Bukan Kambing tapi Singa
Seorang siswa membawa makanan dan minuman. Sepertinya dari kantin sekolah dan ingin kembali ke kelasnya. Tak biasanya dia pergi ke kantin sendiri. Saat mendekat aku bertanya padanya, "Tumben sendirian?"
Kawasan Iran utara tuh mirip pegunungan Jawa Barat, hijau, sejuk, gunung2 hijau. Di musim panas/semi, mereka biasa tidur di luar rumah kayak gini.
Btw, saya pernah nulis buku jalan2 ke Iran, termasuk Iran utara, free download https://t.co/aSGBNkFCs7
Ketika selama ini saya kritik polisi, nggak ada akun polisi yang menyerang saya.
Tapi ketika saya kritik ASN, lihat begitu banyak ASN yang menyerang saya di twit saya di bawah ini.
Andai di Mens Rea, @pandji bilang: "Polisi kita membunuh, tentara kita berpolitik, ASN kita kerjanya blablabla..." saya yakin Pandji akan dikeroyok ASN di media sosialnya.
Ada juga komentar yang bilang bahwa dia sebagai ASN juga rakyat jelata. Rakyat jelata adalah rakyat biasa, bukan aparat. ASN itu namanya saja sudah aparatur!
Sejelata-jelatanya ASN kan seumur hidup dapat jaminan untuk menerima gaji dan pensiunan dari negara.
Beda dengan orang usaha swasta seperti saya, ya nggak pernah dapat kepastian apapun terkait pendapatan dari negara ini.
Poinnya, semua yang digaji sama negara ya harus siap dikritik.
Dan kenapa saya sebut buzzer ASN, karena ada ajakan bahwa ASN untuk "merapatkan barisan". Hasilnya: ribuan ASN menjadi buzzer untuk dirinya masing-masing.
Pejabat eksekutif legislatif yudikatif, tentara, polisi, ASN, semua itu dibayar oleh rakyat. Kok malah marah-marah kirim pasukan nyerang yang mengkritik kinerjanya...
Ketika Pandji bilang: "polisi kita membunuh", itu kita juga tahu bahwa tidak semua polisi membunuh. Tapai apakah boleh Pandji bilang begitu? Ya boleh karena faktanya: ADA POLISI MEMBUNUH.
Kalau saya mengkritisi kinerja ASN yang menurut Jawa Pos ada celah libur di hari Jumat karena WFH, ya itu juga tak berarti semua ASN. Kenapa jadi banyak akun ASN yang marah-marah. Polisi aja nggak marah dibilang Pandji begitu.
Fakta bahwa ada peluang ASN jadi kerja cuma 4 hari karena WFH di hari Jumat itu memang ada. Saya mengkritisi itu. Kok pada ngamuk. Kalau nggak terima ya tolong dong pastikan bahwa nggak ada ASN yang kinerjanya seperti itu saat WFH.
I promise you, you don’t hate the British enough. This film is excellent in showing the British role in Zionist settler-colonialism. I had to watch it in a few sittings because I got too angry and distraught at the horrific scenes. It’s even worse when you see it from 2026 —90 years later and the Palestinians are getting genocided. You watch in the film how Palestinians aren’t at all prepared or understand the nature of the beast that’s invaded them, steals their land, tortures them, disarms them, murders them wantonly, they can’t predict how long this would last. Even the upper class Palestinian traitors betray because they misdiagnose the severity of what’s happening. On the one hand you have the brutal British colonial regime that specializes in oppression, and on the other hand, well-organized highly politicized Zionist Jews and Jews (who aren’t yet Zionists not entirely won over, yet they indirectly contribute to the cause of Zionism) moving there to establish a state, they hit the ground running, they control right-wing organizations, left-wing organizations, they work with British colonizers. They have monopoly over everything. While you have peaceful Palestinian village peasants absolutely unprepared/even unable to imagine this kind of brutality that’s unleashed on them. Palestinian workers in the city also unable to organize as effectively as the Jewish counterparts who come from countries with long established unions and socialist parties - on top of the Palestinians being disarmed and the colonial government working in favor of Zionists.
