pendidikan itu public goods ya mentemen. kalo ada yg ngamuk biaya pendidikan mahal responsnya jangan "ya brarti targetnya bukan elo". GAK BEGITU YA. udah KEWAJIBAN pemerintah menyediakan aksesibilitas pendidikan buat seluruh LAPISAN MASYARAKATNYA, TANPA TERKECUALI.
Aamiin ya Allah tolong berikanlah aku pekerjaan yang terbaik menurut-Mu. Preferably hybrid, with a double-digit salary, good people, a positive environment, and work that brings barakah into my life.
A job that doesn’t make me feel anxious every night, wondering what I’ll have to face tomorrow. A workplace where I can grow, learn, and do my best without constantly living in fear.
Dikelilingin orang yang baik, atasan yang ok, senior yang ok & opportunities that bring peace, growth, and happiness into my life. Aamiin ya Rabbal ’Alamin
Klaim batubara penyebab pemadaman bergilir ini asyik diulik. Crosscheck termudah ya dari data bongkar muat di pelabuhan.
Anehnya dari data gak muncul penurunan signifikan. Jadi penyebabnya apa? Isu ini jadi mau ditarik ke unsur duel elit politik kah? mau dibikin keos? Kalau mau duel, ya lu-lu aja, jangan kita yang kena imbasnya.
Dashboard datasetnya saya bikin disini:
https://t.co/0u6cJ5vlTk
Ngomongin masalah aman atau enggak, Instagram salah satu seniman ARTJOG hilang tidak lama setelah opening. Karya kawan kami, Mbak Hana, menampilkan tentang mereka yang dituduh "merah" dan diculik tanpa proses hukum yang adil, mengkritisi kekejaman pemerintah pada masa itu.
JUST IN: KITA BELUM MENANG‼️
1. Militer masih berada diruang sipil
2. Harga BBM dan bahan pokok masih mahal
3. MBG dan KDMP masih terus berjalan,
Serta banyak kebobrokan lainya.
Sudahkah kita puas dengan aksi kemarin?
Ngga tau kalau di jakarta, pengalaman gua di aceh selama 6 bulan paska bencana dan sering mati lampu yang paling nangis adalah ibu2 yang nyimpen ASiP(?)
Teman-teman, saya ingin menjelaskan menstruasi kepada para laki-laki.
Sebagian laki-laki mengira menstruasi hanyalah beberapa hari rasa tidak nyaman, sedikit perubahan mood, lalu selesai.
Padahal, jarang sekali yang benar-benar menghitungnya.
Seorang perempuan berada dalam masa subur itu kurang lebih selama 40 tahun.
Menstruasi datang sekitar setiap 28 hari.
Artinya, dalam hidupnya, seorang perempuan mengalami sekitar 521 kali menstruasi.
Setiap menstruasi berlangsung kurang lebih 5 hari.
Jika dijumlahkan, itu sekitar 2.607 hari.
Hampir 7 tahun hidupnya dilalui dalam keadaan berdarah.
Dan bukan kiasan, dia benar-benar berdarah.
Rata-rata darah yang dikeluarkan sekitar 80 mililiter.
Jika dijumlahkan sepanjang hidup, jumlah darah terbuang mencapai sekitar 42 liter.
Rata-rata tubuh kita berisi sekitar 5 liter darah.
Empat puluh dua dibagi lima.
Artinya, sepanjang hidupnya, seorang perempuan mengeluarkan darah setara lebih dari 8x seluruh darah dalam tubuhnya sendiri,
Delapan volume darah tubuh keluar dari satu perempuan.
Dan ada bagian yang lebih jarang dibicarakan.
Ia memulai semua ini sejak usia 11 tahun.
Sebelas tahun.
Usia ketika sebagian besar dari kita masih belajar memahami tubuh sendiri.
Ia menyembunyikan pembalut di balik lengan saat berjalan ke toilet.
Berdoa agar darahnya tidak tembus ke rok.
Mencari alasan kepada guru olahraga.
Berbisik kepada teman-temannya.
Malu luar biasa jika ada anak laki-laki yang tahu trus menertawakan.
Lalu kebiasaan itu terbawa bertahun-tahun.
Menyembunyikan.
Menutupi.
Berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Di sekolah.
Di tempat kerja.
Saat bepergian.
Di ruang rapat.
Di tengah kesibukan.
Di setiap ruangan yang ia masuki.
Ia bisa sedang nyeri, lelah, tidak nyaman, bahkan cemas darahnya tembus. Namun tetap tersenyum.
Tetap bekerja.
Tetap terlihat baik-baik saja.
Tujuh tahun perdarahan.
Empat puluh tahun belajar menyembunyikannya.
Lalu sebagian laki-laki masih menyebutnya, “Ah, cuma moody sebulan sekali.”
Bahkan bikin kepanjangan baru dari PMS, "Prepare to Meet Satan."
Teman-teman,
tugas kita bukan memperbaiki semuanya.
memang tidak akan bisa.
Tugas kita adalah menjadi lebih dewasa dalam memahaminya.
Belikan pembalut tanpa merasa aneh.
Tanyakan apa yang ia butuhkan tanpa menghakimi.
Jangan memasang wajah jijik.
Jangan menjadikan menstruasi sebagai bahan candaan murahan.
Jangan bertanya, “Lagi datang bulan ya?” dengan nada yang ngenyek merendahkan.
Jangan membuat perempuan merasa tubuhnya adalah sesuatu yang harus disembunyikan.
Ia sudah belajar menyembunyikannya sejak usia belasan tahun.
Maka jadilah orang yang membuatnya merasa aman.
Yang membuatnya merasa nyaman
Yang membuatnya tidak perlu lagi bersembunyi.
⚠️ #SaveIndonesia
Students and citizens in Indonesia are currently taking to the streets to voice their concerns about the current situation and demand accountability.
If you see posts, news articles, videos, or updates about Indonesia, please consider sharing them. Every repost helps raise awareness and brings more visibility to what’s happening. 🇮🇩
Mahasiswa tidak boleh menyampaikan pendapat di Bundaran HI karena itu pusat masyarakat,
Mungkin demonya harus bilang Prabowo menistakan agama dulu baru boleh.
Btw siang ini di Solo juga ada aksi, just in case temen-temen di sini ada yg ketinggalan info
Datang aja, apapun latar belakangmu. Kemarahan kita semuanya sama, mari bergerak secara kolektif.