Surat Terbuka untuk Para Influencer, Konten Kreator, dan Pekerja Seni Media Digital tentang Ajakan Menjaga Suara Hati Nurani dan Berpihak pada Kepentingan Rakyat
Semoga Sahabat sekalian senantiasa berada dalam keadaan sehat dan terus dikaruniai kebaikan dalam berkarya.
Sebagai individu yg dikaruniai panggung, suara, dan jangkauan publik yg luas, Sahabat sekalian memiliki peran yg amat strategis dalam membentuk opini, memberi inspirasi, serta mengarahkan cara pandang masyarakat. Gagasan yg Sahabat bagikan setiap hari bukan sekadar hiburan atau informasi biasa, melainkan memiliki daya pengaruh yg nyata terhadap kehidupan jutaan rakyat Indonesia.
Namun, di tengah kemajuan media digital hari ini, kita kerap menyaksikan realitas sosial yg kian memprihatinkan. Banyak kebijakan dan program publik yg digulirkan oleh pemerintah secara kasat mata dinilai bermasalah, baik dari sudut pandang konstitusi, tata kelola, maupun dampaknya secara langsung di lapangan. Program-program seperti penataan program pangan nasional (seperti MBG), pengorganisasian Koperasi Desa, hingga pemberian konsesi lahan sawit yg mengabaikan kelestarian lingkungan dan hak masyarakat adat, acapkali menyisakan kepedihan mendalam bagi rakyat secara langsung.
Di tengah situasi ini, tak jarang tawaran kerja sama formal, kemitraan konten, hingga kampanye komunikasi bernilai finansial besar datang menghampiri. Tawaran tersebut kerap bertujuan untuk mengemas, memoles, atau memoles citra (image laundering) dari kebijakan-kebijakan yg sedang disorot kritikal oleh publik.
Melalui surat terbuka ini, saya ingin mengetuk hati nurani dan mengajak Sahabat sekalian secara santun namun tegas untuk menolak segala bentuk ajakan kerja sama atau penugasan yg bertujuan memoles citra program-program yg dinilai bermasalah dan merugikan publik.
Mari kita renungkan bersama. Di balik angka statistik dan paparan presentasi program, ada rakyat kecil yg menanggung beban paling berat. Ada petani yg kehilangan lahan akibat ekspansi konsesi, ada masyarakat desa yg tak merasakan manfaat nyata dari tata kelola koperasi yg elitis, serta ada anak-anak dan keluarga yg menjadi korban dari program yg tidak terencana secara akuntabel. Menjadi bagian dari pengemasan citra positif atas kebijakan yg buruk berarti kita turut memperpanjang rasa ketidakadilan yg dirasakan oleh masyarakat.
Popularitas dan kepercayaan (trust) yg diberikan oleh jutaan pengikut (followers) adalah amanah yg sangat besar. Kepercayaan tersebut dibangun atas dasar kejujuran dan rasa saling terhubung. Menggunakan pengaruh digital hanya untuk kepentingan legitimasi semu atau pembentukan persepsi palsu akan menciderai ikatan kepercayaan tersebut secara mendasar.
Pengawalan terhadap jalannya pemerintahan dan kebijakan publik membutuhkan Check and Balances yg sehat. Ketika ruang publik digital dipenuhi oleh narasi yang telah dipoles secara artifisial, ruang kritis masyarakat akan tertutup. Sebagai bagian dari elemen bangsa, kita memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa kebijakan yg berjalan benar-benar berlandaskan pada hukum konstitusi dan keadilan sosial.
Sahabat sekalian, saya sangat memahami bahwa dunia kreator adalah ruang profesional yg membutuhkan keberlanjutan karya dan mata pencaharian. Namun, ada harga yg tak bernilai materi, yakni kehormatan, integritas, dan keberpihakan pada kemanusiaan.
Penolakan yg Sahabat lakukan hari ini terhadap tawaran pemolesan citra mungkin terasa sebagai langkah kecil, namun berdampak sangat besar bagi perjuangan rakyat dalam mendapatkan keadilan dan kebijakan yg benar-benar memihak mereka.
Mari kita gunakan ruang digital, keahlian berkarya, dan pengaruh yg kita miliki untuk menyuarakan kebenaran, menyampaikan aspirasi mereka yg tak terdengar, serta berdiri bersama rakyat.
Atas perhatian, kepekaan nurani, dan langkah bijaksana yg Sahabat ambil, saya ucapkan terima kasih yg sebesar-besarnya.
