I’m very grateful to everyone at Barcelona for making my time here such a positive and memorable experience. I’ve enjoyed every moment and will take many special memories with me.
I wish the club and all its supporters the very best of luck and every success in the season ahead.
Sebagai fans Manchester United, gue jujur cukup iri sama Barcelona dengan La Masia mereka.
Lo liat aja skuad Spanyol di Piala Dunia 2026.
Lamine Yamal.
Pau Cubarsí.
Dani Olmo.
Marc Cucurella.
Empat pemain itu dibentuk di akademi Barcelona, dan semuanya menjadi starter penting bagi Spanyol dalam perjalanan mereka menjadi juara dunia.
Belum lagi ngomongin Gavi yang juga lulusan La Masia. Di 2010, tulang punggung skuad juara Spanyol juga banyak yang merupakan hasil didikan La Masia:
Puyol, Pique, Busquets, Xavi, Iniesta, Pedro, Fabregas.
Dan sekarang, 16 tahun kemudian, La Masia kembali jadi bagian penting dari generasi Spanyol yang memenangkan Piala Dunia.
Kadang heran gimana Barcelona bisa produce pemain-pemain bagus untuk jadi tulang punggung sebuah negara juara Piala Dunia. Jujur, ada iri-irinya dikit. Kadang gue bertanya-tanya juga, La Masia ini punya secret recipe apa ya dalam ngegembleng anak-anaknya?
Apa mereka punya metode dan cara mendidik yang berbeda kah dari akademi lain? Karena gimana ceritanya bisa konsisten melahirkan talenta semacam ini dari generasi ke generasi?
#FeelEveryGoal | @toshibatv_id
Yes, Spanyol emang isinya ada banyak. Di skuad Spanyol mostly orang Katalan sama Basque, ditambah ada orang Andalusia, Canary Island, itu mereka budaya dan bahasanya beda semua
Karena ada banyak bahasa itu juga awal sejarahnya kenapa lagu kebangsaan Spanyol gak ada liriknya, biar netral. Kalo dicampur semua bahasanya, pusing yang bikin lirik 😂
Ekspektasi ke Leo di Piala Dunia 2022 aja udah rendah, apalagi sekarang Piala Dunia 2026 jelas lebih rendah lagi
Niatnya ya bener-bener cuma mau nikmatin permainan terakhirnya di pentas tertinggi. Lebih penasaran melihat bagaimana penampilan dari Yamal, Cubarsi, Pedri, atau pemain Barça lainnya
Ya sewajarnya manusia normal aja deh. Mau ngebayangin apa coba ke bapak bapak berusia 39 tahun yang cuma main di liga MLS
Tapi kok hattrick? Kok brace? Kok bersaing dengan Mbappe & Haaland? Kok masuk FINALLL??? 🤯👽🐐
Eric Garcia dan Dani Olmo sampe harus ngeganggu siaran live demi bisa foto bareng senior di La Masia sekaligus sang legenda, @Carles5puyol
Mana saling gantian fotoin pula 🤣🤣🤣
"Waktuku di Barcelona sudah selesai, dan setelah itu, aku tidak ingin melanjutkan karir di Eropa."
"Aku tidak bisa membayangkan diriku di klub Eropa lain selain Barça." 🫡
— Robert Lewandowski 🇵🇱
antri beli nasi kuning, gen boomer vs alpha
🧕🏽: mas antri berapa?
💁♂️: 6 antrian bu
🧕🏽: duluin ya mas, aku beli 9 bungkus mau pergi
*ada bocil yg ikut kakaknya*
👦: tante antri, kakak aku duluan. udah tua kok gak bisa antri ya kak
💁♂️: iya bu, antri ya. banyak yang udh nunggu daritadi
🧕🏽: yaudah mas gak jadi
👦: yes, aku menang kak
😭😭😭
gue dan pelanggan lain:
Barcelona “katanya krisis finansial”, tapi kok bisa beli Anthony Gordon sekitar €80 juta?
Jawaban pendeknya:
Barca bukan tidak punya uang sama sekali.
Masalah utama mereka selama ini lebih ke aturan registrasi LaLiga, salary cap, dan cara biaya pemain dihitung.
Thread singkat 👇
1/8
Gak usah denial soal pemanggilan timnas Spanyol buat World Cup. Pemain di skuad Madrid musim ini yang layak siapa? Huijsen? Paruh kedua musim menurun grafiknya ditambah cedera otot dan discomfort berulang kali. Carreras? Paruh kedua musim longsor grafiknya ditambah saingannya Cucurella & Grimaldo, berat. Fran García? Bersaing sama Carreras aja kalah. Ceballos? Penari terakhir jangan main bola. Carvajal? Sempet ada kans setelah pulih dari cedera tapi umur gak bisa bohong memang. Asencio? Bersaing sama Huijsen yang angin-anginan aja kalah. Thiago? Bukan di World Cup ini, mungkin next WC ada kans. Gonzalo? Paling mungkin walau berat juga saingannya Oyarzabal yang konsisten perform di timnas dan salah satu leader. Next.