I want every single @ManCity fan to know I am here; more than ever. I am, always have been, always will, be behind my club, my owner, my chairman, Ferran, the players, staff, Enzo and you, our unique supporters.
Let me be clear: we will get through this together.
I love you all 🩵
Dijalan, mending banyakin sabar.
Cekcok antara pengendara mobil dan rombongan motor gede (moge) Harley-Davidson viral di media sosial. Insiden ini terjadi di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Kronologi peristiwa itu diceritakan oleh pemilik akun Threads @awkey18.
Dalam postingannya, ia sedang melintas dari arah Wates menuju Ciputat pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 06.54 WIB, lalu mendengar suara sirene dan melihat lampu rotator menyala dari arah belakang mobilnya.
Menurut cerita pengendara tersebut, ia kemudian melihat rombongan moge Harley-Davidson yang meminta ruang untuk melintas. Saat berhenti di depan rumah makan SSB karena ada mobil lain yang hendak keluar, sejumlah anggota rombongan disebut tetap menggeber motor mereka. Setelah pengendara mobil menepi ke sisi kiri, rombongan moge itu disebut menyalip dari sisi kanan sambil kembali menggeber motor tepat di samping mobilnya. Situasi ini yang disebut memicu emosi pengendara mobil, hingga ia mengejar rombongan tersebut sampai ke kawasan flyover Gaplek dan menegur salah satu pengendara moge. Perdebatan pun pecah antara pengendara mobil dan salah satu anggota rombongan. Dalam unggahannya, pengendara mobil mengaku sempat menangis usai menerima makian dari salah satu anggota klub moge tersebut. Belakangan diketahui, anggota rombongan yang terlibat cekcok merupakan bagian dari klub motor besar Club Motor Besar Club Indonesia (MBCI) Bogor. HDCI Bogor Beri Klarifikasi Pengurus Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Bogor pun menanggapi pemberitaan tersebut melalui akun Instagram (at)hdcibogor. HDCI Bogor menyatakan pada Senin (15/9/2026), pengendara yang mengenakan atribut klub dalam video yang beredar bukan lagi anggota HDCI Bogor sejak 2025. HDCI Bogor menegaskan, semua tindakan & konsekuensi hukum (perdata/pidana) yang bersangkutan adalah tanggung jawab pribadi, di luar tanggung jawab organisasi.
Siswa SMP di Sragen Divonis 2,5 Tahun, Eksekusi Ditunda hingga Lulus Sekolah
SRAGEN — Seorang siswa SMP berinisial DTP (14), asal Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan setelah dinyatakan terbukti melakukan kekerasan terhadap anak yang berujung pada kematian korban.
Putusan tersebut dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sragen, Senin (7/9/2026). Majelis hakim juga menetapkan DTP menjalani pidana di LPKA Kelas I Kutoarjo serta membayar restitusi sebesar Rp76.015.770,40 kepada keluarga korban.
Namun, pelaksanaan hukuman terhadap DTP belum dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, terdakwa yang masih berusia 14 tahun tersebut saat ini duduk di kelas IX SMP dan masih harus menyelesaikan pendidikannya.
Jaksa diperkirakan baru melakukan eksekusi setelah DTP menyelesaikan sekolahnya pada 2027.
Sembari menunggu proses tersebut, DTP dititipkan di IPWL Yayasan Lentera Bangsa Indonesia (YLBI) di Kecamatan Tanon. Selama berada di sana, ia tetap berada dalam pengawasan jaksa.
Kasi Pidum Kejari Sragen, Andhika Nugraha Triputra, menyebut putusan majelis hakim sama dengan tuntutan yang sebelumnya diajukan jaksa.
Menurutnya, perkara tersebut bermula dari tindakan kekerasan berupa pukulan menggunakan tangan terbuka ke bagian kepala korban. Tindakan tersebut kemudian berujung pada meninggalnya korban.
Atas putusan itu, pihak jaksa masih menyatakan pikir-pikir sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.