Salam hangat dan hormat,
Azzam Mujahid Izzulhaq
Pidato K.H.Hasan Abdullah Sahal di depan presiden RI dalam rangka peringatan 100 tahun Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor.
Mantap kyai..🔥👍
Sehat selalu 🤲
Seorang siswa SMA, Asdar (17), viral setelah menggendong adiknya yang masih kelas 1 SD dan menggandeng sepupunya menyeberangi sungai banjir di Nias Selatan.
Mereka sempat menunggu dua jam hingga air surut, sebelum menyeberangi sungai sepanjang lebih dari 50 meter dengan ketinggian air hingga 1 meter.
Setiap hari, Asdar berjalan kaki 6,5 kilometer menuju sekolah. Setelah videonya viral, Babinsa TNI turun mengecek akses yang dilalui Asdar dan warga.
Penulis: Rahmat Utomo, Ihsanuddin
Kreatif: Putri Aulia
Produser: Elizabeth Ayudya
#NiasSelatan #Pendidikan #Read
GUYS TOLONG UP BAD NEWS INI
API SUDAH MULAI MASUK KE LINGKUNGAN SEKOLAH. Karhutla di Kalimantan masih jauh dari kata USAI😔
Jangan berhenti menginfokan tentang kalimantan guys. Semoga pemerintah diberi kelancaran dalam penanganannya, semoga semua cepat usai😭😭🙏🏻
#PrayForKalimantan
#AllEyesOnKalimantan
Ini foto yg mungkin kelihatan biasa di timeline.
Padahal di balik foto ini, kami baru selesai melakukan penanganan medis ketika tiba-tiba ada panggilan SOS dari titik api.
Kami masuk.
Di tengah gelap, asap, panas, dan api yg masih menyala, ada warga dan relawan yg terluka. Salah satunya mengalami luka sayat karena terkena parang saat berjibaku di lapangan.
Dibawa ke sini bukan ambulans.
Ga ada IGD.
Ga ada ruang aman.
Cuma ada kami, kotak P3K, senter, dan orang-orang yg tetap memilih bertahan.
ini yg sering hilang dari timeline kita,
saat kita cuma melihat “karhutla”, di sana ada manusia yg berdarah untuk menyelamatkan hutan.
🚨Bad News from Kalimantan terimakasih untuk teman” disini yg tidak pernah Bosan melihat Postingan kami ini🙏🏻😔
Tolong UP terus berita dari kami,kami disini MASIH BUTUH NAFAS ini bukan embun pagi tapi ini Kabut Asap beracun rumah kita sedang terbakar 😭😔
Di tengah perjuangan memadamkan karhutla, Andrew Kalaweit justru berpapasan dengan truk pengangkut kayu gelondongan.
Momen tersebut terjadi saat Andrew bersama timnya terlibat dalam penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.
Andrew dan tim Kalaweit selama ini turut berfokus pada perlindungan habitat satwa liar dan hutan tropis, termasuk melalui konservasi satwa dan rehabilitasi primata.
Pemandangan truk kayu di tengah upaya penanganan karhutla pun kembali menjadi sorotan tentang tantangan menjaga hutan dan habitat satwa liar di Kalimantan.
Jangan pernah tertipu dengan penguasa yang bicara lantang di atas mimbar seakan dia yang paling kuat. Retorikanya berapi-api, telunjuknya menuding ke sana kemari, suaranya menggelegar sampai mikrofonnya minta ampun. Kelihatannya saja gagah, galak, dan seolah bisa membelah lautan. Padahal, kalau mik-nya dimatikan dan teks pidatonya hilang, yang tersisa sering kali cuma ego rapuh yang butuh validasi tepuk tangan dari barisan audiens yang sudah di-breafing sebelumnya.
Sejarah selalu punya plot twist yang sama: semakin keras suara di podium, semakin kencang pula getar lututnya di balik layar. Tirani itu aslinya penakut kelas berat yang berlindung di balik seragam, panser, dan pasal karet.
Mereka ini punya penyakit bawaan, semacam alergi akut terhadap kewarasan publik. Coba perhatikan, mereka akan langsung gatal-gatal, meriang, dan panik kalau melihat rakyatnya mulai melek ilmu hukum, rajin mengunyah filsafat, atau berani menyentil lewat karya seni. Buat penguasa model begini, rakyat yang ideal dan "berbakti" adalah mereka yang sibuk memikirkan cicilan, gampang disuruh antre bansos, dan cukup dihibur dengan joget viral di media sosial.
