Lu mau tau ga seberapa absurdnya ngitung data pake rata-rata? Misal nih di suatu ruangan, ada 9 orang pengangguran dgn penghasilan Rp 0 lalu masuk lah Elon Musk kesana dgn penghasilan Rp 100 T setelah itu dihitung lah rata-rata penghasilan orang di ruangan itu. Hasilnya? Rp 10 T.
Wawancara terhadap seorang investor: ia jelaskan alasan investor luar enggan berinvestasi ke Indonesia. Dia bercerita pengalamannya 5 tahun lalu saat di Indonesia. 😯
Aku pribadi mendukung sensus ini, toh buat acuan berbagai penelitian nantinya. Tapi harapannya data ga dipelintir, memperlihatkan realita di lapangan, datanya aktual. Coba dibuat datanya terdistribusi normal gak, kalo gak jangan pake rata2 dong. Jadi gak terlihat realistis jadiny
Kalian sudah didatangi oleh petugas BPS sensus ekonomi 2026?
Aku udah kemarin siang.
Adapun yg ditanyakan sebagai berikut:
1. Apa pekerjaan suaminya Bu?
2. Berapa gajinya sebulan?
3. Pakai AC ya Bu?
4. Berapa token sebulan?
5. Pakai gas apa?
6. Berapa banyak kendaraan yg dipunya Bu?
7. Ada mobil?
8. Rumah ini milik pribadi?
9. Berapa kira kira uang belanja sehari hari?
10. Ada bisnis atau usahanya Bu?
Terakhir izin foto dalam rumahnya ya Bu
Gak dikasih tau apa tujuannya mensensus .
sumber:mamarachel
"Kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke TNI, tentara punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke DPR RI, anggota DPR banyak yang punya dapur SPPG," kata Iman Zanatul Haeri, seorang guru, di hadapan Mahkamah Konstitusi.
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Andre Rosiade di TV, kemarin:
"85% uang MBG mengalir langsung ke rakyat. Ke tukang sayur, petani, peternak, UMKM."
Kejagung, 12 Juni 2026 : tersangka ke-5 ditetapkan.
Vendor motor listrik BGN, PT Yasa Artha Trimanunggal: tidak punya dealer, tidak punya bengkel aktif , tapi menang proyek Rp1,035 triliun dari APBN.
21.801 unit motor.
Dadan bilang dibeli Rp42 juta/unit.
Menurut Kejagung: di-markup.
Pembanding nyata: motor China dengan spesifikasi serupa dijual Rp8–10 juta/unit di pasaran.
Dokumen serah terima dipalsukan seolah pengerjaan rampung. Dibayar lunas 100%.
Total tersangka sekarang: 5 orang. 3 di antaranya pimpinan BGN sendiri.
Jadi dari Rp10.000 per porsi makan anak sekolah yang katanya "85% langsung ke rakyat" itu , sebagian jalannya lewat vendor tanpa bengkel, harga di-markup menurut Kejagung, dokumen dipalsukan, dibayar penuh Rp1 triliun lebih.
Tukang sayurnya dapat berapa Andre?
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Rabu, 10 Juni 2026. Satu hari. Dua pernyataan dari gubernur yang sama.
Pertamax baru naik hampir Rp4.000 per liter.
Pramono Anung keluar dengan solusi:
"Dengan kenaikan BBM ini, peluang orang untuk naik transportasi umum juga makin besar."
Di hari yang sama, Pramono juga mengonfirmasi tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan segera disesuaikan ,dari Rp3.500 ke kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000.
Tiga sampai empat kali lipat.
Jadi jalan keluarnya dari BBM mahal adalah naik Transjakarta. Dan Transjakartanya sendiri sedang akan naik tiga kali lipat.
Pertamax naik → pindah ke Transjakarta. Transjakarta naik → pindah ke mana?
Ini bukan soal salah satu kebijakan.
Ini soal pola yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Rupiah melemah → biaya impor naik → BBM naik → biaya hidup naik → subsidi tertekan → tarif transportasi umum naik.
Setiap domino jatuh ke rakyat.
Tarif Rp3.500 itu bertahan lebih dari 20 tahun , bukan karena pemerintah lupa menaikkan, tapi karena itu satu-satunya hal yang masih bisa dijangkau jutaan orang yang tiap hari menggantungkan mobilitas hidupnya pada angkutan umum.
Alasan pemerintah menaikkannya sekarang: subsidinya terlalu besar.