❗️ URGENTLY NEEDED ❗️
Kami butuh selang tambahan untuk proses pemadaman api karena selang-selang yang kami punya sudah bocor akibat tidak kuat menahan panasnya api.
Kalau teman-teman punya rezeki lebih yuk bantu melalui:
https://t.co/VrVP2r4JuO
❗️GUYS PLS HELP LIKE & RT ❗️
Kamu, Aku, Kita harus BERISIK.
Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di wilayah Kalimantan, aktivitas warga ikut terdampak, sementara kebutuhan di lapangan terus bertambah.
Donasi dapat diakses melalui :
https://t.co/VrVP2r4JuO
ini ga banget sihhh.. nendang orang pas lagi ngantri gaada sebab, lagi pms kah cowonya emosi amat 😭😔
lu gak mau keganggu, makan di rumah aja sanaaaa… jangan di foodcourt. ☺️☺️
Terdakwa yang paling happy tahun ini adalah Dokter Tifa.
Karena dengan sidang inilah satu-satunya cara untuk membongkar ijazah dan 712 dokumen yang diklaim milik Joko Widodo.
Tak ada lagi cara lain.
Setuju?
Ayo komen sebanyaknya ya biar saya semangaaat
Kita pernah loh punya capres yang peduli kesehatan mental seorang stranger di thread. Beliau ngasih dukungan yang menyejukkan dan terasa banget kepeduliannya.
Baru tau banget orang yang ga mandi dalam jangka waktu lama ternyata itu tanda sedang mengalami masa-masa berat. Terharu ada tokoh yg peka dan peduli akan mental health issue🥹
TEGA BANGET presiden prabowo ini, dan masih saja Ngotot dengan ANGKA STATISTIK Nol koma Nol
Bos ini ANAK MANUSIA bukan Property yang bisa dihitung dengab ANGKA !!!
MIRIS..
KEJAHATAN SISTEMATIS.
Dr. SYAHGANDA N, PRABOWO TAU 800 PETUGAS PEMILU MATI DIRACUN ERA JOKOWI.
PROF SITI ZUHRO, PEMILU 2019 MENGERIKAN, MENGHALALKAN SEGALA CARA. LEBIH 1.000 ORANG MATI, AKAN TERBUKA PADA WAKTUNYA..‼️
#KorupsiMarakEraJokowi#KorupsiMarakEraJokowi
🆘🆗
Sampe di hapus sama tiktok video ini
Kronologi:
bang malik fajar lagi ngevideoin di tempat kejadian dan tiba tiba ada "segerombolan Intel" yang langsung menyergab tanpa aba aba dan terjadi lah pengeroyokan secara membabi buta ke masyarakat
bang malik fajar: "saya pribadi ingin menolong nya namun saya melihat banyak dari pihak Intel tersebut membawa rotan dan rantai segingga saya mengamankan diri dari kejaran tersebut."
salah satu yang menarik ketika naik MRT adalah TIDAK ADA TEMPAT SAMPAH.
gue kepikiran, siapa yang pertama kali mencetuskan ide liar ini dalam ruang rapat dulu. pasti diserang abis-abisan.
👷♂️: “kita nggak usah sediakan tempat sampah di stasiun.”
👨💼: “mana bisa? ada tempat sampah saja ruang publik masih kotor di mana-mana.”
👷♂️: “kita edukasi rakyat supaya mau bawa pulang sampahnya.”
👨💼: “mana bisa rakyat kita diedukasi kayak gitu?”
DAN TERNYATA BISA.
stasiun MRT super bersih.
sebenarnya, kalau pembuat kebijakan memberikan ruang untuk rakyat beradaptasi, banyak hal baik bisa terjadi.
sesimpel mengedukasi rakyat untuk tidak membawa sampah di ruang publik.
mungkin kita juga bisa mengedukasi wakil rakyat untuk tidak membawa gagasan sampah di ruang rapat.
izin 🙏