Pedagang mobil bekas itu punya insting.
Mereka bisa bedain mana pembeli yang polos, mana yang ngerti barang. Dalam 30 detik pertama.
Lo dateng, elus-elus bodi, duduk di jok, terus nanya "AC-nya dingin gak mas?"
Dalem hati mereka udah senyum. Mangsa empuk. Mark up Rp 15 juta.
Tapi coba lo dateng langsung jongkok di depan mobil, raba celah antar panel, buka kap mesin, cabut dipstick, senter kolong.
Pedagangnya langsung keringat dingin.
Strategi Mosaic Defence (Doktrin Pertahanan Mozaik) Iran
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar terhadap Iran. Rencananya sebenarnya sederhana dan sudah berkali-kali dipakai sebelumnya: membunuh pemimpin tertinggi, melumpuhkan struktur komando, lalu menunggu rezim runtuh dari dalam. Setelah itu, biasanya masyarakat akan didorong untuk mengambil alih kekuasaan.
Model seperti ini pernah berhasil di beberapa tempat. Irak runtuh setelah Saddam Hussein digulingkan. Libya jatuh setelah Muammar Gaddafi dibunuh. Suriah hampir mengalami nasib serupa ketika Bashar al-Assad terpaksa melarikan diri. Bahkan Venezuela sempat berada di ambang skenario yang sama beberapa waktu lalu.
Namun ketika strategi yang sama diterapkan terhadap Iran, hasilnya berbeda. Rencana itu gagal.
Alasannya sederhana: Iran telah menghabiskan dua dekade untuk mempelajari cara Amerika berperang.
Ketika Irak dihancurkan, Iran memperhatikan dengan sangat teliti. Ketika Libya runtuh, para perencana militer Iran mencatat setiap detailnya. Ketika Suriah menjadi medan intervensi internasional, mereka menjadikannya sebagai pelajaran strategis.
Salah satu tokoh penting dalam proses pembelajaran ini adalah Jenderal Mohammad Ali Jafari dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Ia mengamati satu pola yang konsisten dalam operasi militer Amerika: rezim yang sangat terpusat dapat dihancurkan dengan cepat melalui strategi “decapitation strike” — memotong kepala kepemimpinan sehingga seluruh sistem runtuh dalam waktu singkat.
Dari pengamatan itulah muncul satu pertanyaan kunci:
Jika strategi seperti ini diterapkan terhadap Iran, apa yang harus dilakukan?
Jawaban yang kemudian lahir dikenal sebagai Doktrin Pertahanan Mosaik.
Konsepnya sederhana tetapi sangat strategis. Bayangkan sebuah mosaik yang terdiri dari ratusan keping kecil. Masing-masing berdiri sendiri, tetapi bersama-sama membentuk satu gambar besar.
Iran kemudian mereorganisasi struktur IRGC menjadi 31 komando wilayah: satu untuk Teheran dan tiga puluh lainnya untuk setiap provinsi. Tujuannya adalah memecah konsentrasi kekuasaan militer agar tidak bergantung pada satu pusat komando saja.
Setiap wilayah memiliki kapasitas militernya sendiri—rudal, drone, intelijen, dan sistem komando yang relatif otonom. Dengan demikian, jika komunikasi dengan pusat di Teheran terputus, unit-unit ini tetap dapat beroperasi secara mandiri.
Seorang analis pertahanan pernah menjelaskan konsep ini dengan sangat jelas:
setiap provinsi adalah sebuah mosaik kecil yang memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan sendiri. Artinya, bahkan jika kepemimpinan pusat dihancurkan, struktur militer tetap berfungsi.
Inilah yang membuat strategi “pemenggalan kepala” tidak bekerja di Iran.
