis mati dalam 7 bulan karena kanker stadium 4, tapi jutawan muda ini justru menyebut penyakitnya sebagai "hadiah terindah dari Tuhan". Lalu dia jual semua mobil Ferrari dan hartanya demi bangun desa untuk orang miskin di Afrika.
Namanya Ali Banat, pengusaha sukses asal Sydney, Australia. Di puncak kesuksesan dengan kehidupan glamor, tahun 2015 dia divonis kanker ganas stadium 4. Dokter beri waktu hanya 7 bulan.
Alih-alih putus asa, Ali justru bilang kanker ini adalah hadiah dari Tuhan untuk menyelamatkan akhiratnya. Dia langsung jual habis semua mobil Ferrari, aset bisnis, dan hartanya. Semua dana digunakan untuk mendirikan MATW Project.
Dia terbang ke Togo di Afrika, membangun desa mandiri lengkap dengan sumur air bersih, sekolah, rumah sakit, masjid, dan fasilitas untuk ribuan penduduk miskin. Meski tubuhnya melemah, Ali memimpin langsung proyek itu.
Dia diberi umur lebih panjang dari vonis dokter, hampir 3 tahun, sebelum wafat pada 29 Mei 2018 di bulan Ramadhan.
Sekarang tahun 2026, MATW Project yang dia rintis masih terus berjalan dan sudah menyentuh jutaan orang di lebih dari 30 negara.
Gue pribadi sangat terharu sama kisah ini. Di zaman orang kejar kemewahan, ada sosok seperti Ali yang rela lepaskan semuanya demi sesama. Dia mengajarkan bahwa harta sejati adalah yang kita infakkan, bukan yang kita tumpuk.
@KucengTerbanggg Kurang tau perasaan ku gimana , saya laki laki tapi sepertinya saya korban lovebombing. Tapi entahlah... Semoga asumsiku salah. Memang benar saya tidak pernah baik dalam nge treat perempuan. ..
@DaBeZhu@ChanelDh47873@PensilAajaib Ga membenarkan kekerasan juga kok mas. Tp saya yakin tujuan guru tersebut tdk lain tdk bukan tujuannya mendidik , krn dgn ditampar itu bisa jd alarm untuk mereka. Jadi saya harus berani bilang anak era sekarang lembek sekali mentalnya.
@ariantoibnu@AyahnyaVia01@MafiaWasit Bener harusnya main simpel (backpass) saya juga heran Ridho ngapain juga gocek gocek gitu, knp gitu loh. Apalagi elu itu lawan Irak yang peringkat nya diatas elu aduh 😮💨
@DaBeZhu@ChanelDh47873@PensilAajaib Menurut saya ttp responnya berlebihan mas , bukan adu nasib ya, di era saya anak merokok du sekolah itu udah fatal. ditampar itu hal yang wajar. Dan ga akn ada laporan gmn2. Saya tau sendiri, sya ngelihat teman saya saat SMA dipukul wali kelas saya , ditampar , bahkan dengan buku