buat yang bingung atau penasaran gimana sih sebenernya rasanya jadi WNI, liat aja cuplikan video lomba cerdas cermat kemaren
juri adalah gambaran nyata kebanyakan pejabat kita, MC sebagai buzzer pemerintah, siswa SMAN 1 Sambas sebagai rakyat yang nggiatheli memanfaatkan kesusahan sesama rakyat demi keuntungan pribadi, siswa SMAN 1 Sanggau sebagai WNI yang cari aman dan adek² peserta lomba terutama dari SMAN 1 Pontianak adalah rakyat dengan status WNI yang terdzolimi
Disitu terlihat jelas kalo pejabat kita yang salah namun secara terang²an nyalahin org lain karena mereka ngerasa dirinya berkuasa, dan mereka semakin besar kepala karena bisa berkelit didukung oleh para buzzer yang mau gimanapun salahnya si pejabat ini mereka tetep dukung karena udah dibayar sama si pejabat
terus rakyatnya gimana? Yaa cuman bisa nerima dengan terpaksa karena ketika mereka protes pun malah di gaslighting & diserang sama buzzer peliharaan pemerintah ini
sementara sesama rakyat lain pun sebagian ada yg diam takut dijadiin sasaran, namun juga ada yang bukannya bantu sesama rakyat malah manfaatin moment demi keuntungan pribadi, hahahaha
miris...
Presentasi singkat selama 30 menit dari peneliti “Coding Agents” di Anthropic dinilai lebih padat insight dibanding ratusan kursus berbayar tentang vibe coding
Cukup sisihkan waktu sebentar video ini berpotensi mengubah cara kamu memanfaatkan AI secara drastis
Gue nggak punya financial advisor.
Tapi kondisi keuangan gue sekarang jadi lebih terstruktur.
Caranya? Gue kasih semua data keuangan gue ke Claude, mulai dari gaji, utang, tabungan, sampai tujuan keuangan, dan hasilnya sangat membantu.
Ini 15 prompt yang gue pakai.
Jangan lupa di-save 🧵
Kalau kamu bukan orang IT, tapi pengen belajar IT/Informatika/Ilmu Komputer, kamu bisa mulai dengan kursus gratis CS50: Introduction to Computer Science dari Harvard University.
@cs50
Melalui kursus ini, kamu bisa belajar:
- Intro ke computer science (luas tapi robust). Fundamental seperti ini penting supaya kamu beneran solving problems, bukan hanya asal bikin aplikasi kayak pemerintah (oops)
- Kamu akan belajar BERPIKIR KOMPUTASIONAL. Karena solusi digital hanya bisa dihasilkan dengan optimal kalau kamu menggunakan pendekatan atau cara berpikir komputasional dalam memecahkan masalah.
- Kamu akan belajar tentang abstraksi, algoritma, struktur data, enkapsulasi, pengelolaan sumber daya, keamanan siber, rekayasa perangkat lunak, pengembangan web, dan AI
- Bahasa pemrograman yang akan kamu kenal di sini mulai C, HTML, Python, SQL, JavaScript..
- Membangun dan bertumbuh bersama komunitas melalui berbagai platform
- Bikin proyek akhir hingga presentasi.
Instrukturnya adalah Professor favoritku, yaitu @davidjmalan
Bisa ikut di https://t.co/yaY5Jd3uGd
Kalau mau beli saham, suka bingung ga ini harganya murah apa mahal?
Aku mau berbagi tips cara cepat untuk menilai harga wajar sebuah saham.
Semoga membantu!
Berikut "kurikulum" belajar saham Gratis yang menurutku Wajib Banget untuk dipelajari sebelum beli saham apapun.
Luangin waktu satu bulan utk belajar ini semua. Syukur2 diulang 2-3x. Yang penting coba bikin catetan, biar ga lupa.
Lalu rasakan bedanya 🤙🏼
Mengenal Saham [Wajib]
https://t.co/PDv7vTZCjS
Belajar Fundamental
https://t.co/H40WoHFjsi
https://t.co/ePWlVL3FCC
Belajar Teknikal
https://t.co/nRibg7jaid
https://t.co/zKO3ZrOALp
Analisa Bandar
https://t.co/C2m9sNIwAY
Pemantapan
https://t.co/T7G8SClWDG
https://t.co/QsgK2ttVgm
Jangan lupa di save 😌
Di bidang astronomi, jarak yg sangat jauh diukur dgn satuan “tahun cahaya”
Di Indonesia ada satuan baru dlm perhitungan harga/biaya yg sangat mahal, yaitu “hari MBG”
* Anggaran beasiswa LPDP: 5 hari MBG
* Subsidi BPJS Kes: 40 hari MBG
* Biaya pembangunan Whoosh: 94 hari MBG
😁
Mangkanya Sahil Bloom bilang "bisa jadi kita kaya di satu sisi, tapi ancur di sisi lain".
