"Hormati Pilihan Orang"
Untuk 01: Anda sendiri sudah membuktikan, bahwa Prabowo yang dulu Anda anggap terbaik dan layak diperjuangkan, ternyata sekarang dia berubah. Itu menurut Anda juga.
Untuk 03: Anda sendiri sudah membuktikan, bahwa Jokowi yang dulu Anda elu-elukan dan Anda bela mati-matian, ternyata sekarang dia berubah. Itu menurut Anda juga.
Artinya, apa yang Anda yakini ternyata bisa salah. Iya, ternyata Anda bisa salah!
Berarti...
Mungkinkah Anies yang Anda perjuangkan saat ini, akan berubah atau tidak sesuai dengan yang Anda bayangkan?
Mungkinkah Ganjar yang Anda bela saat ini, akan berubah atau tidak seperti yang Anda impikan?
Jawabannya: MUNGKIN.
Ya sudah... untuk itu, janganlah keyakinan Anda akan capres pilihan Anda saat ini membuat Anda melakukan APA SAJA hingga memusuhi orang lain. Hormatilah pilihan orang lain.
Termasuk kepada orang yang pernah memilih Prabowo dan menganggap dia tidak berubah dan kali ini dia tetap memilih Prabowo.
Termasuk kepada orang yang pernah memilih Jokowi dan menganggap dia tidak berubah dan kali ini dia tetap memilih orang yang didukung Jokowi.
Hormati pilihan orang lain. Karena mungkin saja kita yang salah...
@dnwmi@hrdbacot Wkwkw kepo PT nya segede apa, jd inget kmrn interview PT gede korea di indonesia, udh nunggu molor 45 menit buat zoom tp ga mulai2, krn posisi sy krn akhirnya sy bilang baik2 kalau boleh reschedule krn ini molor, gw kira bakal ditolak, eh besoknya janjian lagi.
Rakyat yang penghasilannya pada otomatis dipotong pajak, ayo lapor pajaknya!
Abis lapor, awasi penggunaan pajaknya!
Abis itu, laporkan kalo ada pejabat yang pamer harta!
Jalan raya yang bolong, infrastruktur jelek, kita laporkan juga!
Sehat-sehat ya semua, tugas rakyat banyak 👍🏽
Tanpa mengurangi rasa hormat kepada kawan-kawanku yang tidak medhok jawa, ada baiknya tidak perlu mengatakan cok/jancok jika tidak bisa melafalkannya dengan baik.
Sudah bayar pajak. Ke depannya bagaimana? Sebagai warga negara, akan tetap bayar pajak. Tapi, saya ingin sekali saja merasa bahagia seberes bayar pajak; bahagia bahwa uang saya dipakai untuk pembangunan negeri ini. Sedihnya, yang muncul akhir-akhir ini malah rasa tidak percaya 😊
Yuk @DitjenPajakRI hentikan bullshit buang-buang waktu buat wajib lapor ini yuk!
Kalian yang potong gaji saya jadi cukup kantor + kalian saja yang setor bukti potongnya. Ready?