Begitu ada sekelompok orang yang mulai membedah pasal-pasal konstitusi atau sekadar baca buku filsafat di pinggir jalan, penguasa mendadak keringat dingin. Tiba-tiba anggaran pengerahan buzzer dinaikkan, narasi "ancaman stabilitas negara" digoreng, dan aparat disiagakan. Padahal yang dihadapi cuma sekumpulan warga negara yang sedang pakai akal sehatnya.
Apalagi kalau rakyat sudah berani berorganisasi, merapatkan barisan, dan turun ke jalan. Wah, itu kiamat kecil buat mereka! Berkumpulnya warga yang teredukasi jauh lebih menakutkan bagi tirani daripada ancaman perang dunia. Mereka rela mengobrak-abrik aturan, merevisi undang-undang dalam semalam, dan mengerahkan segala instrumen negara hanya karena takut pada spanduk karton dan tagar di internet.
Jadi, besok-besok kalau Anda melihat ada yang teriak-teriak soal "demi kesejahteraan rakyat" sambil gebrak-gebrak meja, senyumin saja. Di balik jas mahal, pengawalan ketat, dan pidato heroiknya, dia sedang ketakutan setengah mati membayangkan Anda tahu cara menggunakan isi kepala. Teruslah membaca, berdiskusi, berkesenian, dan berserikat—karena tidak ada yang membuat penguasa tiran lebih tidak bisa tidur nyenyak selain melihat rakyatnya menolak untuk jadi bodoh. 🤫
Rekor kebiadaban BGN pecah lagi! Ratusan siswa & puluhan guru di Tulungagung diare hebat hingga 5 kali semalaman usai menelan katering MBG. UKS sekolah melimpah ruah, Inafis & Polsek sampai turun tangan mengamankan sampel makanan.
Kemarin Sidoarjo, Blora, Madiun, Pati, Blitar, Kediri, sekarang Tulungagung! Jawa Timur sudah berubah jadi laboratorium teror racun katering BGN! Mau tunggu sampai ada nyawa melayang baru BGN dibubarkan?!
🚨 SOS KALIMANTAN
WORLD, PLEASE LOOK AT THIS!
19 SEPTEMBER 2026 🇮🇩
Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan bukan lagi cerita lokal.
Sudah berminggu-minggu api membakar.
Asap menyelimuti permukiman.
Kualitas udara memburuk.
Dan dampaknya mulai menyeberangi batas negara.
Reuters melaporkan asap dari kebakaran Indonesia telah berdampak ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Laporan kawasan juga menunjukkan kabut asap lintas batas telah mencapai Singapura hingga selatan Vietnam.
Artinya, asap tidak berhenti di garis batas Indonesia.
ASAP TIDAK PUNYA PASPOR.
Hari ini Kalimantan.
Besok wilayah lain bisa ikut menghirup dampaknya.
Dan sekarang, di Ray 3, Desa Puntik, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, karhutla dilaporkan semakin mendekati rumah warga.
WARGA SUDAH DI DEKAT API.
Pertanyaannya
HARUS MENUNGGU RUMAH WARGA TERBAKAR DULU BARU NEGARA BERGERAK?
Kepada media internasional:
@Reuters@AP@BBCWorld@CNN@AJEnglish@AFP@guardian@nytimes@dwnews@ChannelNewsAsia@SCMPNews@AlJazeera@elonmusk
Tolong lihat Kalimantan.
Tolong liput.
Tolong sebarkan.
Kepada lembaga internasional
@UN@UNEP@UNHumanRights@UNFCCC@WHO@WMO@ASEAN
Kami tidak meminta dunia mengambil alih Indonesia.
Kami meminta dunia MELIHAT.
Karena ketika asap sudah menyeberangi batas negara, ketika kualitas udara memburuk, ketika warga mulai terdampak dan ketika api semakin dekat dengan permukiman, persoalannya tidak lagi bisa dianggap sebagai sekadar kebakaran biasa.
IRONISNYA...
Dunia setiap tahun berbicara tentang perubahan iklim, perlindungan hutan dan emisi karbon.
Tapi di Kalimantan, warga justru sedang berjuang mendapatkan sesuatu yang jauh lebih sederhana:
UDARA YANG BISA DIHIRUP.
Kepada pemerintah Indonesia
Jangan tunggu dunia ramai memberitakan baru bergerak.