Dalam bukunya, belio ini justru bilang ada kekayaan 4 kekayaan lain selain uang, yakni:
- Time wealth: punya kontrol atas waktu hidup
- Social wealth: punya hubungan & koneksi yg oke sama manusia lain
- Physical wealth: punya kesehatan tubuh & energi yg prima
- Mental wealth: punya ketenangan pikiran & makna hidup
🚨 BREAKING NEWS :
Setelah beberapa waktu lalu NASA berhasil menangkap gambar objek luar angkasa 3I/ATLAS dan merekam frekuensi suara, akhirnya NASA berhasil mengenkripsi gelombang suara tersebut
SOUND ON 🔊
use headphones for better experience
Saya harus akui, jantung saya berdetak kencang, ingatan saya kembali menyergap tajam saat melihat berita bencana di Sumatera pekan ini.
Dulu, hampir dua dekade lalu, saya ada di sana. Bukan sebagai pengacara, melainkan penerbang sipil yang dipanggil negara, berdesakan di lambung pesawat tua. Ya, pesawat TNI AU uzur.
Kami terbang gila-gilaan, hampir tidak kenal pagi, siang, atau malam. Seringkali, kami sudah harus take off dari Halim sebelum subuh. Tujuannya: Banda Aceh.
Kami bawa Hercules C-130 yang sudah sepuh itu. Pesawat itu, Bapak-Ibu sekalian, adalah potret jujur bangsa ini: tua, berisik, kurang terawat, tapi untungnya sangat andal dan pekerja keras.
Di dalam perutnya yang gelap, kami duduk di jaring samping. Telinga berdengung raungan Allison T56.
Jika Anda mau tau, bau di dalam kabin itu adalah campuran unik: solar, minyak mesin yang bocor halus, keringat relawan yang tidak mandi tiga hari, dan aroma timpahan mi instan basi.
Intensitasnya? Luar biasa. Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) mendadak menjadi terminal paling sibuk di dunia. Ada Hercules TNI, ada C-17 Amerika, ada Ilyushin dari Rusia, semua berebut slot. Air Traffic Controller (ATC) kita seperti pesulap. Semua ingin cepat, semua jadi pahlawan tanpa berharap bintang.
Ironinya adalah pada sistem logistik kita.
Di satu sisi, kita punya Hercules TNI yang bertempur mati-matian, mengangkut puluhan ton barang. Di sisi lain, muncul pahlawan yang datang dari sektor yang paling tidak kita duga: Maskapai Sipil.
Ya, maskapai-maskapai besar seperti Lion Air dan Batavia Air ikut menyumbangkan free lift dari Jakarta. Mereka menggunakan pesawat komersial, kursi dilepas, diisi karung beras. Mereka bergerak karena kemanusiaan, mendahului banyak surat izin dan nota dinas yang mungkin masih diketik di kantor-kantor pusat.
Dan pahlawan sejati di udara adalah Susi Air. @susipudjiastuti Saat pesawat-pesawat besar TNI dan asing fokus ke Banda Aceh, Meulaboh dan Simeulue masih jadi titik buta. Landasan hancur, Susi dengan dua pesawat kecil Cessna Caravan-nya mengangkut obat-obatan dan susu bayi. Susi dan crew pilot asingnya terbang nekat, masuk ke landasan perintis. Mereka adalah antitesis dari birokrasi yang kaku. Contoh nyata bagaimana rule of law itu sejenak harus tunduk pada rule of need. Kebutuhan lebih dulu, baru administrasi.
Saya ingat, interaksi kami dengan crew Susi itu terasa sangat kontras. Di dekat Hercules yang penuh serdadu, mereka berdiri di samping Caravan kecil, mengenakan kaos, mengangkut sendiri kardus-kardus tanpa forklift mewah. Salah satu pilot asingnya pernah menyindir, "Saya pikir tugas saya hanya lobster, ternyata saya juga delivery harapan kemanusiaan." Tawa kami pecah. Tawa terdengar pahit tapi kejujurannya nyata hanya berharap pahala.
Saat ini, kita kembali menghadapi bencana di Sumatera. Apa yang berubah? Infrastruktur mungkin lebih baik. Teknologi komunikasi pasti lebih canggih. Namun, saya khawatir, jiwa gotong royong yang non-bureaucratic itu justru semakin menipis. yang jelas saya tidak dipanggil lagi menerbangkan pesawat, mungkin pilotnya sudah banyak. Mungkin juga karena memang tak ada landasan yang bisa didaratin fix wing. Mungkin juga kita makin terbiasa menunggu instruksi pusat, menunggu dana cair, menunggu SOP selesai dicetak.
Padahal, semangat yang dibutuhkan saat bencana adalah semangat Susi Air: bergerak cepat, tidak bertanya izin, dan langsung menuju titik yang paling terluka. Semangat yang harusnya diwarisi oleh setiap aparatur sipil dan militer.
Sudah saatnya kita belajar dari Hercules tua dan Cessna kecil.
