pesertanya ada 35rb orang, kalo dikali 30jt bisa ampe 1 triliun lebih CUMA BUAT MAEN TENTARA2AN ANJEEEENGGGGGG BUBAR AJA INI NEGARAAAAA WE’RE SO DOOMED
prabowo lagi lagi masuk media asing karena:
- Bank asing pilih cabut daripada ikut agenda Prabowo
- 11,5 triliun rupiah juta ditarik Citigroup, StanChart, HSBC sejak 2024
- OJK diduga lobi bank untuk biayai MBG & Kopdes
- Sebab takut kebijakan Prabowo terlalu dikuasai negara
- Danantara minta pinjaman $10 miliar bank merasa ditekan
- Rupiah melemah makin tidak menarik simpan uang di sini
- Danantara jual obligasi bunga 2% ke konglomerat
- Danantara dikecualikan dari pengawasan pajak & hukum
- danantara tidak pernah rilis laporan keuangan
- analis khawatir jadi sarang uang kotor
🚨 Kalian tau ga? Muhyiddin, salah satu dosen dari Universitas Esa Unggul jd Dewan Komite Audit di PT Pertamina Retail.
Ketika Ginka Febriyanti (Komisaris Pertamina Retail) S2 di Esa Unggul, hampir di DO krn ketauan edit nilai/absen 🤯 Ginka mohon2 sama beliau.
Hadiahnya? Jadi Dewan Komite Audit deh di Pertamina Retail 💕 #IndonesiaGelap
Media Jepang bilang timnas mereka bukti ekosistem yang lebih sehat.
Saudi Pro League habiskan £800 juta untuk membeli bintang eropa seperti Ronaldo, Firmino, Benzema, Mahrez.
Tapi hasil di level timnas? Zonk. Nggak ada peningkatan yang sepadan. Pemain muda Saudi justru kehilangan menit bermain gara-gara skuad penuh pemain asing.
China pernah coba cara yang sama 10 tahun lalu. Ujung-ujungnya? Spending kolap, klub kolap, warisan? Nggak ada yang tersisa.
Jepang? Kebalikannya. Lebih hemat, tapi lebih dari 50 pemain abroad ke Eropa dan timnas berhasil lolos ke fase knockout Piala Dunia.
Mereka invest dari bawah bangun ekosistem mulai level sekolah sampai professional.
Jadi lebih baik spending banyak untuk ningkatin liga domestik atau bangun ekosistem dari bawah?
Berita di TV Taiwan:
- MBG penuh masalah, termasuk keracunan
- Liputan korupsi Dadan CS: memperkaya diri
- Penunjukan vendor tidak jelas, pengadaan gak jelas
- Meskipun begitu Prabowo bersikeras melanjutkan program MBG