Orang introvert tuh bukan gak bisa ketemu stranger, justru malah semangat sosialisasi sama stranger.
Yang ngabisin energi itu ketemu orang yang dikenal, tapi gak deket. Uhhhh, percaya deh, habis sehabisnya itu battery social-nya.
"Jika kamu ingin menguji karakter seseorang, hormati dia. Jika dia memiliki karakter yang bagus, dia akan lebih menghormatimu, namun jika dia memiliki karakter yang buruk, dia akan merasa dirinya paling baik dari semuanya."
Ali bin Abi Thalib
bayangin lu punya potensi tapi energi lu udah abis buat bertahan, mental lu di hajar habis-habisan, lu udah udah gak punya ambisi, karena sejauh ini lu cuma ngabisin energi di survival mode instead of growing.
Amarah melemahkan hati, duka cita melemahkan paru-paru, kesedihan melemahkan lambung, stres membebani jantung dan otak. sedangkan rasa takut melemahkan ginjal. Jika emosi-emosi ini meningkat dan terjadi terus-menerus di dalam tubuh, maka organ tersebut akan jatuh sakit
Ibnu Sina
habis nonton indra frimawan dengan bintang tamu dokter @GiaPratamaMD di channelnya om deddy corbuzier, dapet ilmu baru guys
coba kalian periksa ke MCU, lalu cek kolesterol total dan HDL
HDL (High Density Lipoprotein) adalah jenis lipoprotein yang sering disebut sebagai "kolesterol baik". (source: alodokter)
angka HDL ini harus diatas 60 (lebih bagus lagi kalo diatas 80).
rumusnya: angka kolesterol total dibagi HDL
hasilnya harus dibawah 4. contoh:
kolesterol total = 180
HDL = 20
180 : 20 = 9 (bahaya)
kolesterol total = 240
HDL = 80
240 : 80 = 3 (aman)
jika hasilnya dibawah 4, maka jauh dari serangan jantung, dan jauh dari stroke
Hati2 ya kalau curang, menipu, memanfaatkan, menelikung, merendahkan, menjatuhkan, menghina, memfitnah, apalagi membunuh karakter.. intinya menyakiti/mendzalimi orang lain.
Kita tdk tau, hidup akan memberi dia apa dan membawa dia ke mana.. apalagi jika dia ikhlas dan berserah.
adegan paling menguras energi di tempat kerja bukan kerjanya, tapi harus bersikap normal dengan orang orang yang sebenernya pengen kita sleding kepalanya
GUys ini sakit sih......
Lu pada ingat gak kemarin ada dua Dirjen Kemenkeu yang dicopot tanpa penjelasan resmi,
tanpa konferensi pers,
tanpa pernyataan apapun dari kementerian?
Semua pejabat Kemenkeu kompak bungkam.
Tidak ada yang mau menjelaskan kenapa.
Nah sekarang setelah konpers Purbaya mulai kelihatan gambarannya.
Dan ini jauh lebih dalam dari sekadar rotasi biasa.
Ternyata ada sabotase dari dalam.
Purbaya di konpers ini mengakui secara eksplisit ada informasi yang sengaja bocor dari internal Kemenkeu untuk merusak kepercayaan pasar.
Bocoran pertama:
kas pemerintah hanya cukup 3 minggu.
Bocoran kedua:
uang negara tinggal 120 triliun dan hampir habis.
Bocoran ketiga :
dan ini yang paling gila: ada yang dari internal bilang ke investor asing:
Jangan bawa Menteri Keuangan ini ke temu investor. Dia tidak bisa bahasa Inggris dan akan mengacaukan.
Itu dari internal, kata Purbaya secara langsung.
Bukan dari oposisi.
Bukan dari pengamat.
Dari dalam Kemenkeu sendiri.
Dampaknya nyata ke pasar.
Tiga informasi itu meskipun tidak akurat sudah terlanjur membentuk ekspektasi negatif di pasar.
Rupiah tertekan sebagian karena sentimen yang dibentuk oleh bocoran-bocoran itu.
Dan Purbaya harus terbang ke luar negeri,
ketemu investor satu per satu
menjelaskan bahwa kondisi fiskal kita tidak separah yang disebarkan.
Bule-bule itu bilang clear.
Investor-investor besar juga tidak menanyakan itu lagi.
Tapi kerusakan sentimen sudah terlanjur terjadi di dalam negeri.
Soal pencopotan dua Dirjen jawaban Purbaya sangat mengejutkan:
Ketika wartawan bertanya langsung apakah pencopotan itu ada hubungannya dengan bocoran-bocoran itu Purbaya menjawab:
Iya dan tidak. Ada sedikit.
Tapi ada yang lain-lain juga.
Ini adalah pengakuan implisit yang sangat jelas.
Ada sedikit hubungannya tapi bukan satu-satunya alasan.
Artinya ada akumulasi masalah yang akhirnya sampai di titik Purbaya memutuskan harus ada pergantian di level Dirjen.
