Selama dua dekade, setiap empat tahun sekali selalu ada satu nama yang tak pernah absen menghiasi panggung terbesar sepak bola: Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro.
Generasi berganti. Pelatih datang dan pergi. Format turnamen berubah. Teknologi VAR diperkenalkan. Bintang-bintang baru bermunculan.
Namun satu hal tetap sama. Cristiano Ronaldo selalu ada disana.
Ia menjalani debut Piala Dunia pada 2006. Ketika itu banyak pemain yang kini menjadi bintang bahkan belum memulai karier profesionalnya, beberapa bahkan belum lahir. Dua puluh tahun kemudian, ia menutup perjalanannya di Piala Dunia dengan menghadapi generasi yang tumbuh besar sambil menyaksikan dirinya.
It’s crazy how extraordinary Cristiano Ronaldo’s longevity has been.
Empat tahun dari sekarang, Piala Dunia akan kembali bergulir. Akan ada juara baru, bintang baru, dan cerita baru. Namun untuk pertama kalinya sejak 2006, tidak akan ada lagi nama Cristiano Ronaldo.
Football will move on. The World Cup will move on. But for millions who grew up watching him, it will never quite feel the same again.
Obrigado, Cristiano. 🐐❤️
#FeelEveryGoal | @toshibatv_id
Nikita Willy: Gimana caranya kita bisa balance, antara pekerjaan dan iman ditengah hustle culture yang seperti sekarang ini?
Fahra Qoonita: Yang menjadi poin utama adalah jaga salatnya. Salat itu kan sesuatu hal yang sebentar, Allah tuh sayang banget ya sama kita, tau nih kita suka hustle, banyak banget yang dikerjain, apakah seorang ibu, apakah ibu yang bekerja, atau apapun perannya, ada banyak banget kesibukan. Tapi ketika kita mencoba tidak melalaikan salat-salat kita, kita coba ngejaga nih minimal yang 5 ini ngga lalai dan khusyuk,ya maka disitu InsyaAllah akan bisa timbul balance, antara kehidupan dunia sama akhirat kita.
jadi cobalah untuk menjaga dan memaknai salat-salat kita, bahwa salat itu adalah momen kita terhubung sama Allah, apapun itu perannya. Jadi dari salat itu kita bisa menjaga balance bahwa tujuan kita sdalah pulang kepada Allah, apapun perjalanan dan perjuangan kita.
Jadi islam itu agama yg sangat-sangat melihat niat. Allah melihat hati yang terpaling dalam, Allah bisa tau dan melihat hati kita yang paling dalam dan Allah menilai itu. Manusia itu ngga bisa nilai hati kita, yang manusia bisa liat hanya postingan Instagram kita, karir kita, jabatan kita. Tapi Allah yang nilai kita ini sungguh-sungguh menuju kepada Allah atau kita lagi lalai dan melupakan Allah.
"gausah mimpi ketinggian, lu ga mungkin bisa"
gue dg kesadaran penuh yakin sama ketetapan Allah di Q.S Yasin:82 "Sesungguhnya ketetapan-Nya, jika Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka, jadilah (sesuatu) itu."
Jika sedang jauh dari Allah, baca ini:
Ya Allah, meskipun imanku naik dan turun. Meskipun langkahku sering goyah dan hatiku lelah. Jangan pernah biarkan aku jauh dari kasih sayangMu. Pegang erat jiwaku dalam hidayahMu dan bimbing aku kembali setiap kali aku tersesat dari jalanMu.
Suka banget sama doa ini:
"Ya Allah, jika rezekiku masih tertahan, maka lancarkanlah. Jika masih tersembunyi, tampakkanlah. Jika masih jauh, dekatkanlah. Jika sedikit, berkahilah. Dan jika bukan yang terbaik untukku, gantilah dengan rezeki yang lebih baik menurut-Mu."
Kalau gue boleh jujur ke semua fresh graduate yang paling bikin nyesek itu bukan ditolak interview.
Tapi sadar kalau lo sebenarnya bisa lebih siap, kalau mulai lebih cepat.
Bayangin dua orang lulus di hari yang sama.
Yang satu bilang, "Nanti aja belajar, fokus cari kerja dulu."
Yang satu lagi bilang, "Sambil cari kerja, gue upgrade skill."
Enam bulan kemudian mereka melamar ke perusahaan yang sama.
CV mereka mungkin mirip.
Tapi value mereka sudah berbeda.
Yang satu masih belajar Excel dari nol.
Yang satu sudah pernah bikin dashboard, olah data, dan punya project untuk ditunjukkan.
Bedanya bukan karena lebih pintar.
Bedanya cuma satu:
siapa yang mulai lebih dulu.
Dan itu yang sering diremehkan.
Karena dunia kerja jarang memberi tahu kapan kesempatan besar datang.
Yang bisa lo kontrol cuma satu, seberapa siap diri lo saat kesempatan itu muncul.
Makanya gue bikin course ini buat bantu fresh graduate membangun skill yang memang dipakai di banyak perusahaan.
Excel, Google Sheets, Power BI, Looker, sampai Domo.
Lengkap dengan studi kasus supaya lo ga cuma paham teorinya, tapi juga terbiasa dengan workflow kerja.
Karena kadang penyesalan terbesar bukan karena gagal.
Tapi karena sadar
"Harusnya gue mulai dari beberapa bulan lalu."
Kalau lo ga mau ada di posisi itu, mulai sekarang:
https://t.co/CyzedK7iIe
Terlahir sebagai anak haram konstitusi, dan sekarang bermain curang di depan mata publik. Sungguh najis, hina, rendah serendah-rendahnya sebagai manusia.
Kemaren nemu postingan IG yang bagus banget. Tentang hal yang perlu kita doakan setiap pagi. Kalau kalian bingung doa pagi apa aja selain minta blessing & comfort, coba doakan 5 hal ini. Your day wouldn’t be the same again.
1. Pray over your DISCIPLINE; minta Tuhan hapus rasa malas, demot, procrastination dan biar kamu kuat, focus in mind & body.
2. Pray over your HEART; minta Tuhan beri damai, sukacita, dan harapan kalau hari2mu berat dan ada unfairness.
3. Alignment; minta Tuhan singkirin hal-hal yang memang bukan untuk kita, minta Tuhan buka mata untuk kita peka sama hal-hal yang bisa menekan pertumbuhan kita & ga sesuai sama visi misi kita.
4. Direction; minta Tuhan untuk menjaga arah langkah kita, dan jaga kita tetep dalam track, ga menyerah karena situasi berat.
5. Mind; minta Tuhan tenangkan pikiran, bantu ambil keputusan tepat, dan berserah bukan khawatir untuk hal2 diluar kendali kita.
Hopefully your day will be better & lebih semangat dan terarah dalam menjalani hari ya! God bless you