Jangan tunggu negara tetangga protes.
Jangan tunggu bandara terganggu.
Jangan tunggu sekolah diliburkan.
Jangan tunggu rumah warga terbakar.
DAN JANGAN TUNGGU KORBAN BERJATUHAN.
API TIDAK MENUNGGU RAPAT.
ASAP TIDAK MENUNGGU KONFERENSI PERS.
WARGA TIDAK BISA MENUNGGU SAMPAI MUSIM HUJAN.
Jika kemampuan di lapangan terbatas, kerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.
Jika membutuhkan bantuan, buka ruang koordinasi dan kerja sama.
Jika ada dugaan pembakaran ilegal, usut.
Jika ada perusahaan atau individu yang terbukti melanggar, tindak.
Jangan hanya sibuk mencari siapa yang akan disalahkan setelah semuanya terbakar.
🔥🌳
KALIMANTAN BUKAN TITIK KECIL DI PETA.
DI SINI ADA MANUSIA.
DI SINI ADA RUMAH.
DI SINI ADA SEKOLAH.
DI SINI ADA HUTAN.
DI SINI ADA KEHIDUPAN.
WORLD, PLEASE WATCH KALIMANTAN.
#SaveKalimantan
#KalimantanBurning
#IndonesiaForestFire
SUMPAH SAYA SEDIH membaca tulisan teman saya yang tinggal di Barito Kuala, Kalsel. Punya usaha toko baju dan distribusi bumbu dapur wilayah Kalsel sampai Kalteng.
Dia cerita tentang kondisi ekonomi secara umum yang sungguh tidak adil bagi rakyat Kalimantan ditambah harus mengalami kebakaran lahan yang parah sekali terjadi saat ini. Iya, detik ini.
Sungguh saya sedih. Duka saya untuk warga Kalimantan. 😭🙏
#PrayForKalimantan
Pemerintah kalau nggak segera mengatasi masalah di Kalimantan ini, saya sulit membayangkan gejolak dari masyarakat Kalimantan ke depan. Celakalah negara kita.
Note;
Video berikut adalah kiriman sales team-nya yang terjebak di jalan raya. Kejadian SEKARANG INI.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Keluarga besar MER-C Indonesia turut berduka cita atas wafatnya Baseer Muneer Al-Boursh, putra dari dr. Muneer Al-Boursh, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza.
Kepergian Baseer menjadi duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi mereka yang terus menyaksikan perjuangan tenaga kesehatan dan masyarakat Gaza di tengah situasi kemanusiaan yang begitu berat.
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya, serta memberikan ketabahan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Bagi MER-C, duka ini kembali mengingatkan bahwa Gaza masih membutuhkan perhatian, kepedulian, dan dukungan kemanusiaan kita.
Semoga setiap langkah untuk membantu dan menghadirkan pelayanan kemanusiaan di Gaza menjadi bagian dari ikhtiar menjaga harapan bagi mereka yang masih bertahan.
Al-Fatihah.
❗️PLEASE DONT STOP TALKING ABOUT KARHUTLA❗️
separah apa sih emangnya? SE PARAH INI
titik api baru muncul lagi di Jl. Tjilik ruwut, KM 12, Palangkaraya 😭
We’re sorry“Maudy Ayunda” But we Have to share this Bad News every day. This is our reality -it’s what we see Right in front of our eyes and what we live through every day.🙏🏻
Terimakasih buat teman teman di X yg sdh bantu utk UP 🙏🏻
📍kal-Teng, Palangkaraya
Penculik jadi presiden, dirjen, direktur BUMN, koruptor menjabat lagi, dan nyiram air keras GAK dipecat jadi tentara meski sudah disebut TERORIS oleh PRESIDEN !!!
Sementara anak-anak muda ditolak kerja karena SKCK atau jejak digital postingan medsos.
Guys, Indonesia memang banyak BAD NEWS, Tapi jangan pernah berhenti memberitakan tentang KALIMANTAN YANG MASIH DILANDA KEBAKARAN TERUS-MENERUS sampai apinya benar-benar padam yak😭💔
Kondisi malam ini, 17 September 2026.
📍 Kab. Kayoa Utara, Kalimantan Barat
Jarak api sudah begitu dekat dengan pemukiman. Warga sudah berusaha bantu ikut memadamkan api dengan alat yang sederhana.
🎥1 : pcnoor_
🎥2 : rmibiasnto