Kita menangisi Vidi yang meninggalkan.
Kita juga menangisi Dara yang ditinggalkan.
Padahal, di saat yang sama, keduanya sedang mengajarkan kita satu hal yang sering kali luput kita pahami, tentang cara yang benar dalam mencintai.
Kalau menelusuri laman sosial media Dara, sosok Vidi mungkin tampak jarang hadir di sana. Bahkan sempat membuat banyak orang meragukan cintanya dan mempertanyakan kesetiaannya.
Padahal sejak awal, Dara sudah menunjukkan cinta yang begitu besar untuk Vidi.
Ia tetap memilih berjalan bersama Vidi, bahkan ketika ia tahu durasi bahagia mereka mungkin sebentar.
Dara memilih bertahan di sisinya, di saat ia menyadari betul tak akan pernah ada kata 'menua bersama' dalam romansa mereka.
Dan barangkali di situlah letak cinta paling tinggi yang mampu Dara berikan. Ia memilih tetap hidup bersama seseorang yang ia tahu suatu hari nanti akan mengucap kata pamit duluan.
Sementara Vidi pun mencintai Dara dengan cinta yang sama besarnya.
Vidi tahu hidupnya mungkin tidak sepanjang yang diharapkan.
Ia tahu suatu hari namanya hanya akan tinggal sebagai kenangan.
Ia tahu cepat atau lambat, dirinya akan menjelma menjadi kehilangan dalam hidup perempuan yang ia cintai.
Dan karena ia tahu durasi hidupnya begitu sebentar, ia berikan seluruh cintanya kepada Dara dengan porsi yang tak akan pernah bisa ditakar.
7 Maret 2026, bukan hanya keluarganya yang memeluk kehilangan. Bukan hanya hidup Dara yang tak lagi terasa utuh. Tetapi kita juga turut merasa runtuh.
Hari ini kita kembali menyaksikan romansa dua manusia yang akhirnya dikalahkan oleh waktu, di saat cinta masih menyala di hati mereka.
Di saat mereka masih ingin terus berbagi mesra.
Dan mungkin, inilah pelajaran paling berharga yang bisa kita petik dari kepergian Vidi. Tentang mencintai pasangan dengan seluruh cara terbaik yang kita punya, dan menghabiskan sisa waktu di dunia dengan menjadi sebaik-baiknya manusia.
Semoga Allah merahmati perjalanan pulangmu. Semoga dilapangkan kuburmu. Semoga selalu terang rumah barumu nanti, seperti halnya kamu yang selalu menjelma terang di banyak hati.
Oxavia Aldiano, Kamu orang baik.
Kamu suami Sheila Dara selamanya.
Kamu hidup di hati kami selamanya.
Kun faya kun, Nothing is impossible. You'll not be stuck anymore. Every pain has it's ending, your life will be great again and you will find your path. Don't lose hope or give up. You will be surprised by the miracle that can happen in your life so don't worry and keep praying.
@unudmenfess bukti kalo orang kuliahan belum tentu otaknya ada, orang yang gapunya otak gini masa jadi orang berpengaruh di organisasi kampus, sakit jiwa
@rzkdhl Jahat banget, iblis aja sungkem sama mereka. Masa depan akan menghadapi banyak pasien, tapi tidak bisa memanusiakan manusia, pada sakit jiwa circlenya
Permintaan maaf saja ga cukup. Jujur aja.
Karena mengendarai mobil baja gitu, dengan kecapatan tinggi ke arah kerumunan itu sudah sangat2 ga masuk "akal sehat"
Bukti videonya jelas.
Ga mngkin itu masuk blindspot.
Diajak debat, kebanyakan berkelit. Didemo malah ngumpet di rumah mewahnya atau plesiran ke luar negeri. Di depan media sombong kali.
Katanya demo dijamin demokrasi, tapi malah dilindas rantis.
Negoro asu.