Doktrin militer Amerika selama ini sangat bergantung pada satu asumsi: temukan pusat komando, hancurkan kepemimpinannya, maka sistem akan runtuh. Namun sistem mosaik Iran justru dirancang untuk mencegah hal itu terjadi.
Dalam model ini, tidak ada satu pusat yang menentukan segalanya. Jika satu bagian dihancurkan, bagian lain tetap beroperasi. Seperti mitologi Hydra, memotong satu kepala justru memunculkan kepala baru.
Itulah sebabnya pembunuhan terhadap pemimpin tertinggi Iran pada hari pertama perang tidak menghasilkan efek yang diharapkan. Dalam hitungan jam, aksi pembalasan sudah dilakukan. Dalam hitungan hari, kepemimpinan baru muncul dan operasi militer Iran berjalan jauh lebih masif, seperti singa terluka yang marah dan bertekad menuntut balas atas kejahatan para agresor.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara terbuka menyatakan bahwa Iran telah belajar dari dua puluh tahun perang Amerika di kawasan sekitar mereka. Menurutnya, pemboman terhadap ibu kota Iran tidak otomatis menghentikan kemampuan negara itu untuk berperang, karena sistem pertahanannya memang didesain untuk tetap berfungsi meskipun kepemimpinan pusat diserang.
Di sinilah kita melihat perbedaan cara berpikir dalam strategi perang. Bagi Amerika dan Israel, kemenangan biasanya berarti menghancurkan struktur negara lawan secepat mungkin. Tetapi bagi Iran, tujuan perang tidak selalu harus kemenangan militer yang cepat. Kadang yang lebih penting adalah membuat perang menjadi sangat mahal bagi lawan.
Perang yang panjang, mahal, dan tidak populer seringkali memaksa pihak yang lebih kuat untuk mundur.
Inilah inti dari doktrin mosaik: bukan sekadar bertahan, tetapi membuat musuh kehilangan selera untuk melanjutkan perang.
Karena itu para pemimpin Iran sejak awal menegaskan bahwa tujuan mereka tidak hanya membalas serangan, tetapi juga mengubah keseimbangan keamanan di kawasan. Tokoh senior IRGC Iran, Mohsen Rezai, bahkan secara terbuka menyatakan perang akan berakhir jika Iran mendapatkan jaminan 100% keamanan. Namun, keamanan di kawasan tidak mungkin tercapai selama Amerika tetap mempertahankan kehadiran militernya di Teluk Persia. Artinya, bagi Iran, perang hanya akan berakhir jika AS keluar dari Timur Tengah.
Saat ini tanda-tandanya sudah kelihatan: kemarin (14/3), AS sudah kehilangan Irak. Radar Saab Giraffe 1X, yang digunakan untuk pertahanan udara C-RAM, telah hancur. Zona Hijau (kawasan seputar kompleks kedutaan yang diduduki AS selama ini) sekarang hampir tidak memiliki pertahanan udara. AS sudah menyarankan seluruh warga AS di Irak untuk segera keluar dari negara itu.
Selanjutnya, kita nantikan.
(terinspirasi dari tulisan Robert Kiyosaki)
Januari tahun 2026 begitu banyak hal yang menyayat, jika boleh dikatakan disayangkan:
1. Iuran Indonesia di grup perdamaian bentukan Amrik
2. Hakim MK-Deputi BI yang ah, sudahlah..
3. P3K Petugas SPPG MBG
4. Tragedi penjual es spons
#reminder
Ilmu Titen Petani Dulu yang Masih Valid Secara Ilmiah
1. Banyak siput / kaki seribu keluar dari tanah
Titen petani : tanda tanah lembab & musim basah menguat
Penjelasan ilmiah : tanah jenuh air - oksigen berkurang - hewan tanah naik ke permukaan.
2. Katak / kodok ribut malam hari
Titen : hujan akan sering, sawah masuk fase basah stabil
Ilmiah : katak aktif pada kelembaban tinggi & tekanan udara rendah - biasanya menjelang atau saat periode hujan stabil.
