Kadang jadi ragu aja kalo ada orang minta pendapat atau saran--yang sebenarnya udah memutuskan sebelum nanya (cuma dalih doang, tapi butuh afirmasi aja kalau keputusannya udah tepat), jadi nampungnya selalu negatif cuma karena kontradiksi sama pilihannya.
Heartbroken is, looking through old photos of someone who passed away. It's like looking at a countdown timer of their life through what they captured on their phone.
Oh bless my little heart.
Beda sama pantser yg lebih "on-the-spot" nulisnya, rasanya lebih fresh. Tapi kekurangannya adalah bisa sewaktu-waktu stuck nulis karena nggak ada "guidance" ke mana arah cerita karena nggak direncanain dulu kayak plotter. Jatuhnya lebih ke mood aja.
Beberapa judul terakhir kebiasaan pakai mode plotter, pas balik pakai mode pantser jadi keliatan lagi susahnya. Tapi emang plus-minus sih, gak bisa disama-ratain.
Plotter emang lebih terstruktur karena nge-outline dulu. Tapi masalahnya dateng ketika memulai proses nulisnya, karena berasa "udah" nyelesaiin proses dengan nge-outline keseluruhan cerita.