Pertanyaannya bukan apakah subsidi perlu diefisiensikan.
Pertanyaannya adalah: di negara yang APBN-nya 3.800 triliun, yang program prioritasnya saja terbukti bocor di mana-mana, kenapa yang pertama dipangkas selalu yang dipakai rakyat , bukan yang dinikmati kekuasaan?
Repost utk anak2 muda yg tanya apa maksud saya dgn "wisdom without fear". Intinya: menyuarakan kebenaran lebih nikmat dari mengejar kekuasaan. You should try it too. Boleh disebar.
khutbah ied:
“selain berkorban, idul adha juga membunuh sifat kebinatangan yang melekat pada diri yang berkurban. seperti rakus, ingin menang sendiri,dan melanggar konstitusi”
bro chill😭😭😭
Dear, media.
Kurban itu perorangan. Jika Presiden menggunakan APBN untuk bagi-bagi sapi, maka itu bukan kurban. Itu program politik. Jadi jangan ditulis "kurban Prabowo" karena dananya dari pajak rakyat. Trims...
SPPG Bojongkaso Agrabinta, Cianjur, Jawa barat nunjukin video distribusi MBG di jalur yang rusak berlumpur
dari video ini justru nunjukin lebih butuh perbaikan fasilitas umum (jalan) daripada dapur MBG kan 😂😂😂 unik banget skala prioritasnya
cr ig TVRInasional
dibilang antek-antek asing saya diam,
dibilang ndasmu saya diam,
dibilang warga desa tidak pakai dolar saya diam,
dibilang “tidak bermimpi kaya raya?”
SAYA AKAN LAWAN!!!
Guys kata Tom Lembong di podcast Malaka dan ini salah satu yang paling jujur yang gw dengar dari mantan pejabat Indonesia soal kondisi sekarang.
Dia bilang kebijakan luar negeri Indonesia sekarang paling berantakan sejak 1965.
Bukan sejak 1998. B
ukan sejak reformasi. Tapi sejak 1965.
Dan dia kasih contoh konkret yang bikin gw tidak bisa bantah.
Beberapa minggu lalu Indonesia bergabung ke Board of Peace yang diketuai Amerika dan Israel.
Seminggu setelah itu Amerika dan Israel menyerang Iran.
Sekarang Indonesia ngemis ke Iran minta kapal tanker kita boleh lewat Hormuz.
Dan Iran dalam kondisi marah besar habis diserang mau simpati ke kita?
Itu konsekuensi langsung dari kebijakan luar negeri yang tidak berprinsip.
Soal energi ini yang paling bikin gw ngeri.
Stok BBM dan LPG nasional kita hanya ekuivalen dengan 20 sampai 25 hari konsumsi.
Itu saja.
Kalau Hormuz tidak buka dalam 25 hari puluhan kota di Indonesia bisa kehabisan bensin dan gas.
Ibu ibu tidak bisa masak.
Logistik lumpuh.
Bukan skenario jauh.
Itu risiko yang menurut Tom Lembong sangat nyata dan sangat dekat.
Bandingkan dengan Jepang yang stoknya 250 hari. China yang stoknya 1,3 miliar barel.
Mereka sudah siap dari jauh jauh hari.
Kita masih 20 hari dan tidak ada rencana darurat yang jelas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari semua yang dia bilang.
Tahun lalu harga minyak dunia lagi murah.
Surplus 2 juta barel per hari.
Itu saat yang sempurna untuk borong dan nambah cadangan nasional.
Tapi tidak dilakukan.
Uangnya dialihkan ke program program lain yang multiplier effect-nya kecil yang kita sudah tau semua itu yaps EMBEGE
Soal tarif Trump Indonesia panik duluan. Buru buru negosiasi. Dapat kesepakatan tarif 19%. Eh satu hari kemudian Mahkamah Agung Amerika batalkan tarif itu karena ilegal. Negara yang tidak panik sekarang cukup bayar 10%. Kita yang paling semangat negosiasi malah kena 19%.
Tom Lembong bilang ini pelajaran lama yang terus diulang. Kalau kita tinggalkan prinsip demi keuntungan jangka pendek hasilnya selalu buruk. Selalu.
Dan kata dia satu satunya hal yang bisa dilakukan masyarakat sekarang hemat. Kencangkan ikat pinggang. Nabung. Dan mulai pikirin alternatif kalau LPG benar benar langka.
Karena pemerintah sendiri belum punya solusinya.