Syua Adana Edih (8) dan Shanum Alia Edih (6) harus kehilangan kedua orang tuanya setelah Ridanti Amalia dan Edih meninggal akibat kecelakaan yang melibatkan taksi di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, pada 6 Mei 2026.
Menurut keluarga, saat itu Edih yang bekerja sebagai kurir sedang mengantarkan barang bersama istrinya ketika kendaraan mereka ditabrak. Ridanti meninggal di lokasi kejadian karena terlindas, sementara Edih menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Bethsaida.
Paman korban, Reza Irawan, mengenang Edih sebagai sosok pekerja keras. Motor yang selama ini digunakan untuk bekerja juga rusak parah akibat kecelakaan tersebut, sehingga tidak ada harta yang bisa diwariskan kepada kedua anaknya.
Kini Syua dan Alia tinggal bersama nenek mereka. Keluarga menyebut kondisi ekonomi kedua anak itu cukup sulit karena sang nenek menjadi satu-satunya tumpuan setelah kepergian orang tua mereka.
Keluarga juga mengaku menolak bantuan Rp 50 juta yang ditawarkan pihak taksi. Mereka berharap ada jaminan pendidikan dan biaya hidup bagi kedua anak tersebut setidaknya hingga usia 21 tahun.
๐ธ: Dok. Istimewa.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.โ
๐: newsupdate | update | news | videonews | R120 | E073 | E103 | V157
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Jadi inget cerita temen ASN selesai latihan baris sama si paling bela negara.
Pelatih: Kalian ambil pelajaran dari latihan ini. Kalau kamu sendirian yang beda, kamu akan keliatan salah. Tapi kalau kamu salahnya bareng-bareng, semuanya kompak, kesalahan kamu gak akan terlihat.
Menurut saya, budaya bertanya tidak lahir hanya dari kalimat:
โAyo, siapa yang mau bertanya?โ
Budaya bertanya lahir ketika anak berkali-kali mengalami bahwa pertanyaan mereka diterima dengan serius, tidak dipermalukan, dan benar-benar membantu mereka belajar.
Cahaya kecerdasan tetap bersinar..
Smg Allah sll melindungi anda, dan diberi kesehatan. .hingga bisa menyuarakan apa yg dikehendaki rakyat, dan tersampaikan.dg baik.๐๐ช๐
Kalian yg minta kalo kritik itu harus baik, beretika dan memberikan solusi. Apa yang disampaikan Pak Dino itu sudah sangat baik, halus, sopan, beretika, dan terstruktur serta memberikan saran dan solusi sesuai yg kalian mau. Sekarang masih tetep dianggap ga beretika. Intinya memang kalian itu enggan menerima kritik.
Saya udh ga tau harus komen apa lagi sama pejabat2 di negara ini. Dikritik keras salah, dikritik baik salah. Maunya semua orang dukung.
Boleh. Salah satu hal yang sering tidak disadari orang tua adalah bahwa banyak anak tidak takut pada matematika, tetapi justru takut pada pengalaman belajar matematika yang mereka alami.
Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan:
1. Kurangi pertanyaan "berapa hasilnya?"
Dan lebih sering tanyakan:
- "Kamu dapat jawaban itu dari mana?"
- "Menurutmu kenapa begitu?"
- "Ada cara lain nggak?"
Tujuannya agar anak melihat matematika sebagai proses berpikir, bukan lomba cepat menjawab.
2. Biasakan membahas perkiraan (estimasi)
Misalnya:
- "Menurutmu antrean ini sekitar berapa menit?"
- "Kalau kita jalan kaki ke sana kira-kira berapa langkah?"
- "Menurutmu ada berapa permen di toples itu?"
Estimasi adalah salah satu bentuk nalar matematis yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.
3. Jangan buru-buru memperbaiki jawaban salah
Saat anak salah, coba tanyakan:
"Boleh ceritakan cara berpikirmu hingga sampai pada jawaban ini?"
Sering kali kesalahan justru memperlihatkan bagaimana logika anak bekerja. Yang seperti itu jauh lebih berharga daripada sekadar mengetahui jawaban benar. Kita juga jadi bisa mengoreksi/meluruskan logika yang kurang pas.
