Satu hal yang sering terlewat, kita berkejaran dengan waktu.
Apakah masih diberi waktu untuk ada di satu detik, satu menit, satu jam, satu hari kedepan?
"Gaji lu berapa per bulan?" tanya Tante Rina dengan tatap tajamnya.
"0,18 detik MBG, Tante," jawabku pelan tak berani menatap matanya karena malu.
Namun aku sedikit mendongak kepala melihat sedikit daripada raut wajahnya. Ia tersenyum tipis, terkesan merendahkan.
"Heh, anak tante ya sudah jadi direktur perusahaan multinasional. Gajinya 8,64 detik MBG, lho. Kamu ini sudah dewasa tapi masih menyusahkan orangtua!"
Rentetan kata-katanya menusuk hati dalam kalbu paling dalam, tetapi itu menyalakan api yang bersinar menyala-nyala dalam hatiku. Kugenggam tanganku dan berteriak kencang dalam hati, "KELAK GAJIKU SEKITAR 1 MENIT MBG!"
Bedain "nggak lihat harga" dan "perlu budgeting"
I think its better budgeting ya, mau sebanyak apa duit, kudu tetep wise. Apalagi untuk kebutuhan tersier.