mama said:
“cowo kasar ga bakal tiba-tiba lembut karena nikah. cowo mokondo juga ga auto jadi rajin kerja, yang immature ga mendadak mature cuma karena akad.”
marry the character, not the potential. life’s too short buat nikahin seseorang dengan harapan bisa mengubah dia.
seberapa lama pun pacaran, aku ga pernah nanya ke cowo tentang nikah. not because i don’t care but because i believe some things should come from the man himself. i know my worth. kalau kamu beneran mau aku, you’ll make first move. but if you take too long, i won’t wait forever either. aku akan milih diriku sendiri dan pergi.
seberapa lama pun pacaran, aku ga pernah nanya ke cowo tentang nikah. not because i don’t care but because i believe some things should come from the man himself. i know my worth. kalau kamu beneran mau aku, you’ll make first move. but if you take too long, i won’t wait forever either. aku akan milih diriku sendiri dan pergi.
Sayangnya nggak ada.
Pasangan kita adalah manusia.
Kadang bs bikin kita capek & kecewa krn banyak hal yg dia hadapi, entah tekanan hidup atau masalah lain.
Kita perlu menemukan pasangan yg meski capek tetep saling memilih, memaafkan & stay sm kita apapun kondisinya.
menurutku boundaries dalam a relationship bukan tentang melarang pasangan buat interact sama orang lain.
“we can’t control who comes, who’s interested, or who tries to get closer”.
yg bisa kita lihat adalah “how our partner chooses to respond to it”.
sebab buat aku, rasa aman bukan datang dari, ngga ada yang mendekati dia, tapi dari knowing that when someone does, they know their boundaries.
dan tahu mana yang masih okay, mana yang starts crossing the line, dan kapan harus take a step back.
ga ada yang lebih sakit putus cinta karna keadaan padahal in situation kita mau banget untuk bareng, untuk grow up, dan strolling around everything we can do it, but in same situation again, kita ga bisa maksain bukan karna udah ga sayang, bukan karna tidak ada yang berjuang juga. but in the end we choice to lose us cz we know its fail to try anything. kadang kepikiran kalo sempat berhasil sama dia, rasanya bakalan se indah dan se menyenangkan itu ya? semoga hidup nemuin kamu di hal-hal yang lebih baik, lebih hangat, dan lebih menyenangkan
bener redflag paling top tier dari seseorang itu ketika karena merasa dicintai dia menyepelekan perasaan orang lain, menggampangkan perasaan orang lain, dan lupa bahwa setiap manusia punya batas atas apapun karena dari awal dia ga mau tau ttg batasan itu.
carilah pasangan dgn emotional intelligencenya tinggi, supaya saat dia tau pasangannya sedang kesal, dia akan mengajaknya bicara, mencari akar masalah dan solusinya bersama.
bukan malah, berlaga seolah tidak terjadi apa-apa, seolah2 "biarin deh nanti dia membaik sendiri", "males ah dibahas nanti ribut" dan membiarkan pasangan nya menenangkan emosi dan amarahnya sendiri.
ya allah, aku mau jadi istri dan ibu... bukan sekedar punya pasangan atau anak, tapi punya rumah yang di dalamnya ada cinta, kasih sayang, ketenangan, rasa aman dan saling menjaga setiap hari. aamiin...