4. Mainkan permainan yang melibatkan strategi seperti catur, congklak, Uno, Sudoku, puzzle, permainan kartu, bahkan tebak-tebakan logika.
Banyak konsep matematika tumbuh dari kebiasaan mencari pola dan membuat keputusan, bukan dari lembar latihan.
5. Tunjukkan bahwa orang dewasa juga menggunakan matematika. Misalnya saat berbelanja:
- membandingkan harga,
- menghitung diskon,
- memperkirakan waktu tempuh,
- membagi makanan.
Anak perlu melihat bahwa matematika adalah alat berpikir orang dewasa, bukan sekadar mata pelajaran sekolah.
6. Rayakan cara berpikir, bukan hanya jawaban benar
Daripada bilang, "Pintar, jawabannya benar."
Cobalah pernyataan seperti, "Aku suka cara kamu mencoba tiga strategi berbeda sebelum menemukan jawabannya." Hal ini membantu anak mengaitkan matematika dengan usaha dan penalaran.
7. Kenalkan pola sebelum rumus
Misalnya sebelum menghafal perkalian, kenalkan pola bilangan:
2, 4, 6, 8, ...
5, 10, 15, 20, ...
Biarkan anak menemukan polanya sendiri. Rumus akan lebih masuk akal jika lahir dari pola yang sudah mereka lihat.
Yang paling penting adalah bahwa matematika awalnya bukan tentang angka. Matematika adalah kebiasaan bertanya "kenapa?", "bagaimana?", dan "apakah selalu begitu?"
Kalau anak sering diajak berpikir seperti itu sejak kecil, saat bertemu pecahan, aljabar, atau kalkulus nanti, mereka tidak melihat matematika sebagai monster dan akan melihatnya sebagai bahasa untuk menjelaskan pola yang sudah lama mereka kenal.
@ankyws_@ardynshufi Transfer "bintang" kaya gini di tim lain ya bagian dari perayaan kemenangan kecil aja dari kegagalan tiap musimnya utk berprestasi.
Ini @pocolocoz9 namanya Ridzky Ligina. Singkatan dari rejeki Liga Indonesia. Bapaknya dulu jualan merch Persib pas final 95. Ada yg ngeborong, laku.
Uang hasil jualannya dipake buat lahiran si Ligina.
Kemaren si Ligina bawa foto alm bapaknya ke GBLA untuk menghormati semua ๐
๐จ BREAKING NEWS ๐จ
๐ค: "Gila, mahasiswa ITB akhirnya keluar dari zona nyaman dan turun ke jalan! Negara lagi darurat kah?!"
๐ง : "Lebih parah dari itu..."
๐ค: "Hah? Rezim tumbang? Krisis ekonomi?!"
๐ง : "Kagak, gerbang kampus dicoret pilox suporter, jalanan stuck total, mereka kelaparan gak bisa pesen GoFood 3 jam."
@hgbudiman - Ngalaman nyaksian persib dibantai ku Sriwijaya FC 6-0 (turnamen IIC)
- Ngalaman persib kuatka hesye jeung ripuhh mun tandang
2014 juara bener2 klimaks, ehhh 2024-2026 ayeuna bener2 di titik persib level superior. Top lah ceurik abdi sbagai bobotoh ti jaman liga djarum.
Dalam agenda perjuangan rakyat di Bandung, bagi barudaks massa aksi yg turun ke jalan: Unisba-Unpas dan kawasan Tamsar bawah lebih berguna daripada ITB.
Tulisan-tulisan Kanda Zen beberapa waktu belakangan โrada abotโ. Entah kenapa, malam ini merayakan Persib juara, tulisan ini kayak beneran balik ke masa-masa tulisan di Simulakra Sepakbola. Cuk merinding aku, ncen momen 2014 kae ajaib banget masio aku ming nonton seka live tv ๐ฅน
This is a day full of battles!
This is one shared dream we must conquer together!
This is #PERSIBDAY ๐
Together we fight for a glorious ending!
#WeArePERSIB
setelah nonton video ini, terlihat beberapa anak yg fatherless ๐๐
gak salah Indonesia jadi peringkat ke-3 di dunia sebagai fatherless country.
cr: __rineta29