Semakin ke sini, saya makin yakin KDM memang lebih pantas disebut gubernur konten daripada gubernur yang benar-benar fokus membangun organisasi birokrasi.
Ia menyindir ASN karena katanya yang dipikirkan cuma tukin, bukan cita-cita bangsa.
Padahal argumennya punya banyak sekali celah .
Pertama, argumen KDM cenderung membangun false dichotomy, seolah ASN harus memilih antara memikirkan tukin atau memikirkan bangsa. Padahal keduanya bisa berjalan bersamaan. Seorang ASN dapat memiliki idealisme sekaligus memperjuangkan kompensasi yang adil. Menginginkan kesejahteraan bukan berarti kehilangan nasionalisme.
Kedua, KDM tampak mencampuradukkan peran (role confusion). Dalam organisasi, pembentukan visi besar, arah pembangunan, dan tujuan negara adalah tanggung jawab pemimpin politik dan pejabat struktural. ASN pada dasarnya adalah pelaksana kebijakan (bureaucracy as executor), bukan aktor politik yang merumuskan cita-cita bangsa setiap hari. Wajar jika percakapan sehari-hari pegawai lebih banyak berkaitan dengan target kerja, SOP, beban administrasi, atau kesejahteraan seperti tukin.
Ketiga, argumen KDM mengabaikan insentif ekonomi. Dalam teori ekonomi kelembagaan, perilaku organisasi sangat dipengaruhi oleh sistem insentif. Jika pemerintah sendiri menjadikan tukin sebagai instrumen utama untuk mendorong kinerja, maka tidak mengherankan apabila ASN memperhatikan tukin. Sulit menyalahkan individu karena merespons insentif yang dirancang oleh organisasi.
Jika birokrasi kehilangan idealisme, pertanyaan yang lebih mendasar adalah: siapa yang mendesain sistem birokrasi, indikator kinerja, mekanisme promosi, dan budaya organisasi? Itu merupakan tanggung jawabnya sebagai pimpinan pemerintahan. Mengkritik ASN tanpa mengevaluasi desain sistem berisiko hanya menyalahkan gejala, bukan akar masalah sesungguhnya.
Narasi nikel di Indonesia sering dipenuhi cerita tentang pertumbuhan, investasi, dan masa depan.
Namun, bagi banyak warga di lingkar tambang, yang tersisa justru sumber air yang tercemar, ruang hidup yang hilang, buruh perempuan yang harus mengalami keguguran, hingga kriminalisasi terhadap mereka yang mempertahankan hutan adatnya.
Cerita-cerita ini jarang mendapat tempat dalam janji kesejahteraan yang terus diulang.
"Suatu saat, di kelak kemudian hari, kekayaan yang ada di segelintir orang akan pelan-pelan menetes ke bawah"
Yang disebut Prabowo itu, dikenal sebagai trickle-down effect: salah satu ilusi ekonomi terbesar dalam sejarah kapitalisme modern.
Secara sederhana, ini adalah keyakinan bahwa kalau kelompok kaya dibiarkan makin kaya, diberi ruang akumulasi lebih besar, diberi insentif, atau dilindungi kepentingannya, maka pada akhirnya kekayaan itu akan “menetes” ke masyarakat bawah lewat investasi, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi.
Masalahnya, sejarah membuktikan bahwa teori ini sangat jauh dari kenyataan. kekayaan tidak otomatis menetes, yang terjadi justru kekayaan justru mengendap, berputar di lingkaran yang sama, lalu berubah menjadi kekuasaan politik.
Bahkan IMF sendiri pernah menunjukkan bahwa ketika porsi pendapatan kelompok terkaya naik, pertumbuhan malah justru cenderung melemah, sama halnya yang terjadi di Indonesia.
Pendeknya, trickle-down economics adalah dongeng paling sukses yang pernah dijual elite kepada rakyat miskin.
Dan dia adalah bagian dari elite yang menjual dongeng itu.
Me n Muridku (kls 1 SD)
Aku : Jika ada temanmu jatuh dari sepeda, yang kamu lakukan adalah?.
Dia : Ngetawain
Aku : Lho..kok diketawain, Kamu gak tolongin dia?
Dia : Ya tolongin Miss, tapi Aku ketawa dulu.
Aku : Ya jangan diketawain dong, masa orang jatuh malah diketawain.
Dia : Coba Miss lihat temen Miss jatuh dari sepeda, pasti Miss dalam hati ketawa dulu, iya kan?. Baru tolongin
Aku : #$!*😎
Tolong pemirsa..Aku kudu piye.
Ada etikanya untuk posting soal pasien di media sosial. Gak cuman asal gak dikasih nama terus cukup. Di postingan itu ada tanggal periksa, umur pasien, dan riwayat medis singkatnya. Impresi tinggi tapi kurang etis ya buat apa?
#intinyadeh petani Luis David Hutabarat & rekannya diduga dianiaya anggota TNI & pensiunan TNI yg jd keamanan PT Agrinas Palma Nusantara, Labuhanbatu Utara.
Dituduh nyuri sawit, motor dicegat, dianiaya, leher diinjek, Luis tewas.
Warga yg marah bakar 5 bangunan PT APN.
(1/2)
“Endasmu.. eh eh sorry sorry.”
Dia tuh tau rakyat mengkritik ucapan ga pantes dia saat pidato, tp di sini sengaja banget diucapkan dg entah apa maksud dan niatnya silakan nilai sendiri 😔💔
Terus diakhiri “Emang gw pikirin?”
Anjirlah ga ada harapan lagi klo gini mah 😩
Bagaimana kalau kita hidupkan lagi kerajaan-kerajaan Nusantara.
Sebuah caption dari video di bawah untuk sekedar bahan diskusi.
Udah muak banget ga sih liat pemerintahan sekarang, bener-bener gak ada penyeimbang, pejabatnya kebanyakan memperkaya diri, semua lembaga negara gak ada yg gak korupsi.
Opsi berikut layak utk dipertimbangkan.
Sc. IG fubidon
menkes: "orang penderita TBC daya tahan fisiknya lemah, sehingga kalau dia dapat makan bergizi akan mempercepat pemulihannya"
"itu sebabnya saya bicara dengan ibu nanik (yg sering nangis itu) agar memfokuskan penyaluran MBG ke orang yg kena TBC"
Penting nih yg email utamanya pakai Gmail. ✉️
Saya pernah tes sendiri ke akun Gmail saya yg lain. Makanya email utama tdk pakai Gmail, dan tdk save password apapun di Google Password Manager, tdk pakai Chrome untuk browsing atau buka layanan berbasis web.
225M guys..
Dan orang yg bertanggung jawab udh jd tersangka
Apa ga panik?
Ngeri jg ya bisnis dg pemerintah..
Dr sini kita tau Kan, ini bukan program, ini proyek..
Menguntungkan pihak tertentu
Bukan bener2 buat rakyat..
Dah biarin aja mereka kelahi, cari duitnya balik..
Kita - cukup gelar tiker n liatin 😏