Saya selama ini diam dengan anda bapak yang terhormat, tapi kalau main cara fitnah ya anda berarti busuk hati dan mata.
Itu yang anda upload kegiatan flash mob teman teman funky papua yang juga terlibat dengan film kaka boss di CFD tanggal 25 agustus kemarin, bukan demo !
โGapapa, kalau yang disuruh pergi saya si komika. Tapi kalau anak Anda nikah sama saya, โpukulanโ yang dia rasakan hanya dari PUNCHline komedi saya. Bukan dari baton. Dan saya janji akan selalu bikin dia keluar air mata karena terpingkal oleh humor saya, bukan dari kanister gas.โ
Nah LOE ...kena juga kau
Ada apa kau komika2 Indonesia Timur yg berteriak ? Saudara dari Indonesia Timur juga BERSUARA tentangmu ..
Ada ga sih komika2 Indonesia Timur yg demo kemarin punya sumbangsih membangun Indonesia Timur? ๐คฆ
TWIT-TWIT LAMA
Dulu 12-15 tahun yang lalu sebelum jadi pejabat publik, saya memang aktif bermain Twitter (sekarang X). Sebagaimana nature-nya platform tersebut, saya berekspresi secara bebas. Kadang penuh kritik pedas, kadang nyindir, sering juga nyinyir. Sering saya katakan di mana-mana, dulu saya adalah netizen yang marahโbahkan julid.
Tapi kemudian takdir membawa saya ke proses hidup yang lebih kompleks. Pada gilirannya Allah menakdirkan saya menjadi pejabat publik, dari walikota sampai gubernur. Saya giliran balik dikritik, disindir, dinyinyiri di media sosial. Saya sering melihat diri saya yang dulu, netizen yang marah tadi. Bikin saya tersenyum dan sadar.
Konon setiap orang akan melewati fase-fase jadi tukang protes, anak muda yang rebel penuh kritik dan sinisme. Tapi semua orang juga berproses, harus menjadi lebih bijaksana dan tahu diri.
Ibarat anak-anak yang selalu protes pada orangtuanya, remaja yang rebel, pemuda yang kritis dan sinis, pada saatnya akan jadi orangtua yang melihat dari sudut pandang yang berbeda. Yang akan bilang pada dirinya sendiri, "Oh gitu ya saya dulu", dan "Ternyata begini rasanya di posisi ini."
Bagaimanapun, untuk twit-twit saya yang lama, saya akui dulu saya kurang bijak dan mungkin kurang literasiโbahkan kurang sopan. Saya mohon maaf jika ada pihak-pihak yang tersakiti, terkritik, tersindir, atau terhina dengan cara saya berekspresi. Semoga saya bisa lebih baik lagi ke depan. 2017-2018 saya pernah meminta maaf tentang hal-hal ini. Saya banyak belajar.
Saya tidak membela diri atau berusaha membenarkan. Itu memang saya yang dulu, saya yang kurang bijak.
Semua orang pernah protes, tapi proseslah yang akan membuatnya sukses. Katanya masa lalu tidak akan mengubah masa depan, tapi sebaliknya.
Maafkan aku yang dulu. Mari kita move on.
Ridwan Kamil
Dari musibah kecelakaan yang terjadi di Ciater, kita jadikan ini pelajaran bahwa bukan study tour-nya yang harus diperketat, melainkan kelayakan kendaraan, fasilitas, dan sumber daya manusianya.
Saya imbau kepada instansi atau organisasi yang akan mengadakan study tour, pastikan kendaraan yang akan digunakan dalam kondisi yang layak dan sesuai dengan aturan pemerintah.
#KecelakaanBus
#SMKLinggaKencana