berulang kali bilang “kepala mau pecah”, ratusan kali bilang “aku stress bangett”, dan ribuan kali bilang “ga kuat mau nangis”, tapi nyatanya selalu berhasil menyelesaikan dengan baik meski kadang ga sepenuhnya puas. intinya, you are more than what you think
kadang yang menurut kita hurt banget, di orang lain cuma small thing yang lewat aja. bukan karena dia jahat, emang beda aja cara ngerasanya. kita expect dimengerti, tapi dia bahkan nggak kepikiran. jadi kadang bukan siapa” yang salah, we’re just not on the same page.
mungkin gue sebenernya uda hidup di doa dan mimpi yg gue harapkan itu cuma ga sadar aja. soalnya ketika kita grow, ekspektasi kita berubah lagi ke referensi lain. padahal yg sekarang mungkin harapan kita yg waktu dulu.