Judulnya: 'Jagoan di Trotoar, Marketing di Klarifikasi'.
Lucu ya, giliran ditegur bawa-bawa nama 'Anggota', giliran viral mendadak jadi 'Warga Biasa' yang khilaf.
Ingat, berani melanggar aturan harusnya berani tanggung jawab, bukan malah jualan pangkat bayangan.
Jangan sampai pangkat marketing-mu berubah jadi pangkat 'Duta Klarifikasi'. 🤡 #TrotoarUntukPejalanKaki #ViralDepok #TertibLaluLintas
Before After
Lulusan S3 Australia.
Belasan tahun jadi dosen. Bersaksi di MK.
Gaji pokok: Rp 2,6 juta/bulan.
Kampusnya buru-buru klarifikasi:
"tapi kalau ditambah honor ngajar, insentif penelitian, honor KKN, honor penguji... total Rp 9–16 juta!"
Nah itu dia masalahnya.
Dosen pendidik bangsa ini hidupnya bergantung pada honor yang tidak tetap, bukan gaji pokok yang layak.
Sakit satu bulan, nggak bisa ngajar ,honornya hangus.
Kita bicara orang yang mendidik dokter, hakim, insinyur masa depan bangsa.
Kelayakan hidup mereka harusnya dijamin negara , bukan diserahkan ke mekanisme honor yang fluktuatif.
🙄
Tersangka #1–3: Kepala & Wakil Kepala BGN (pejabat pemerintah).
Tersangka #7: Brigjen Polri aktif — korupsi ompreng. Tersangka lain: Kolonel TNI aktif , markup motor listrik Rp1 triliun lebih.
7 tersangka.
Semuanya orang dalam.
Jadi "setan"-nya itu pakai seragam dinas, Pak?
Raja Iblis yang ngerekrut setan2 ini terus siapa pak?👹👹👹
Program yang katanya untuk anak-anak, ternyata yang makan duluan siapa?
Kejagung sudah tetapkan 7 tersangka korupsi MBG di BGN. Ini daftarnya:
a. Kepala BGN Dadan Hindayana
b. 2 Wakil Kepala BGN
c. Brigjen Polisi aktif LMI : jual ompreng ke calon mitra SPPG
d. Kolonel TNI aktif BU : gelembungkan harga pengadaan motor listrik
e. 2 pihak swasta
Dari anak sekolah yang harusnya dapat gizi, uangnya mampir ke ompreng fiktif dan motor listrik yang realisasinya hanya 3.229 unit dari 21.081 yang dibayar.
Mahasiswanya yang demo soal ini disebut "bayaran."
Yang korupsinya : pejabat, Brigjen, dan Kolonel.
Siapa yang sebenarnya hidup dari uang negara?🤷♂️
Negara lagi pusing kejar target pajak Rp2.357 triliun.
Rakyat kecil ditagih PPN.
Ojol kena pajak platform.
UMKM dilacak satu-satu pakai Coretax.
Tapi di saat yang sama, pemerintah kebut RUU PFII , kawasan keuangan khusus dengan pajak 0%, pakai hukum asing (common law), punya pengadilan sendiri , khusus untuk menampung, kata mereka sendiri:
"uang-uang dari negara yang tidak stabil."
Target investasinya? Belum ada.
Investor yang "tertarik"? Baru ngobrol-ngobrol.
Ada di Prolegnas? Tidak.
Masuk jalur darurat "keadaan tertentu", dikebut 3 bulan.
Jadi pertanyaannya sederhana:
Kalau negara butuh pajak dari rakyat buat tambal defisit , kenapa miliarder asing justru dapat oasis pajak yang rakyatnya sendiri nggak pernah bisa masuk?
🤔🤔🤔
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni:
"Sebagai tanggung jawab moral saya, sebagai komitmen pemberantasan korupsi ,saya kembalikan amplopnya."
Bagus.
Tapi ada yang kurang:
a. Tidak menolak amplop di tempat
b. Tidak lapor ke KPK — padahal itu kewajiban hukum (UU No. 20/2001)
c. Baru dikembalikan 10 hari kemudian lewat ajudan ke Riau
KPK langsung merespons:
"Pengembalian tidak menghapus pidana."
Jadi "tanggung jawab moral" itu artinya: tahu ada amplop, diam 10 hari, tidak lapor, baru kembalikan setelah sadar ada risiko.
Kalau itu definisi "komitmen antikorupsi" seorang menteri ,
siapa yang harusnya kita percaya ngawasin hutan kita?
🤷♂️
Pemerintah mau kasih amnesti ke puluhan ribu napi ,tapi syaratnya: ikut Komcad dulu, terus kerja di sektor ketahanan pangan.
Kedengarannya mulia.
Tapi mari kita bongkar:
UU Komcad Pasal 28: sifatnya sukarela.
UU Komcad Pasal 33: calon Komcad tidak boleh punya catatan kriminal.
Dua syarat itu langsung dilanggar sebelum kebijakan ini jalan.
Amnesty International, KontraS, PBHI, LBHM, ICJR , semua kompak: ini berpotensi jadi kerja paksa, melanggar Konvensi ILO No. 29 yang sudah Indonesia ratifikasi.
Terjemahannya: bebas dari penjara, masuk ke ladang pangan negara.
Tanpa upah yang jelas.
Tanpa bisa nolak.
Nama bekennya: amnesti.
