Menepi sebentar ke Renaisansi Coffee & Theotraphi sore ini. Tempat kayak gini selalu sukses bikin mikir: kalau ruang baca dan ruang belajar bisa dibikin se-nyaman dan se-hidup ini, kenapa atmosfer di kelas2 sekolah kita sering kali terasa kaku dan menegangkan, ya?
Sebuah utas👇
Bapak-bapak, beginilah pengorbanan istrimu melewati proses menyakitkan untuk pasang KB implan. 🥺
Batang implan yang dipasang di bawah kulit lengan itu panjangnya hampir setara jempol orang dewasa. Sebelum dipasang, istri harus disuntik bius lokal terlebih dahulu, lalu implan dimasukkan melalui prosedur medis di bawah kulit.
Semua itu dijalani agar keluarga tidak perlu menghadapi kehamilan yang belum direncanakan di tengah biaya hidup yang makin tinggi, harga kebutuhan pokok yang terus naik, dan tanggung jawab membesarkan anak yang semakin besar dari tahun ke tahun.
Jadi ketika istri bersedia menjalani prosedur ini, ingatlah bahwa ada pengorbanan, rasa tidak nyaman, dan keberanian yang mungkin tidak banyak diceritakannya.
Masih tega menyakiti hati perempuan yang sudah melalui semua itu demi keluarganya, Pak?
Saya coba kirim gambar pertanyaan ini ke TarjihMu AI Agent.
Ini hasilnya.
Mirip?
[TarjihMu AI Agent]
---
📌 Pertanyaan:
🔸 Kalau babi itu haram dimakan, kenapa Allah menciptakan babi?
---
⚖️ Jawaban:
🔹 Pertama, "haram dimakan" ≠ "tidak boleh ada"!
Ini yang sering bikin kita bingung. Allah menciptakan babi bukan berarti babi boleh kita makan, sama seperti Allah menciptakan racun tapi kita tidak boleh meminumnya.
🔹 Kedua, semua ciptaan Allah punya tujuan di alam ini.
Al-Qur'an bilang:
*"Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untukmu sekalian."* (QS. Al-Baqarah: 29)
Tapi "untukmu" di sini artinya luas — bukan berarti semua harus kita makan. Babi punya peran dalam ekosistem, misalnya memakan sisa-sisa organik di alam.
🔹 Ketiga, larangan makan babi adalah ujian ketaatan kita kepada Allah.
Allah secara tegas melarang makan daging babi dalam:
🕌 QS. Al-Baqarah (2): 173
🕌 QS. Al-Maidah (5): 3
🕌 QS. An-Nahl (16): 115
Artinya: Allah yang Maha Tahu lebih paham mana yang baik dan buruk untuk manusia.
🔹 Keempat, ilmu pengetahuan juga mendukung larangan ini.
Daging babi mengandung parasit dan bakteri tertentu yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia jika tidak dimasak dengan benar. Ini salah satu *hikmah* (kebijaksanaan) di balik larangan tersebut.
---
📚 Dasar Hukum:
🔹 Fatwa MTT PP Muhammadiyah: *"Hukum mengkonsumsi babi adalah haram."* (Fatwa No. 09/2014 tentang Enoxaparin)
🔹 QS. Al-Baqarah (2): 173 — Larangan makan bangkai, darah, dan daging babi
🔹 Kaidah fiqih: *"Hukum asal segala sesuatu adalah boleh, sampai ada dalil yang mengharamkannya"* — artinya pengharaman babi adalah pengecualian khusus yang ada alasannya
✅ *Wallāhu a'lam biṣ-ṣawāb. Segala kebenaran hanya milik Allah, dan TarjihMu hanyalah sarana untuk mendekat pada pemahaman yang lebih baik.*
Gua Rutin Membaca Buku Supaya Gak Stress Karena Baca Jurnal Ini
Tahukah kalian bahwa hanya dengan membaca 4 buku rekreasional per tahun saja, risiko mengalami stres psikologis, kecemasan, dan gejala depresi bisa turun secara signifikan?
Penelitian yang dipublikasikan di Journal of American College Health (Levine et al., 2022) terhadap 231 mahasiswa di Kanada menunjukkan bahwa membaca buku untuk kesenangan (recreational reading) berasosiasi dengan penurunan psychological distress melalui mekanisme mengurangi need frustration (frustrasi kebutuhan psikologis dasar).
Efeknya juga didapatkan dari penurunan risiko depresi dan ansietas.
Konsisten membaca berasosiasi dengan pikiran lebih tenang, kecemasan berkurang, dan keluhan depresi menurun, tanpa biaya mahal atau terapi intensif.
Di tengah hiruk-pikuk kota besar, deadline kerja, dan tekanan sehari-hari, membaca buku bisa jadi "reset" sederhana yang sangat powerful untuk kesehatan mental.
Coba deh ambil satu buku yang benar-benar kalian penasaran, baca 15–20 menit sehari.
Gue pribadi sekarang lagi baca The Death of Expertise tulisan Tom Nichols. Kalau kalian lagi baca buku apa?
Tapi setidaknya, arah kompas kita sudah mulai bergeser ke jalur yang tepat: memanusiakan manusia. Semoga perlahan, semua sekolah di pelosok negeri bisa se-menghidupkan dan se-menyenangkan ruang baca sore ini. #revitalisasisekolah#renovasisekolah
Menepi sebentar ke Renaisansi Coffee & Theotraphi sore ini. Tempat kayak gini selalu sukses bikin mikir: kalau ruang baca dan ruang belajar bisa dibikin se-nyaman dan se-hidup ini, kenapa atmosfer di kelas2 sekolah kita sering kali terasa kaku dan menegangkan, ya?