Dan ada tiga masalah lain yang terungkap bersamaan:
Pertama
40 perusahaan asing tidak bayar pajak semestinya.
Mayoritas perusahaan China.
Under invoicing ekspor melaporkan nilai ekspor lebih kecil dari yang sebenarnya untuk memperkecil pajak dan bea keluar.
Dua sudah dikejar dan berjanji membayar.
Tapi 38 yang lain masih berjalan normal.
Tebakan mereka benar kita tidak akan berubah.
Dan yang lebih mengkhawatirkan Purbaya mengindikasikan ada kemungkinan oknum di Dirjen Pajak yang melindungi perusahaan-perusahaan itu:
Kalau dikasih ke orang pajak yang di situ aja sepertinya dilindungin juga kelihatannya.
Makanya rencananya membentuk tim khusus langsung di bawah Irjen atau Sekjen bukan Dirjen Pajak.
Kedua
dokumen pajak jalan tol dan pajak orang kaya yang Purbaya sendiri tidak tahu ada.
Wartawan tanya soal dokumen rencana pajak baru yang beredar pajak jalan tol, pajak orang kaya.
Jawaban Purbaya:
Pajak orang kaya saya baru dengar kemarin.
Pajak jalan tol sama, baru tahu kemarin."
Wartawan bilang dokumen itu ada tanda tangan elektronik Purbaya.
Oh, tanda tangan elektronik ada loh.
Kadang mereka bilang 'sudah aman Pak' saya tanda tangan."
Seorang Menteri Keuangan tidak tahu ada kebijakan yang beredar atas namanya karena terlalu percaya ke staf yang bilang "sudah aman."
Ketiga
sistem IT SPT pajak yang masih bermasalah.
Wajib pajak yang sudah mengisi SPT badan datanya bisa hilang begitu saja setelah server dimatikan 15 menit untuk maintenance.
Semua isian dari awal lagi.
Purbaya bilang sudah ada yang sengaja menghidupkan lagi akses yang sudah dimatikan:
Ada orang dalam yang ngidupin lagi gitu.
Gambar besarnya dan ini yang paling mengkhawatirkan:
Kemenkeu adalah kementerian yang secara eksternal paling dipercaya investor global saat ini. S&P bilang stable. IMF bilang bright spot.
Tapi di dalam:
Ada Dirjen yang diduga aktif sabotase kepercayaan pasar terhadap Menkeu-nya sendiri.
Ada 40 perusahaan asing yang tidak bayar pajak semestinya dengan indikasi ada yang melindungi dari dalam Dirjen Pajak.
Ada kebijakan yang ditandatangani Menteri tanpa Menteri benar-benar tahu isinya.
Ada sistem IT yang masih bisa disabotase dari dalam.
Dan Menkeu yang paling dipercaya investor global ini masih harus berperang melawan sistemnya sendiri dari dalam.
Kalau Kemenkeu saja masih seperti ini bayangkan kondisi di kementerian lain yang tidak mendapat sorotan sebesar ini.
sungguh sakit ini negeri kita
nemu kata kata yang nenangin banget;
“Apa yang tidak sampai ke telingamu, itulah cara Allah menjagamu.
Apa yang sampai lewat mulut orang lain, itu cara Allah mengujimu.
Dan apa yang sampai langsung dari pelakunya itulah cara Allah beri kesempatan agar hatimu belajar sabar dan memaafkan.”
Kadang kita terlalu sibuk mempertanyakan takdir, sampai lupa… bahwa Allah tidak pernah keliru dalam menetapkan.
Apapun yang terjadi semuanya sudah diukur dengan sangat tepat.
Bahkan luka yang terasa paling dalam, tetap bagian dari cara Allah menjaga kita.🖤
Sekarang anakku sudah tiga, dan jujur saja, panggilan untuk 'di rumah aja' makin kencang menggema setiap hari. Rasanya ingin kucurahkan fokus ke mereka saja.
Tapi setiap kali niat itu muncul, aku selalu ingat kembali: aku bisa sampai di titik ini bukan karena kakiku sendiri. Ada beasiswa yang harus dipertanggungjawabkan, ada dukungan orang tua yang dulu rela menjaga anakku di luar kota saat aku sekolah, ada kerelaan suami yang sering kutinggal, dan doa-doa mereka yang tak putus.
Bekerja, merawat pasien, & berbagi edukasi akhirnya jadi caraku untuk 'membayar hutang budi' itu. Ilmu ini bukan cuma milikku, tapi amanah yang harus kukembalikan ke masyarakat. Berjuang di antara dua dunia ini memang nggak mudah, tapi semoga lelahnya jadi berkah juga untuk anak-anak.
Kalo tulisanku ini adalah pertama kalinya kamu bertemu denganku, ‘Hai salam kenal ya!’. Dari aku yg sedang berusaha bertahan di antara cinta untuk keluarga & pengabdian untuk sesama. Semangat ya buat kita semua 💪