JUST IN: BEM UI merilis video "THE REBELLION BEGINS!"
"Pada 12 Juni 2026, kita semua menulis huruf pertama untuk perlawanan. Mereka berkata bahwa kitalah yang terancam. Kitalah yang kalah. Kitalah yang mundur."
"Namun, angka tidak bisa berbohong. Reaksi pun tidak bisa mengelak. Sebanyak 1.000+ rakyat coba mereka benturkan dengan 6.000+ aparat."
"Penguasa mulai merasa terancam."
"Mari bersama-sama kita torehkan huruf kedua, ketiga, hingga huruf terakhir dalam perlawanan, dan akan kita pastikan bersama bahwa di akhir nanti rakyat yang akan menang."
ALERTA
Foto ini nunjukin kalo anak-anak kecil ikut naik truk demo bersama spanduk dan megaphone.
Di Batam dan beberapa daerah, siswa SD dilibatkan dalam aksi dukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Anak usia SD belum paham isu rumit seperti korupsi BGN atau anggaran negara.
Ngelibatin mereka lewat Dinas Pendidikan dan sekolah itu jelas ngelanggar netralitas pendidikan.
Pasal 15 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak menyatakan anak berhak dilindungi dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik.
Ini kerasa kayak cara paksa bangun narasi dukungan saat MBG dikritik keras.
Anak harus dilindungi, bukan dijadikan alat politik. KPAI perlu segera memeriksa kasus ini. Perlu kami turun tangan lagi buat pelaporanya?
sonyy baru aja mengaku sesuatu tentang kasus korupsi MBG :
- nanik sendiri di ketahui memiliki dapur SPPG MBG
- Nanik 3 kali ganti nama yayasan di titik SPPG miliknya sendiri
- Titik SPPG Nanik tersebar di Madiun, Tapos Bogor, dan Karang Asem
- Prosedurnya harus pakai surat resmi Nanik tidak pernah kirim surat
- Nanik cuma bilang ke Sony: "Pokoknya diganti!"
- Ini terungkap dari BAP Sony Sonjaya (tersangka kasus MBG) di Kejagung
padahal sebelumnya wakil BGN bilang pegawai BGN tidak boleh punya dapur SPPG
kalo sudah begini apakah akan di tindak atau omon omon?
dalam podcast terbarunya ada tuntutan Fatimah (BEM UI) ke Prabowo:
- Jangan remehkan kritik rakyat
- berhenti bercanda/nyengir saat ditanya soal masalah serius atau malah marah marah
- Kurangi ketergantungan ke militer
- jangan jadikan negara ini "negara milik militer saja"
- Hargai ahli/ilmuwan
- jangan diskreditkan ahli gizi dan pakar lain
- Kelola informasi yang diterima
- sadari laporan bawahan bisa beda dengan kenyataan rakyat
- Dengar suara rakyat tanpa filter
- jangan hanya dengar orang-orang dekat yang takut tidak enak sama Bapak
- Tunjukkan tanggung jawab langsung,
- jangan lempar semua ke bawahan seperti Bu Nani
- Evaluasi ulang MBG secara total
- kalau tidak sesuai tujuan (stunting/ekonomi), lebih baik diberhentikan dulu
Ade Armando di TV nasional, 18 Juni 2026:
"Turunkan harga BBM? Pertamax itu untuk menengah ke atas, mengikuti harga pasar. Mahasiswa yang protes ini dangkal."
Ade Armando, di menit berikutnya, dalam acara yang sama:
"Saya juga terkena kok. 16.000 dari 12.000, naik 30% lebih — itu memang berat."
Jadi mahasiswa yang protes kenaikan 30% itu dangkal.
Tapi kamu sendiri bilang berat.
Bedanya cuma satu:
kamu punya studio TV untuk berkeluh kesah. Mereka cuma punya jalan raya.
Siapa sebetulnya yang dangkal di sini?
Saya sebagai pengajar hukum siber dan komunikasi mau tanya secara terbuka kepada Polda Metro Jaya dan para ahli yg membelanya. Tolong tunjukkan ke saya, pakai dasar pasal apa di UU apa, kenapa Roy dan Tifa bisa dikenakan tahanan di Polda? Bagaimana bunyi pasal yg jadi dasar memberikan kewenangan pada Kepolisian bisa melakukan penahanan itu pada kasus pidana Fitnah dan Pencemaran nama baik?
Saya pernah ngobrol dengan Prof Kiki, penulis buku 'Palu Arit di Ladang Tebu'. Beliau kurang setuju korban PKI sebanyak itu (seperti yang 'disensus' peneliti Barat, termasuk John Roosa).
"Korbannya kemungkinan di kisaran puluhan ribu. Ratusan ribu, mungkin. Tapi tidak sebanyak yang mereka sebutkan."
Prof Kiki memakai data, salah duanya, dari mutasi rekening dan bukti gaji orang-orang yang dianggap terafiliasi PKI.
Tapi mau berapapun jumlah korbannya, benar bahwa mereka dihukum (baca: eksekusi) tanpa persidangan. Bahkan umum terjadi: tetangga yang benci bisa menuduh seseorang PKI dan melaporkannya ke TNI, padahal bukan.
Hanya benci saja, tapi PKI dia jadikan kedok.