Nama aslinya: tenaga kerja murah berseragam.
Siapa yang untung?🤷♂️🤔
Korban disiram air keras.
Luka bakar 47% di tubuhnya.
Tapi selama 2 tahun, dia diam.
Kenapa?
Karena pelakunya oknum polisi aktif.
Yang intimidasi dia.
Yang pas bawa ke RS bohong ke dokter:
"ini luka tabung gas."
Kalau bukan karena akhirnya ada kuasa hukum yang mau bantu, kasus ini terkubur rapi.
Ini bukan soal satu oknum.
Ini soal kenapa korban kekerasan butuh waktu 2 tahun dan bantuan pengacara terkenal dulu baru berani lapor ke Bareskrim , padahal aparat ada di mana-mana.
Uniform itu harusnya simbol perlindungan.
Kalau malah jadi tameng impunitas , siapa yang akan rakyat kecil percaya?
🤨🤔
Hashim bilang MBG dirusak "setan-setan dan hamba iblis di seluruh Indonesia."
Kejagung bilang:
Tersangka #1–3: Kepala & Wakil Kepala BGN (pejabat pemerintah).
Tersangka #7: Brigjen Polri aktif — korupsi ompreng.
Tersangka lain: Kolonel TNI aktif , markup motor listrik Rp1 triliun lebih.
7 tersangka. Semuanya orang dalam.
Jadi "setan"-nya itu pakai seragam dinas, Pak?
Kalau iblis itu bisa jenderal berbintang dan perwira tinggi yang ditunjuk sendiri oleh negara untuk menjaga program ini , pertanyaannya bukan "setan dari mana."
Pertanyaannya: siapa yang rekrut setan-setan itu?
😈😈😈😈😈😈😈
Dokter ini dikasih medali emas sama Belanda.
Lalu dia kembalikan.
Terus diasingkan 3 kali.
Tiap balik, langsung nulis dan berorganisasi lagi.
Namanya dr. Cipto Mangunkusumo.
Dan Belanda , dengan seluruh aparatus kolonialnya ,tidak pernah bisa menghentikannya.
Bahkan sampai mati pun tidak.
Padahal Malam Minggu diciptakan untuk dinikmati , sebagai pelipur 6 hari mu yang melelahkan
Jika 6 harimu terasa berat, biarkan hari ke 7 ini memelukmu perlahan.
Lo masih inget 2022 : ngantri minyak goreng berjam-jam, harganya tiba-tiba gila-gilaan?
Di balik itu: Wilmar, Musim Mas, Permata Hijau diduga korupsi fasilitas ekspor CPO.
Kerugian negara Rp 17,7 triliun.
Tapi hakim-hakimnya malah ketok palu: bebas.
Belakangan ketahuan: ada suap Rp 60 miliar buat beli vonis itu.
Hari ini, 3 Juli 2026 : kasasi hakim Arif Nuryanta (14 tahun) dan Djuyamto (12 tahun) ditolak MA. Inkrah.
Jadi pertanyaannya bukan soal hakim-nya.
Emak-emak yang ngantri itu , mereka dapat apa?
🙃
@msaid_didu@GiorgiaMeloni@DokterTifa Maaf pak said, 2 org tsb aja beda efek. Yg PM Italia itu kepentingan nasional dan internasional. Kalo Dr. Tifa untuk kepentingan kelompoknya yg benci jokowi. Bahaya jika kepentingan politik bersembunyi dbalik kata akademis
Tak semua pertemuan berakhir bersama. Tapi ada seseorang yang, sekali saja hadir dalam hidupmu, akan selalu mengajarkan bagaimana rasanya mencintai dengan utuh.
Karena yang istimewa bukan tentang siapa yang datang lebih dulu, melainkan siapa yang membuatmu ingin berhenti mencari.
Jgn kira kami happy melihat ada anak bangsa harus duduk di bangku persidangan seperti ini, tapi mau bgmn lagi?
Sepanjang tahun Pak Jokowi membuka pintu rumahnya untuk mereka dtg meminta maaf dan bahkan sblm sidang ditawari lagi untuk RJ.
Dg sombongnya menjawab TIDAK!
Yasudah…
3 (tiga) keanehan pengembalian amplop Bupati Kuansing ke Menhut :
1) sempat diterima dan disimpan 10 hari - kalau menolak harusnya langsung kembalikan.
2) pengembalian Gratifikasi bukan ke pemberi, tapi dilaporkan ke @KPK_RI
3) tidak ada saksi yg verifikasi isi amplop yg dikembalikan
Hahaha..
Pokoknya wartawan jan dilawan!
Mumpung udh jadi pesakitan, ga sopan aja ga papa..
Drpd biasa disinisin ato diremehin kan 🤭
Bupati pada ngapa ya? 🥱
Nambah lg yg kena OTT
Lagi pada berlomba balikin modal apa?
Ini uang seragam sekolah dikorupsi jg..
Sekolah ga?
Kok pake seragam?
Otaknya ora? Pantas botak.
Maling jemuran?
🫣🫣 Wartawan mulai menakutkan 🤭
Sosok Pria yang mengaku Tentara & cekcok dengan pejalan kaki di atas trotoar Kecamatan Pancoran Mas akhirnya terungkap.
Perwira Staf Intelijen Kodim 0508 Kota Depok, Mayor Inf. mengatakan pria tersebut bernama Syaiful Anwar merupakan karyawan swasta