Beberapa waktu lalu, aku nonton film india di TV. Ada satu kalimat di film itu yang menurutku romantis:
"Aku hanya pernah memanjatkan satu doa, agar menemukan namamu dalam garis takdirku."
#TheFirstJasmine (Mo Li) is adapted from Feng Qing’s web novel Sheng Shi Di Fei (Golden Age Legitimate Consort/Fei), a long historical romance (over 400 chapters + extras).
Key Comparisons:
The novel is very long with extensive side stories, subplots, and world building.
The drama condenses early family/dowry arcs, speeds up the marriage and initial revenge setups, and focuses more tightly on the central couple and main intrigue.
Some minor characters or arcs are streamlined or altered.
Side character like Mo Jingli’s villainy or likability varies greatly from novel.
The drama leans darker/psychological in places with more emphasis on emotional misunderstandings and subtle acting,
while the novel is often described as a classic "ancient early", which is satisfying, trope heavy and women empowerment story. The drama tones down certain elements for broader appeal and removes overt modern influences.
The novel has a longer journey with more military/political developments, potential power shifts, and detailed epilogues (e.g., family life, healing arcs). The drama condenses this while aiming for a satisfying resolution focused on the couple and peace.
The original novel is actually a time travel story where the female lead (modern day individual) wakes up in ancient time. Her modern knowledge, medical skills, and sharp tactical Monday help her to navigate the brutal political landscape and chaos of "Five Dynasty Ten Kingdom" era.
Due to china's strict censorship regulation regarding time travel genre in historical dramas, they had to rewrite the story of female lead and made her completely historical figure.
#TheFirstJasmine
#BaiLu #ChengLei
Kenapa rape jokes & obrolan yg melecehkan GA BOLEH walaupun di trongkrongan inti?
1. Menormalisasi kekerasan seksual
2. Membentuk cara berfikir, awal nya sekedar obrolan, lama-lama itu bisa jadi kebiasaan ketika memandang perempuan
3. Mengobjektifikasi perempuan
4. Echo chamber
Air keras jadi senjata intimidasi yang mengerikan.
Tidak langsung membunuh, tapi jelas mengisakan bekas permanen. Jika korban tetap hidup, visual lukanya jadi peringatan buat orang lain.
Bahan juga mudah dibeli, sulit dilacak.
Ketika disiram ke wajah, selain amat menyakitkan, luka permanen di wajah tidak hanya menyerang fisik tapi juga psikologis. Korban akan semakin berat tampil ke publik.
Kerusakan bisa kena ke kulit, risiko buta, kena ke saluran nafas kalau kehirup, belum kalau tidak sengaja masuk mulut.
Teror model ini tidak hanya kejam, tapi juga pengecut.
A 70 million year forest being blitzed with another 5 million acres lined up in Papua
The natural world that supports life on this planet cannot support life when it is destroyed
Welcome to the beginning of the end of everything
Saintis merekam Capung yang melakukan manuver terbang multi-putaran, satu-satunya yang diketahui pada spesies terbang. Mereka mencelupkan diri ke dalam air untuk mendinginkan diri, lalu keluar dengan cepat sambil melakukan beberapa kali "salto terbang" untuk membersihkan air. Hal ini sama dengan seekor anjing yang mengibaskan air dari bulunya.
Credit: https://t.co/YhAUT4J8FZ
someone told me yesterday that when they feel nervous about trying something new & their heart starts beating really fast, that they call it their “inner applause” because their body is cheering them on, and i think that’s the best narrative adjustment ever.
Hak waris itu berbanding lurus dengan kewajiban. Anak laki2 dapat lebih besar dari anak perempuan karena mereka berkewajiban menafkahi saudara perempuannya.
Sayangnya orang cuma pada mau warisannya doang tapi tanggungjawabnya ga dikerjain bikin seolah2 hukum waris islam ga adil.
Hutannya dibabat, tanahnya dirampok, orang Papuanya digusur buat proyek ekstraktif, satwa langkanya ditangkap
Wajar lah orang Papua pada muak dan benci NKRI. Pemerintah kalian yang selalu kasih mereka alasan buat melawan
West Papuan have every rights to resist!
Lagi ganti pembalut tiba-tiba kepikiran sebenernya tuh diskursus pembalut dicuci/tidak dicuci tuh disebabkan oleh ketidakmampuan pemerintah untuk mengolah sampah biohazard atau human waste.