"Pidana tambahan pembayaran uang penganti senilai Rp 809 M sekian, apabila tidak dibayar dalam kurun waktu 1 bulan maka harta bendanya akan disita dan dilelang. Jika hartanya tidak mencukupi, diganti dengan hukuman 5 tahun penjara."
Gila, dimiskinkan cuk!
anak IT kalo flexing.. bisa dilihat dari ekstensi domainnya🫵😌
Kelas subsidi :
.xyz
.my.id
.web.id
.biz.id
Kelas Menengah:
.com
.info
.net
.app
.dev
Kelas Elit :
.ai
.io
Kelas menolak mengeluarkan uang:
.netlify
.vercel
.github
Imagine if Iran bombed and destroyed the Golden Gate Bridge in California, what would you call it? TERRORISTS
The U.S bombed and destroyed the highest bridge in Iran, the B1 bridge, why do you call it “PEACE”?
Bombing a bridge is a war crime under international humanitarian law
TERNYATA HOBI BISA BOCORIN KARAKTER ASLIMU LOH
📖Membaca
Tipe yang tenang, suka mikir dalam, empatinya tinggi, dan nyaman dengan dunia sendiri.
🤼♂️Olahraga Tim
Energik, kompetitif, gampang bergaul, dan berani ambil peran di depan.
🥘Memasak
Kreatif, solutif, suka melayani, dan nggak takut coba hal baru.
📷Fotografi
Peka, detail-oriented, cinta keindahan, dan jago nangkap momen.
🥦Berkebun
Sabar, kalem, perfeksionis, dan penuh kepedulian.
🎮Main Game
Adaptif, terbuka, cepat nyatu di lingkungan sosial.
✍️Menulis
Imajinatif, eksploratif, dan suka memperluas koneksi.
🚴♂️Bersepeda
Ceria, petualang, suka tantangan, dan menyenangkan.
🤥Berbohong
Dimensia, ngigo antek antek asing, bicara selalu bilangnya "Pokoknya ada aja" dan kadang kala suka teriak hidup... Dup.. Jok...... <sebahagian teks hilang >
Semoga bermanfaat!
Hobimu yang mana nih?
Amsal sitepu: videografer yang dilawan negara
> be Amsal Sitepu
> videografer & pekerja kreatif dari Karo
> dituduh korupsi dana desa 200 juta
> ditahan dan diintimidasi oknum jaksa
> ngelawan balik, hari ini resmi divonis bebas murni
the project
> bikin video profil dokumenter buat 20 desa
> dapet kontrak bikin video profil desa (2020-2022)
> per video dihargai 30 juta (include drone, editing, crew)
> malah dituduh korupsi & markup sama kejaksaan
the "creative" logic
> jaksa nganggep harga video kemahalan
> ada argumen absurd di persidangan: "ide & konsep harusnya GRATIS"
> cuma alat & operasional yang boleh dihitung
the "brownies" incident
> pas lagi ditahan, didatengin oknum jaksa
> dibawain sekotak brownies cokelat
> bukan empati, tapi ngasih ancaman
> disuruh bungkam, "ikuti alurnya, tutup konten"
> diancam bakal "dibenamkan" kalau berani ngelawan
> amsal nolak tunduk, dibongkar semua di pleidoi
the comedy audit
> jaksa klaim negara rugi 202 juta
> di sidang ketahuan yang ngitung bukan BPK atau BPKP
> hitungannya dapet dari nanya staf komdigi
> kocaknya staf ini nggak pernah diperiksa pas penyidikan
> nggak pernah dihadirkan juga di persidangan
> JPU cuma asal comot angka
1 april 2026
> hakim PN medan ketok palu
> dakwaan JPU prematur dan cacat prosedur
> amsal sama sekali tidak terbukti korupsi
> bebas murni, harkat dan martabat wajib dipulihkan
🚨🇯🇵 BREAKING: 24,000 Japanese people took to the streets to support Iran and Palestine against the Zionist Epstein regime.
I love you Japan. I hope to visit you soon.
MEXC New Airdrop+ Listing: Share 75,000 USDT & New User APR Boosters up to 300%!
‣ $FORU @foruai
‣ Trading: Mar 12, 2026, 12:00 (UTC)
👇 Join the Airdrop+ campaign: https://t.co/0tnhub0obp
👇 New User Exclusive Earn: https://t.co/FOlYYswbEN
Pemilik kucing dan Komunitas Cat Lovers in The World (CLOW) Solo, Hening Yulia, mengungkapkan rencana penyidik Polres Blora yang hendak menyita ponsel Farida dan adiknya, Firda. Farida merupakan pemilik kucing yang ditendang Pujianto (68), advokat dan mantan ASN Pemkab Blora. Kucing tersebut sempat kejang usai ditendang dan meninggal sepekan kemudian.