3. Semut berpindah sarang ke tempat lebih tinggi
Titen : tanda akan ada hujan deras berkepanjangan
Ilmiah : semut sensitif pada perubahan kelembaban & getaran tanah - mereka evakuasi sebelum area banjir.
4. Daun banyak menggulung / layu siang tapi segar sore
Titen : tanaman kekurangan air tapi belum kritis
Ilmiah : mekanisme leaf rolling untuk mengurangi penguapan saat stres air.
5. Rumput liar tumbuh subur - tanahnya hidup.
Titen : tanah sehat & subur
Ilmiah : rumput adalah indikator:
bahan organik cukup
aktivitas mikroba tinggi
struktur tanah baik
6. Banyak capung di sawah
Titen : lingkungan sawah sehat & air relatif bersih
Ilmiah : capung butuh air bersih untuk fase larva - indikator ekosistem baik.
7. Awan rendah, tebal, tidak bergerak cepat
Titen : hujan dekat
Ilmiah : awan cumulonimbus / nimbostratus dengan kelembaban tinggi & tekanan rendah - potensi hujan sangat besar.
8. Burung kecil banyak mencari makan di sawah
Titen : banyak serangga - artinya tanaman subur
Ilmiah : ekosistem rantai makanan berjalan - vegetasi sehat mendukung populasi serangga.
9. Jamur liar mulai bermunculan
Titen : tanah lembab stabil & bahan organik tinggi
Ilmiah : jamur tumbuh saat:
kelembaban tinggi
suhu sesuai
tanah kaya bahan organik
Ini juga tanda sawah/ladang memasuki fase biologis yang aktif.
Petani dulu tidak asal percaya “tanda alam”. Mereka mengamati, menyimpan, lalu menurunkan ilmunya. Dan ternyata banyak yang sejalan dengan ekologi, meteorologi, dan sains modern.
Ilmu titen itu bukan kuno, itu sains berbasis pengalaman hidup.
Semoga Bermanfaat..🙏
Pernyataan Mendikdasmen bahwa anak2 kita tidak mampu menulis dan bahwa ini masalah serius, bagi saya, adalah bentuk kepemimpinan yang jarang kita temui.
Di negeri yang sering takut mengakui kelemahan, keberanian menyebut masalah secara terang benderang justru menjadi tanda sehat bagi langkah perbaikan.
Transformasi pendidikan tidak pernah lahir dari slogan atau citra, tetapi dari kejujuran membaca realitas apa adanya.
Namun pengakuan hanyalah pintu masuk, bukan tujuan akhir. Kita tidak boleh berhenti hanya karena seorang pejabat sudah jujur, justru setelah itu kita harus tetap kritis.
Kritik bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk memecut agar kebijakan benar-benar berubah menjadi tindakan nyata. Tanpa tekanan publik yang sehat, keberanian awal itu bisa mudah menguap dan kembali menjadi rutinitas birokrasi belaka.
Kebijakan mewajibkan murid membaca buku dan menulis resensi memang langkah yang penting untuk membangun budaya bernalar. Tetapi keberhasilan kebijakan tidak bergantung pada aturan itu sendiri, melainkan pada ekosistem yang menyertainya. kesiapan guru untuk membimbing, waktu membaca yang cukup, budaya literasi di sekolah, dan dukungan orang tua di rumah.
Pertanyaan kritis perlu terus diajukan agar kebijakan ini tidak berhenti menjadi beban administratif tambahan, tetapi benar-benar melatih keterampilan berpikir anak.
Saya melihat momentum ini sebagai peluang besar untuk membangun generasi yang mampu membaca dengan mendalam dan menulis dengan jernih, dua kemampuan dasar yang menjadi pondasi masa depan bangsa mana pun.
Namun itu hanya bisa terwujud jika keberanian pemimpin diimbangi dengan ketajaman masyarakat sipil yang mengawal. Perubahan lahir bukan hanya dari pejabat yang berkata jujur, tetapi juga dari publik yang berkata, “Ayo lanjutkan, jangan sampai berhenti.”