Sebuah utas👇
Membenahi sistem yang telanjur kaku puluhan tahun emang butuh waktu, energi, dan komitmen kolektif yang gak main-main. Langkah-langkah #revitalisasi dan digitalisasi yang berjalan sekarang barulah awal dari perjalanan panjang itu.
Gue berusaha mengurangi menonton short video setelah tahu akibatnya bisa mengubah struktur otak.
Jadi ada penelitian tahun 2025 yang melakukan MRI otak pada 111 mahasiswa untuk dilihat hubungan antara sering menonton short video dengan volume gray matter otak.
Hasilnya menunjukkan orang yang rutin menonton short video ternyata memiliki area otak yang lebih sensitif terhadap instant gratification. Penelitian ini menyebutkan bahwa perubahan struktur otak tersebut bisa semakin membuat scrolling video menjadi tidak terkendali.
Penelitian lain menunjukkan bahwa rutin menonton short video berhubungan dengan penurunan kemampuan kognitif serta penurunan kemampuan untuk mengontrol diri sendiri.
Sumber:
Neuroanatomical and functional substrates of the short video addiction and its association with brain transcriptomic and cellular architecture
Cerita para korban peristiwa 1965.
Trigger Warning, utas menggandung kekerasan fisik dan seksual. Klo ga kuat jangan baca ya.
Pembunuhan ratusan ribu hingga jutaan orang di Indonesia pada 1965-1967 tetap menjadi peristiwa misteri. Sejarawan mengakui bahwa pembunuhan massal itu terjadi namun mereka mengalami kesulitan untuk mendokumentasikan satu kematian pun. Tanpa data dan dokumentasi, sejarawan bingung meghadapi pertanyaan paling mendasar: Siapa pelakunya? Angkatan Darat atau milisi sipil atau warga biasa? Kelompok mana yang paling bertanggung jawab? Apa motifnya? Bagaimana pembunuhan itu diorganisir? Apakah korban hanya kaum komunis atau menyasar yang lain? Apakah korban melawan? Mengapa korban tidak melawan? Berapa jumlah korban pembunuhan massal?
Foto: @potretlawas dari buku Penghancuran PKI oleh Olle Tornquist
Kita ngalamin yang namanya Inflasi Pendidikan.
Gelar S1 zaman now itu nilainya udah setara sama ijazah SMA zaman dulu karena hampir semua orang bisa kuliah.
Efeknya, HRD jadi kebingungan ngefilter lautan sarjana ini. Solusinya? Mereka nyiptain rintangan ala Ninja Warrior atau Hunger Games (Online Test berlapis, FGD/LGD, presentasi kasus, psikotes berjam-jam).
Proses ribet itu berevolusi bukan karena kerjaannya butuh skill yang bagus, tapi semata-mata buat nge-eliminasi ribuan kandidat dengan cepet aja. 🤓
Supply and Demand buat lapangan pekerjaan disini juga jomplang banget cik. Supply tenaga kerja di Indo kata GIBRAN membludak ruah, sedangkan lapangan kerjanya seret.
Dampaknya? Karena tahu yang butuh kerja itu ada jutaan orang, perusahaan seenaknya melempar beban biaya penyeleksian ke pelamar. 👹
Kalo dibandingin di US atau di Eropa mah proses rekrutmen rata-rata straight to the point. Kirim CV/Resume - Screening (via telepon) - Interview (1 atau 2 kali sama user/manager) - Offering.
Tes aneh-aneh berjam-jam atau MCU sampai disuruh puasa dan bugil itu jatuhnya red flag dan bisa kena tuntutan pelanggaran privasi malahan di US/Eropa. KECUALI lu daftar masuk militer, kerja di lab berbahaya, atau buruh fisik berat.
Di Indo? Daftar staf admin entry level aja MCU-nya kayak mau dikirim dinas ke daerah konflik 💀
Angkatan yang dulu harus ngerasain atap bocor atau belajar pakai kapur sampai baju putih penuh bedak pasti paham banget kenapa revitalisasi fisik sekolah sepenting itu. #revitalisasisekolah#renovasisekolah#jumatberkah
Transformasi Sarana Pendidikan dari Timur Indonesia
#SobatBelajar, Kemendikdasmen terus memperluas jangkauan program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Salah satunya di Kota Kupang di Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 576 satuan pendidikan telah menerima bantuan revitalisasi pada tahun 2025 yang telah diresmikan langsung oleh Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, di SMA Negeri 9 Kota Kupang pada Selasa (5/5).
Seperti apa, ya, tanggapan para penerima bantuan revitalisasi TA 2025 dan harapan mereka tentang program ini ke depannya? Yuk, simak selengkapnya pada video di atas!
#RevitalisasiSatuanPendidikan #PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRAMAH
Kemarin sengaja ngumpulin dan ngerapihin dokumen2 @Kemdikdasmen soal progres #revitalisasisekolah kita belakangan ini. Ternyata banyak banget perubahan yang luput dari headline media besar.
Coba deh cek kumpulan dokumentasi dan capaian konkretnya di bawah ini:
👇🏼👇🏼👇🏼
Jauh bgt ya bedanya, dulu kalau guru nyuruh maju ke depan buat nulis rasanya deg2an setengah mati, medianya cuma papan hitam & kapur. Sekarang medianya udah digital interaktif gini, malah bikin anak2 jd makin rebutan pengen maju dan nyoba. #revitalisasisekolah#renovasisekolah
#SobatBelajar, pemanfaatan Papan Interaktif Digital (IFP) menjadi perhatian saat Mendikdasmen, Abdul Mu'ti meninjau SDN 6 Sumerta, Denpasar, Bali, pada Rabu (7/5). Didampingi Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Mendikdasmen melihat langsung pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 4 yang memanfaatkan papan interaktif digital tersebut.