“Memang saya diberi kabar penyidik Polres Blora mau menyita hp pemilik. Hp Farida yang digunakan untuk upload dan hp adiknya, Firda, yang digunakan untuk merekam,” kata Hening. Penyitaan disebut untuk kepentingan pembuktian di pengadilan. “Kami menerima itu. Namun saya negosiasi. Setahu kami dalam kasus lain, untuk alat bukti persidangan materi saja. Berarti link diambil, simpan polisi jadi alat bukti,” tambahnya.
Pihaknya sempat keberatan karena dua ponsel tersebut digunakan untuk bekerja. “Setahu kami, yang perlu dikejar sepatu yang dipakai terduga pelaku untuk menendang, bukan hp pemilik,” jelasnya. Firda menyebut awalnya keberatan, namun setelah mendapat penjelasan akhirnya kooperatif. “Ini sementara dikasih waktu pindah data pribadi. Banyak aplikasi privasi, dipindah dulu. Setelah itu baru diberikan,” terangnya.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto memastikan proses hukum berjalan tuntas. “Permohonannya ke kepolisian agar dapat melakukan proses hukum atas penganiayaan kucing,” katanya. “Saya yakinkan yang berjalan di Polres, berlangsung proses hukum dengan baik,” bebernya.
📸: Dok. Shutterstock.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | onliner | R018 | E158
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Gue lagi ngantri di minimarket malem malem, banyak muka orang-orang yang kelihatan capek abis pulang kerja.
Ada seorang cowok ke kasir, beli kopi starbucks kaleng sama Marlboro merah. Pas kasir nyebutin totalnya, dia reflek buka MyBCA, cek saldo, terus ngedumel “Anjir, tipis banget.” Tapi habis bayar dia keluar dan foto minuman ama rokoknya dengan caption “late night grind”.
Masalahnya, pemandangan kayak gitu tuh kejadian tiap malem di kota besar. Antrian minimarket penuh anak kantoran yang kelihatan rapi dan “sibuk”, tapi di balik itu banyak yang hidupnya kayak etalase. Dari luar keliatan mapan, dari dalem saldonya ngos ngosan. Gaji UMR tapi lifestyle sok SCBD. Beli kopi botolan mahal di minimarket padahal di rak sebelah ada yang lebih murah. Ambil snack overprice cuma karena packagingnya lucu dan keliatan estetik kalau difoto. Katanya biar nemenin “late night grind”, padahal yang digrind itu gengsi, bukan masa depan finansial.
Yang bikin miris, semua ini sering dibungkus narasi “self reward” dan “yang penting nikmatin proses”. Padahal jujur aja, itu sering cuma topeng buat nutupin rasa takut keliatan biasa aja. Takut kalau story cuma isi air mineral dibilang hidupnya gitu gitu aja. Takut dianggap ga level kalau ga kelihatan sibuk, capek, produktif. Akhirnya yang dikorbanin bukan rasa gengsi, tapi logika finansial sendiri. Story-nya rapi, tapi alur duit masuk keluar hidupnya ga pernah dirapiin.
Pahitnya gini. Dunia ga ngasih bonus cuma karena lu upload caption “late night grind”. Sistem hidup ga peduli lu keliatan capek kerja atau engga. Yang dihitung itu seberapa kuat lu berdiri pas hidup lagi ketat. Kalau tiap belanja kecil aja lu harus cek saldo dulu, tapi tetap maksa beli yang mahal demi kelihatan “lagi hustle”, itu bukan lifestyle, itu tanda lu lagi maksa citra yang ga sebanding sama realita. Lu lagi beli validasi sosial pakai napas masa depan finansial lu sendiri.
Ini keras, tapi perlu. Gaji UMR tapi pengen hidup kayak anak SCBD itu bukan mimpi besar, itu ilusi mahal yang kelihatannya receh di kasir minimarket. Kopi mahal hari ini mungkin keliatan kecil, tapi kebiasaan ngejar image tiap hari itu akumulasi stres versi premium. Kalau lu ga berani jujur sama dompet sendiri sekarang, gimana ceritanya lu mau naik kelas nanti? Coba puasa gengsi sebentar. Pilih yang masuk akal, bukan yang kelihatan. Stop nitipin masa depan finansial lu ke story 15 detik. Yang keliatan “grind” di antrian minimarket belum tentu lagi bangun masa depan. Dan yang beneran lagi naik kelas, seringnya justru ga perlu kelihatan sibuk di story.
Bayangin lo lagi naik pesawat, terus pilotnya bikin announcement, "Para penumpang yang terhormat, saya ngga ada pengalaman jadi pilot, tapi saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk belajar terbangin pesawat ini dengan baik dan saya merasa bisa".
Panik ngga lo?????