Jujur merinding liat momen ini 🥺
Karna gk bisa sampai ke bundaran HI, mahasiswa ngajak para pengemudi untuk hidupin klakson sebagai bentuk dukungan terhadap tuntutan mereka
kirain bakal banyak yg marah, tapi setelah liat banyaknya suara klakson. ternyata masih banyak yg peduli dengan negeri ini
Kalau benar negara sedang sulit, seharusnya pengorbanan dirasakan bersama. Bukan rakyat yang terus diminta memahami, sementara fasilitas untuk penguasa dan aparat tetap berjalan tanpa kompromi.
HIDUP MAHASISWA
HIDUP RAKYAT
Beberapa tuntutan aksi:
1. Setop pemborosan APBN
2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
3. Hentikan program MBG dan pembangunan KopDes
4. Hentikan militerisme di ranah sipil
5. Prabowo berhenti mengelak dan mengakui kesalahannya
SAMPAI MENANG ✊🏻
perwakilan mahasiswa UI:
"kami ini mahasiswa, tidak membawa senjata. jgn anggapi kami musuh, jgn hadapi kami dgn senjata"
"kami tidak ditunggangi, niat kami tulus untuk bangsa Indonesia"
terharu bgt. semoga dalam lindungan Tuhan buat teman-teman yg turun ke jalan 🥹
Lah rakyat kecil mah gak pake silabus juga udah sadar pak kalo hutan itu penting. Bahkan masyarakat adat yg tidak kenal sistem persekolahan itu justru memuliakan alam, mereka hanya mengambil sedikit dan secukupnya. Masalahnya bukan pada faktor Pendidikan, tapi faktor keserakahan.
🇮🇩 This video from Jakarta, Indonesia, shows that the police are enemies of the people.
The police are giving the middle finger to the protesting crowd.
Ada belasan nyawa hilang karena kelalaian.
Tapi belum ada satu pun permintaan maaf.
Apa kita memang sudah terbiasa?
Menganggap nyawa dan kepentingan rakyat jadi sekedar statistik?
COVID, obat batuk, Kanjuruhan, gas 3kg langka, keracunan MBG, Pusat Data Nasional, entah apa lagi.
Semua, sekali lagi semua. Tidak ada permintaan maaf.
Dari instansi terkait, dari pejabat yang berwenang. None. Nothing.
Kalau di Korea atau Jepang, pejabatnya udah bungkuk disiarin di TV nasional ada kejadian kaya gini.
Prabowo, Presiden Indonesia yang Semakin Bodoh
Di tengah ancaman tarif dagang baru dari Amerika Serikat yang mencapai 32% terhadap ekspor Indonesia, Prabowo Subianto, tampil dengan penuh percaya diri mengumbar strategi yang katanya, akan menyelamatkan ekonomi bangsa dengan memaksimalkan Makan Bergizi Gratis, Hilirisasi, dan memanfaatkan keanggotaan di dalam BRICS.
Bagi pemujanya yang (maaf) tolol, strategi Prabowo tadi akan mereka sambut dengan tepuk tangan, atau bahkan tangisan. Namun, benarkah strategi ‘jenius’ itu datang dari seorang Prabowo yang (dulunya) intelek, atau, hanya sekedar omong kosong dari Presiden yang semakin terlihat bodoh di mata saya?
Apakah dengan mengandalkan MBG, hilirisasi, dan keanggotaan BRICS bisa menjadi penopang ekonomi negara yang sedang tidak baik-baik saja ini? Bisa, tapi saya bohong, hehehe. Faktanya, kurs IDR yang terus saja merosot hingga Rp16.950 per USD, tidak akan mampu menolong kita dari kenaikan harga-harga kebutuhan dari primer, tersier, hingga sekunder yang masih mengandalkan impor.
Esai kali ini sengaja saya buat dengan provokatif, karena saya pribadi sudah gelisah dengan semakin tumpulnya intelektualitas Presiden Prabowo.
Sebuah Esai
Orang2 pada ngambil angle kenapa demonstran lawan polisi, tanpa peduli kalau tanpa ngelawan, itu demonstran bisa mati dikeroyok berandalan. Dikira dia bukan manusia, dikeroyok segitu banyaknya polisi, begitu bubar usai aksi justru digebukin. Dia dlm kondisi terancam nyawanya.
Yang paling sedih dari situasi sekarang adalah: ngga ada yang belain rakyat kecuali rakyatnya sendiri. Semua wakil rakyat, pejabat terpilih oleh rakyat, semuanya complicit atau cari aman. Kita dibiarin berjuang sendiri.