Tentang Angkatan — Pramoedya Ananta Toer
Format: EPUB
Total kata: 1.826 kata
Estimasi baca: 9 menit
Kategori: Kritik Sastra, Sejarah
Berdasarkan arsip dari: @KaruniaHaganta (https://t.co/MvtgpTGSwF)
Baca dan unduh gratis di: https://t.co/9TndT4KuSp
Zaman Baru, No. 2 Februari 1955 — Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA)
Format: EPUB
Total kata: 12.363 kata
Estimasi baca: 62 menit
Kategori: Ilmu Politik, Seni, Ilmu Sosial
Berdasarkan arsip dari: @MakaruMakara
Dapat dibaca dan diunduh gratis di: https://t.co/OlgOwu4Ksg
Unduh dan sebarluaskan poster di bawah ini secara cuma-cuma. Tempelkan di tiap-tiap persimpangan jalan. Kalo butuh filenya move ke-DM, kalo butuh uang aku juga gapunya.
Lawan selagi bisa melawan. ❤️��🔥
Di Jerman, siaran Piala Dunia pake overlay diatas pemain yang lagi pegang bola, ada radar (mini map), dan live-data lainnya sepanjang pertandingan.
Bener2 kaya main game bola. 🤯
[TERBARU]
Piala Dunia udah mulai. Namun, apa pun yang telah dan akan terjadi dalam gelaran kali ini, rasanya sudah cukup untuk menyebut edisi 2026 ini sebagai Piala Dunia yang GAGAL. Muasalnya tentu: FIFA & Amerika Serikat (dengan Trump).
Sebuah kritik.
https://t.co/cOxsiYbiXS
Now reading “Football in Sun and Shadow” by Eduardo Galeano.
It’s brilliant, a poetic, down to earth introspective and magical celebration of the beautiful game like it was, is and (hopefully) still continues to be. If you a football enjoyer you should pick it up.
Kalau diminta untuk menciptakan kampanye baru soal membaca buku, saya akan mengusulkan ini: “Normalisasi membeli buku yang bukan BEST SELLER.”
Saat memasuki toko buku besar seperti Gramedia, sedari dulu saya cenderung menghindari rak paling mencolok dengan label Best Seller. Bukannya sok beda atau apa, hanya saja ada perasaan mengganjal tiap kali saya melihat satu judul buku bertengger di rak best seller selama berbulan-bulan, bahkan sampai bertahun-tahun.
Mari kita ambil contoh novel Laut Bercerita, yang setidaknya sudah dipajang di rak Best Seller sepanjang tahun 2021–2026. Saking larisnya, novel tsb bahkan sudah cetak ulang lebih dari 115 kali. Pertanyaannya, mengapa novel itu begitu laris? Oke, katakanlah isinya bagus. Lalu apa? Di luar sana masih banyak novel bagus lainnya.
Salah satu teori yang dapat menjelaskan fenomena larisnya Laut Bercerita adalah Efek Bandwagon (Bandwagon Effect) yang muncul di Amerika sejak abad ke-19. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan fenomena sosial di mana seseorang cenderung ingin menjadi bagian dari mayoritas. Generasi sekarang mungkin lebih akrab dengan istilah fear out of missing out (FOMO), tapi secara konsep sedikit berbeda.
Perilaku kita yang punya kecenderungan untuk membeli buku yang sudah populer dan dipajang di rak Best Seller adalah contoh paling tepat dari Efek Bandwagon. Sering kali kita tak sadar bahwa keputusan kita membeli buku bukan lagi soal preferensi pribadi, melainkan sudah jadi tren ikut-ikutan. Paradoksnya terletak pada hilangnya orisinalitas dalam keputusan membeli sesuatu karena didorong oleh popularitas massa.
Minggu ini sangat menyenangkan bagi penikmat skena data analisis sepakbola lokal.
Kenapa?
Ini karena midblockstats merilis https://t.co/SQgnvZ4C1Z
Platform data analisis untuk lihat team style, player profile, scout builder & bahkan ada AI-nya.
Gas cek situsnya 🔥🔥🔥
Dimensi-Dimensi Struktural Kemiskinan karya Soedjatmoko membaca kemiskinan bukan sebagai kegagalan pribadi, melainkan akibat struktur sosial: pemilikan tanah, hierarki desa, ketergantungan timpang & pembangunan yg sering tak menjangkau golongan termiskin.
https://t.co/WrLZWYDh8D
"SOLID"
Arsenal mampu menangkan laga sekaligus melaju ke final, setelah mampu mengakhiri perlawan Atletico. Arsenal mampu temukan celah untuk bongkar pertahanan Atletico. Bagaimana jalannya laga?
Big thanks buat yg sudah retweet
Nama2 dan tubuh tdk bisa diganti oleh bangku baru dan LED, bahkan apapun.
Di Kanjuruhan, sejarah dipangkas rapi. Stadion dibongkar, didesain ulang, lalu dibuka kembali seolah tak pernah ada apa2.
Ingatan tidak boleh meredup. Maka latih dan mari lafalkan! #ReminderOfDisaster
Pelatih Inggris Medioker
Terima kenyataan ini, meski Eddie Howe bisa juara Carabao musim lalu atau Scott Parker bawa Burnley promosi. Mentok segitu.
Jadi untuk sekelas Chelsea, kesalahannya ya merekrut Liam Rosenior. Sebab, pemecatan itu hanya soal waktu.
Siapa pelatih Inggris paling sukses dalam 30 tahun terakhir? Sir Bobby Robson.
Siapa yg pernah juara EPL? Nol besar.
Bahkan, nyari pelatih Inggris buat melatih timnas Inggris aja susah payah dan akhirnya pakai pelatih asal Jerman.
Mengapa itu bisa terjadi? Selain kultur, menurut saya, karena rendahnya jumlah pelatih UEFA Pro asal Inggris. Saat ini diperkirakan ada sekitar 400 orang, jauh ketinggalan di belakangan Spanyol, Jerman, Italia, dan Prancis.
Inggris ibu dari sepak bola modern, tapi anak kandungnya medioker. Lebih jago anak2 adopsi dari Eropa daratan dan Amerika Latin. Boleh tidak setuju, tapi nyatanya kapan terakhir juara Piala Dunia? 1966. Kapan terakhir juara Piala Eropa? NOL. Oh ya, kapan terakhir pemain bintangnya dapat Ballon d'Or? Seingat saya sih Owen.
Silakan teman2 gimana opini saya ttg pelatih Inggris? Tentu boleh beda. Saya akan lebih detailkan di thread bawah ini.
Kelemahan Arsenal waktu lawan City kemarin, defending halfspace. Sejak awal sudah terlihat O'Reilly yg memang punya kemampuan mengekspos halfspace ini bisa lepas.
“Karena pada akhirnya, tujuan kita bukan hanya meraih piala, tetapi membentuk manusia. Piala bisa berkarat oleh waktu, tetapi karakter akan bertahan seumur hidup”.
JACKSEN F. TIAGO
- Direktur Akademi Borneo FC Samarinda
- Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge
Jujur aja, sports journalism kita itu sebetulnya udah berkembang pesat: analisis taktis, bisnis, hingga sejarah kini digali mendalam. Tapi laporan investigasi? Jarang banget, atau mungkin gak ada.
Dua klub gak dikenal tiba-tiba jadi pemuncak Liga 2, harusnya sinyal radar kecurigaannya udah mulai nyala.