"𝗧𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗱𝘂𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗠𝘂𝗵𝗮𝗺𝗺𝗮𝗱𝗶𝘆𝗮𝗵 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗼𝗿𝗴𝗮𝗻𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗹𝗮𝗶𝗻; tidak dendam, tidak marah, dan tidak sakit hati jika dicela dan dikritik; tidak sombong dan tidak besar kepala jika dipuji,"
- Kiai Ahmad Dahlan
Ini adalah mesin hemodialisa.
Mesin ini luar biasa, Namun secanggih apa pun teknologinya, belum ada yang menandingi keajaiban ginjal manusia.
Ginjal berperan jauh lebih luas daripada alat penyaring. Ia memiliki fungsi-fungsi penting yang belum dapat digantikan oleh mesin apa pun.
Pertama, ginjal menghasilkan hormon eritropoietin yang merangsang sumsum tulang membentuk sel darah merah.
Kedua, ginjal mengatur tekanan darah melalui sistem renin-angiotensin. Ia bekerja seperti termostat alami tubuh yang menyesuaikan tekanan darah sesuai kebutuhan aliran darah ke organ penting.
Ketiga, ginjal menjaga keseimbangan kalsium dan fosfat dengan mengaktifkan vitamin D.
Keempat, ginjal bekerja tanpa henti, dengan efisiensi luar biasa, hanya sebesar kepalan tangan.
Mesin hemodialisa ukurannya bisa satu lemari kecil, beratnya puluhan kilogram, membutuhkan listrik, air, dan tenaga medis. Sementara ciptaan Tuhan bekerja sendiri selama puluhan tahun dengan ketepatan sempurna.
Setiap kali melihat mesin hemodialisa, kita boleh kagum pada teknologi, tapi membuat kita bersyukur kepada Sang Pencipta atas dua mesin hidup yang ditempatkan di tubuh manusia.
Hampir tiap hari kita lewat jalan dengan nama pahlawan nasional. Tapi, ternyata ada 17 pahlawan yang namanya belum pernah dipakai jadi nama jalan.
Siapa saja mereka? 👇
#focus#jalanpahlawan#news#infog
🤡 "Orang yang nge-gym, yang sampai jadi banget badannya, itu nggak mungkin sepintar itu. Itu aktivitas paling goblok yang gua pernah ketemu. Orang pintar nggak suka pasti."
Bener nggak latihan beban nggak ada efeknya buat otak dan aktivitas goblok? 🤔
🔥A Thread🔥
Sangat setuju dengan Mbah Nun, BUMN harusnya bekerja untuk negara bukan pemerintah.
Nasihat-nasihatnya sejuk dan alagi mengenai persoalan mendasar, seperti ini. Tim sering dengerin Cak Nun walaupun lewat YouTube.
Ada yang sama?
Senin, awal pekan, mulailah dengan investasi olahraga 150 menit per minggu, yang memiliki manfaat:
-Menguatkan jantung
-Memperlancar sirkulasi darah
-Menjaga kadar kolesterol terkendali
-Memperkuat otot
-Menjaga berat badan
Olahraga juga meningkatkan pelepasan hormon endorfin, sehingga:
-Mengurangi stres dan kecemasan
-Meningkatkan mood
-Kualitas tidur lebih baik
-Meningkatkan konsentrasi
Mulailah dengan olahraga apa saja. Jalan cepat, jogging, bersepeda, berenang, dll. Masa kalah dengan lansia 😃
Tadi siang saya nonton videonya pak @aniesbaswedan yang membahas buku Ki Hajar Dewantara.
Munculah soal Konsep Pendidikan holistik: Menyehatkan tubuh anak
Sebagai lulusan sport science, saya jadi ingat istilah penting, yaitu PHYSICAL LITERACY.
Apa itu? 👇🏼