Nasihat Amin Rais buat Prabowo:
- ditangkapnya Roy Suryo & Dokter Tifa itu penyalahgunaan kekuasaan
- baru ini ada orang di tangkap karna ijasah orang
- Suruh Jokowi tunjukkan ijazah asli kalau ada, selesai dalam 3 menit
- Rakyat sudah menderita harga naik, PHK merata, jangan tambah beban
- Kekuasaan itu titipan Allah jangan sombong
- Peringatan keras: kekuasaan zalim pasti runtuh monggo kerso!
🚨 JUST IN:
KESIMPULAN KESELURUHAN DARI RESPON DPR : "Nanti akan kita tindaklanjutkan semuanya dengan pihak-pihak terkait."
Sampe ada yang teriak "UDAH GITU DOANG NGOMONGNYA?" 🤣🤣🤣
#demo#IndonesiaGelap
@mang0ts Buzzer 500 perak pun bentukannya pasti gini, tapi kalo secara realita sedih sih mereka terpaksa melakukan karena sistem yg membuat mereka butuh duit, tapi klo ga buzzer pun berarti emg pure tolol ga guna aja
Baik astrio felligent maupun bahtra banong, keduanya sudah keok di depan publik. Citranya sebagai jubir parpol sudah hancur. Dan keduanya di-skakmat oleh siapa? Ya, oleh MAHASISWA S1 AKTIF. Yang satu oleh mahasiswa aktif UGM, sedang yang satunya oleh S1 UI.
Atas sepak terjang kedua jubir yang memalukan itu, berikut dua saran kami untuk partai penguasa @Gerindra:
1. Ganti jubir kalian.
2. Mundur sebagai parpol penguasa.
Terbukti, bahkan kedua jubir kalian tak sanggup membela gagasan-gagasan kalian dengan baik, sekalipun itu ditayangkan di layar kaca dan disaksikan oleh jutaan rakyat Indonesia. Lawan bicaranya juga seorang mahasiswa, gimana kalo mereka menghadapi para pakar? Bagaimana kalo jubir-jubir kalian dicecar oleh para ahli??
Kesimpulannya, antara memang kedua jubir kalian yang gak kompeten, atau memang gagasan-gagasan kalian yang terlampau jelek. Kami tahu, kalian sebetulnya juga sadar kalau implementasinya jelek, hanya saja kalian wegah untuk kehilangan pundi-pundi korupsi, dan terlalu malu untuk mengakui bahwa kalian gak becus menjadi penguasa.
Barusan saya dapat khabar dari salah satu tim penguji S3 dr Tifa, bahwa rencananya jam 9.00 hari ini dia akan ujian Seminar Hasil doktoral di FK UI. Namun tiba tiba Jam 6.30 tadi di parkiran, dr Tifa didatangi petugas dari Polda Metro Jaya. Mereka menunjukkan surat untuk membawa dr Tifa ke Polda Metro, padahal Ujian S3 menunggu dr Tifa pagi ini.
Walau sudah minta ijin penangguhan untuk ujian. Petugas kekeuh membawa dr Tifa ke Polda. Ada kemungkinan besar Polda Metro akan melakukan penahanan.
Inilah wujud polisi sudah tidak lagi menegakkan hukum, dan keadilan tapi lebih menegakkan perintah yang bertentangan dengan hukum dan Keadilan itu sendiri.
Namanya Bu Soe Tjen Marching Dosen di London dan penulis
Seorang dosen Financial freedom tapi masih peduli keadaan bangsa dan negara
Itu buzzer rupiah untuk makan dan bayar sekolah anak harus jual kesedihan dan nipu dulu
Kok bisa bisanya jilat jilat penguasa
"seskab teddy mengatakan ada pengamat yg tidak kompeten, tidak pada bidangnya"
"memangnya menteri-mentri di kabinet pada bidangnya? memangnya anggota DPR banyak yg punya ijazah?"
duarrr 🔥
🚨Update : Info demo hari ini 19 Juni 2026
Daftar elemen Mahasiswa yang akan melaksanakan Seruan Aksi di titik aksi depan Gedung DPR/MPR :
- Universitas Trisakti
- Universitas Mercu Buana
- Universitas Esa Unggul
- Universitas Yarsi PB HMI MPO
- Universitas Dian Nusantara
- Pengurus Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia
- Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis
Stay safe semua. Saya Siaga 1 ‼️Kita (Rakyat) pasti menang 🇮🇩
PEJABAT JANGAN BERMAIN!
Salam
Rakyat Indonesia
info aja nih hari ini ada aksi
dari para pedagang dan petani pendukung prabowo mereka bawa spanduk dengan isi nya:
- Terima kasih prabowo
- Anak kami butuh gizi MBG
- lanjutkan 2 periode prabowo
- rakyat butuh prabowo
Itu aja udah janggal 😭😂
dan anehnya tidak ada blokade polisi atau TNI padahal itu di monas
kemaren mahasiswa di marahin
asli ini mah adu domba
Yang belum tau, dia ini dosen Fisipol UGM sekaligus direktur di lembaga riset Celios. Namanya Mas Media. S2 dan S3 dari The University of Manchester. Omongannya tajem, kritis, dan selalu based on data. Tentu tidak disukai kaum-kaum boikot UI dan UGM.