Aset terbaik bangsa ini bukanlah pesawat baru atau regulasi yang tebal, melainkan keberanian mengambil risiko dan keikhlasan untuk bergerak tanpa menunggu tepuk tangan.
Jika tidak, setiap bencana hanya akan jadi pengulangan tragedi birokrasi yang mematikan.
#ethadisaputra #majalahforumkeadilan #tsunamiaceh #operasikemanusiaan #hercules #susiair #dahlaniskan #hukumdanlogistik #militersipil #bencanaindonesia
Pernah nggak ngerasa kok ada orang yang keliatan effortless banget jalanin hidup? 🤔
Itu bukan hanya karena luck—mereka pakai mental models. Tools ini bikin lo lebih clear thinking dan ambil keputusan lebih baik.
Ini 4 contoh mental models yang impactful buat sehari-hari! 🧵
My favorite ♥️Tech Stack:
𝐋𝐚𝐧𝐠𝐮𝐚𝐠𝐞: Java/Kotlin
𝐅𝐫𝐚𝐦𝐞𝐰𝐨𝐫𝐤𝐬: Spring Boot, Quarkus
𝐃𝐞𝐬𝐢𝐠𝐧 & 𝐀𝐫𝐜𝐡𝐢𝐭𝐞𝐜𝐭𝐮𝐫𝐞: Modular Monolith, Package-by-Feature
𝐃𝐚𝐭𝐚𝐛𝐚𝐬𝐞: PostgreSQL, Flyway Migrations
𝐓𝐞𝐬𝐭𝐢𝐧𝐠: Integration Tests with Testcontainers, Unit Tests with Mockito, API Stubbing with WireMock
𝐀𝐫𝐜𝐡𝐢𝐭𝐞𝐜𝐭𝐮𝐫𝐞 𝐓𝐞𝐬𝐭𝐬: Spring Modulith Tests, Arch Unit Tests with Taikai
𝐋𝐢𝐛𝐫𝐚𝐫𝐲 𝐔𝐩𝐠𝐫𝐚𝐝𝐞𝐬: Renovate, Dependabot, OpenRewrite
𝐈𝐃𝐄: IntelliJ IDEA
𝐁𝐮𝐢𝐥𝐝 𝐓𝐨𝐨𝐥: Maven
𝐂𝐨𝐝𝐞 𝐅𝐨𝐫𝐦𝐚𝐭𝐭𝐢𝐧𝐠: Spotless Plugin with Palantir Java Format
#Java #Architecture #KISS
"Kamu mulai minggu depan jadi manager team ini ya, nanti gajinya akan di adjust naik oleh perusahaan"
Sebuah kata yang mungkin sangat bikin hepi (congrats to you!)
Tapi kita suka terlalu fokus ke naik gajinya daripada the fact bahwa jadi engineering manager itu skillsetnya beda banget dengan software engineer. Bahwa apakah kita akan sukses di role kita yang baru. Bahwa apakah kita dapat menganggung beban karir anak2 di bawah kita
Memang ketika kumpeninya kecil maka role antara tech lead dan engineering manager itu dekat: mentoring, stakeholder management, execution planning, nge-set tone dari culture, dan technical vision
Tapi as the team grows (company size dan team size) rolenya makin lebih spesifik. Dan aku sesungguhnya berharap orang2 yang jadi EM ini lebih disiapkan supaya mereka berhasil in their role
What I did to my team members ketika aku menjadikan mereka engineering manager:
1️⃣ Kelas dulu, apa sih role engineering manager dan apa bedanya dengan tech lead/senior engineer
2️⃣ Set expectation of key result and deliverables untuk 3 bulan ke depan. Result biasanya adalah product impact, engineering impact, people impact, product/engineering directions, and organizational impact
3️⃣ At least 3 bulan shadow 1-on-1 sama calon direct reportnya calon manager. Artinya direct reportnya akan ada 1-on-1 sama calon manager dan aku untuk 3 bulan ke depan
4️⃣ Nge-shadow meeting2 yang di lead tech lead ini, especially about culture and health check of the team. Sampai mereka bisa sampai level S4
4️⃣ Dibekali beberapa tools dan bacaan
The making of managers
Good to great
Effective Engineer
First, Break All the Rules
Situational Leadership
Managing Bias
Kitab suci engineering metrics
Kitab suci product metrics
This is based on apa yang diajarin ke aku dulu pas aku training jadi engineering manager selama 6 bulan di Meta. Tentu kita ga bisa completely copas dan banyak yang harus di adjust dengan kultur di Indo. Tapi yang penting adalah being intentional dan membekali calon manager ini dengan sesuatu biar dia ga mencelakakan anak orang
📚 If you are using Java, then I recommend you read the latest edition of Troubleshooting Java by @laurspilca.
📈 From debugging best practices to logging, tracing, telemetry, Java memory model, preventing deadlocks, profiling, and sampling, there is so much you can learn from this book.
https://t.co/7IuWC4JBUS