BOLAK BALIK DIPENJARA, SEKARANG JADI MENTERI!
KAPAN TERAKHIR DIPENJARA?
Sementara rakyat, harus urus SKCK, batas umur, syarat ijazah, syarat bejibun lainnya, belum tentu juga lolos kerja.
Efek MBG libur ke harga bahan pokok :
- Telur biasanya 30k, tembus sampai 21k
- Sawi ijo biasanya 10k jadi 2k per kg
- Labu siam 2k perkilo
- Ayam biasanya 40k, bisa jadi 30k
- Cabe SETAN 100K jadi 35k
- Brokoli 14k perkilo
- Bawang merah sempat naik 80k jadi 33k sekilo
Kalo sudah sebanyak ini manfaar MBG libur,
Apa gak sebaiknya MBG di stop aja guys?
BEM yang itu ngaku dibayar 300juta.
Ibu-ibu ngaku dibayar 100ribu dan dapat panci.
Terus kita bisa apa?
Lapor kemana?
Audit itu dana dari siapa?
harus minta tolong kemana?
Kita udah dikasih pengakuan,
tapi seperti biasa hanya bisa diam.
Mau sampe kapan?
PRESIDEN TUKANG BOHONG?
Untuk programnya dia, bilang duit kita banyak, minta 5T dikasih 10T
Tapi untuk gaji guru, dia bilang gak ada duit karena dikorupsi
Duit banyak Gak ada duit
Bayangin rakyat cari kerja harus ngelewatin psikotes, online assessment, interview HR, FGD, interview user, sampe direksi. Sementara yang jadi presiden ngitung 10 + 6 = 17 ☺️😇
ancur2an sektor transportasi indonesia hari ini:
- oli mesin naik
- bbm ikutan naik
- pajak kendaraan naik
- suku cadang naik karena impor
- jalan2 berlubang karena anggaran disedot mbg
ruu polri disahkan: polisi aktif bisa mengisi jabatan sipil, ojk, ppatk. usia pensiun polisi diperpanjang.
NOTHING SURPRISES ME ANYMORE. yaudahlah memang udah didesain menuju kehancuran. cuma sekarang ini ugal-ugalan, sistematis, dan terang-terangan aja.
Gue heran deh kok masih aja ada orang yang bilang “Pertamax naik ga masalah, kan yang pake juga orang2 mampu”
Entah mereka buzzer atau emang tolol alami.
Yang jadi masalah itu EFEK DOMINO-nya, bukan cuma perkara harga naik 3ribu.
Ini efek domino yang akan terjadi dari kenaikan per hari ini:
1. Migrasi massal ke BBM lebih murah. Harga Pertamax naik → orang yang biasa pakai yang “premium” (kelas menengah atas) langsung switch ke Pertalite yang lebih murah. Hasilnya: permintaan Pertalite meledak. Padahal Pertalite kan kuotanya terbatas (subsidi), jadi stok di SPBU cepet habis.
2. Pertalite langka + antrean panjang. Antre Pertalite di SPBU jadi tambah rame. Yang gak mau antri berjam-jam atau gak kebagian akhirnya terpaksa isi Pertamax (yang lebih mahal).
3. Biaya logistik & transportasi naik Truk, angkot, ojek online, pengiriman barang semua naik ongkosnya (meski mereka pakai solar/ Pertalite, tapi efek rantai supply-nya ikut naik karena driver dan perusahaan logistik juga kena imbas). Akhirnya harga barang di pasar naik semua.
4. Inflasi & harga sembako naik Efek dari nomor 3: dari meja makan sampai warung kecil. Harga beras, sayur, mie instan, bahkan jasa ojek naik. UMKM yang paling kena getahnya. Modal produksi naik, daya beli masyarakat turun, penjualan melambat.
5. Black market & penyelundupan Pertalite yang langka sering muncul di pedagang eceran dengan harga lebih mahal (kadang sama mahalnya Pertamax). Subsidi yang seharusnya buat rakyat kecil malah bocor.
6. Beban subsidi pemerintah membengkak. Demand Pertalite naik drastis → pemerintah/Pertamina harus nambah pasokan subsidi. Kalau gak diatur, APBN makin tekor, bisa-bisa akhirnya Pertalite juga naik atau dibatasi lebih ketat (misalnya pakai MyPertamina, plat nomor ganjil-genap, dll).
7. Efek jangka panjang ke ekonomi & masyarakat
- Driver ojol & angkot kurangi shift → pendapatan turun.
- Petani & nelayan (yang pakai solar/Pertalite) ongkos produksi naik → harga pangan naik lagi.
- Inflasi umum naik → Bank Indonesia mungkin naikin suku bunga → pinjaman mahal → investasi melambat.
Intinya, yang tadinya “cuma naik buat orang berduit” malah bikin semua orang kena getahnya lewat rantai yang panjang.
Yg lagi rame skrg..
Pemerintah daerah sedang gontok2an dg pemerintah pusat ttg anggaran..
Rakyat kecil...
Gelar tiker, nyemil kwaci...
Nunggu klo ada yg bilang, "lebih baik daerah Kami memisahkan diri saja & mengatur daerah kami yg Kaya SDA drpd cm jd sapi perah pemerintah pusat, & tdk tahu anggaran u/ apa & siapa"
(Umpaname)
🥱